WARNA-WARNI LEBARAN 2016

Saturday, July 30, 2016


Assalamu'alaikum.

Lebaran memang sudah berlalu, tapi kenangannya tak akan pudar oleh waktu. Seperti perayaan Hari Raya Idul Fitri sebelumnya, tahun ini alhamdulillah saya beserta keluarga masih diberikan kesehatan untuk bisa berangkat ke kampung halaman kami di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi saya dan keluarga, berkunjung ke kampung halaman akan selalu jadi agenda yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya karena di saat itulah saya bisa bercengkerama dan menghabiskan waktu bersama si Mbah. 

Tahun 2016 ini saya dan keluarga kebetulan hanya menghabiskan waktu selama 5 hari di Yogya. Buat kebanyakan perantau, pastinya waktu 5 hari itu sangat sebentar ya?! He he.. saya juga merasa begitu. Liburan kali ini memang lebih singkat karena saya sengaja tidak meminta cuti ke kantor. Jatah cuti 8 hari sudah pernah saya gunakan sebagian bulan Maret lalu saat liburan ke Jepang. Niatnya, sisa cutinya mau saya simpan untuk keperluan keluarga sewaktu-waktu atau untuk liburan akhir tahun. Semoga.

Baca juga 10 Tips Liburan Tanpa Tour ke Jepang dan Wisata Malam di Tokyo dan Osaka yang Patut Dicoba

Nah, cerita Lebaran saya tahun ini sangat menyenangkan meski tak banyak aktivitas yang kami lakukan selama di Yogya, selain bersilaturahim dengan keluarga besar. Seperti biasa, beberapa hari sebelum Lebaran kami sibuk menyiapkan beragam kue kering di rumah. Kue-kue tersebut nantinya akan dibawa ke Yogya untuk dihidangkan di rumah Mbah dan juga sebagai hantaran untuk beberapa sanak keluarga. Tak tanggung-tanggung, saya dan mama kali ini berhasil membuat 5 macam kue kering Lebaran lho, antara lain kue nastar, kastengel, corn-flakes, chocolate chips dan sagu keju. Kue chocolate cookies adalah salah satu yang jadi favorit keluarga karena dibuat dengan sangat crispy dan cokelat banget!! Resepnya juga sudah saya share lho di blog.. He he he. 






Selain kue kering (dan tentunya sayur ketupat), makanan yang juga selalu ada pada saat Lebaran adalah tape ketan! Tape ketan memang telah lama menjadi panganan khas Lebaran di lingkungan tempat si Mbah tinggal jadi saat di Yogya, tape ketan pasti selalu tersaji di meja tamu. Berbeda dengan yang ada di Jakarta, tape ketan di Yogya dibungkus dengan daun pisang dan umumnya menggunakan beras ketan putih. Penyajiannya pun tidak menggunakan ketan uli, melainkan dengan keripik melinjo, atau biasa disebut emping. Jadinya, rasa manis, asam dan gurih semua jadi satu. Saya suka banget pokoknya sama kudapan yang satu ini.  

Cerita Lebaran seru saya kemudian berlanjut tentang melakukan sesuatu yang unik di Yogya. Jika tahun lalu saya menikmati liburan Lebaran dengan menonton pertunjukkan sendratari Ramayana di kompleks Candi Prambanan, tahun ini saya dan keluarga melakukan pemotretan foto keluarga sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Nah, yang unik dari pemotretan foto keluarga saya kali ini adalah dari segi tema. Kalau kebanyakan foto keluarga bertema black and white (hitam putih) atau semi-formal dengan dresscode kebaya, jas atau jenis seragam lainnya, salah satu studio foto yang berlokasi di dekat Tugu ini justru mengusung tema yang unik yaitu Jawa tempo dulu. Bahkan properti yang disediakan pun benar-benar jadul, termasuk dresscode-nya. Saya bahkan menemukan beberapa perangkat gamelan, sepeda ontel dan alat penumbuk padi atau lesung di dalam studio. Saya, adik dan orang tua saya benar-benar disulap menyerupai keluarga Jawa sederhana. Seru deh pokoknya! He he he. 

Photo credit: Studio Sinten

Photo credit: Studio Sinten
Cerita menarik lainnya adalah jalan-jalan ke Malioboro. Jujur saja, saya dan keluarga selalu enggan jalan-jalan ke sana saat liburan. Kenapa? Karena pas liburan Malioboro itu ramai banget! Parkir mobil juga lumayan susah, plus macetnya. Hanya saja, tahun ini saya dan keluarga menyempatkan waktu untuk mampir ke Malioboro dengan niat... mencari wedang uwuh di Pasar Beringharjo! Ha ha ha. Ibu saya kebetulan sedang cinta-cintanya dengan minuman herbal yang satu ini. Tapi jangan sampai salah mengartikan ya! Wedang Uwuh dalam bahasa Jawa berarti minuman sampah. Kenapa disebut sampah? Karena bahan-bahannya memang layaknya 'sampah' yaitu berupa daun-daunan dan akar tumbuhan. Racikannya biasanya terdiri dari jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala, daun sereh dan kapulaga, yang kemudian dimasak dengan cara direbus jadi satu lau diberi gula batu saat dihidangkan. Poko'e nikmat!






Saat itu suasana jalan Malioboro memang cukup ramai dan sempat macet setelah melewati Malioboro Plaza. Ternyata kemacetan tersebut disebabkan oleh penutupan jalan karena akan digunakan untuk rombongan iring-iringan Grebeg Syawal. Benar saja! Setelah jalanan terlihat sudah lowong (dan saya pun menyempatkan diri berfoto di tengah-tengah jalan Malioboro), saya menyaksikan arak-arakan para abdi dalam Keraton Yogyakarta membawa gunungan hasil bumi menyusuri jalan Malioboro. Gunungan tersebut diantar dari alun-alun Keraton menuju ke Balai Kota. Beberapa gajah pun turut ikut dalam pawai yang diadakan setiap tahunnya itu. Wah, beruntung sekali saya hari itu! Warga dan turis yang berada di sekitar lokasi tampak antusias untuk melihat pawai dari dekat. Saya pun tak ketinggalan mengambil beberapa foto.

Nah, itu tadi warna-warni kisah keceriaan saya dan keluarga saat merayakan hari Lebaran tahun ini. Semoga keceriaan Lebaran juga teman-teman rasakan bersama keluarga ya! Salam hangat selalu~

Kiri-kanan: Saya, Si Mbah, Adik

Lokasi Studio Foto Sinten:
Jalan Diponegoro No. 1B, Yogyakarta
Telp: 0821 24 980777 / (0274) 544567
(Harus reservasi)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blogging Competition "Cerita Lebaran Asyik" yang diadakan oleh Blogger Perempuan dan Diaryhijaber

Buat kamu yang Muslim, ayo dukung Hari Hijaber Nasional yang jatuh pada tanggal 7 Agustus 2016 mendatang. Caranya, jangan lupa untuk datang ke upcoming event-nya Diaryhijab ya! Ada berbagai kegiatan menarik lho! Berikut detail acaranya:

HARI HIJABER NASIONAL
Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat
Waktu:  7-8 Agustus 2016

So, catat tanggalnya dan ajak sebanyak-banyaknya keluarga ataupun teman-teman kamu! See you there, insya Allah.


author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

1 comment

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.