YOU'RE TOO SWEET FOR ME

Saturday, January 28, 2012

Bunyi nada notifikasi pesan dari ponselku tak henti berdering. Menguak kehenian suasana ruangan kantor sore itu. Aku sudah tak punya cukup pekerjaan lagi untuk diselesaikan. Biasanya aku melakukan hal yang aku suka, menulis sesuatu di dalam blog Tumblrku. Kadang hanya cukup memposting beberapa foto dan quotes yang sesuai dengan suasana hatiku saat itu. Kali ini aku hanya menyisipkan quote dari salah satu film romantis yang baru kutonton, Jerry Maguire, yang diperankan oleh salah satu aktor favoritku, Tom Cruise.
"You had me at hello..." 
Yup, quote itu benar-benar tengah aku rasakan saat ini. Aku tak menyangka setelah sekian lama aku menyendiri dan memutuskan untuk tidak memiliki hubungan dengan siapa pun, aku bertemu dengan lelaki yang mempesonaku pada kali pertama kami bertemu. Meski aku tak membayangkan begitu anehnya saat-saat kami berkenalan.

Ponselku berdering kembali. Dari 2 jam yang lalu aku tak henti-hentinya bertukar pesan dengan Andra, lelaki yang 10 hari lalu aku temui di angkot itu. Kadang hanya untuk menanyakan kabar, pekerjaan, hingga mengirimkan gambar-gambar lucu. Hari ini dia mengaku sangat senang. Selama di kantor, dia mengalami beberapa keberuntungan salah satunya berhasil lulus presentasi laporan penjualan produk jasa sepanjang tahun lalu. Dan memang penjualan produk yang dia tawarkan sepanjang tahun lalu cukup menggembirakan. Dia tak henti-hentinya mengaku senang dipuji dan dielu-elukan oleh atasan dan rekan sejawatnya.

Lain halnya denganku, hari ini aku merasa malas sekali. Belum ada pekerjaan baru yang membuatku semangat. Kerjaku hari ini hanya melihat email masuk, membalasnya, lalu membaca kumpulan jurnal yang akan direview sambil sesekali mengecek kondisi Twitter dan blogku yang kian hari tak karuan isinya.


"Sudah mau pulang? Maaf mungkin aku nggak bisa jemput kamu malam ini. Imbas dari presentasi itu, aku harus buat presentasi lain, tapi yang ini untuk rencana promosi produk jasa baru bulan ini. Yah kamu tahu Bos ku itu maunya serba cepat, jadi aku harus menyelesaikannya malam ini juga."
Itu pesan terakhir yang aku terima. Aku belum membalasnya. Padahal hari ini aku harap bisa bertemu dengannya, apalagi hari ini aku bisa pulang lebih cepat, tidak seperti biasanya. Kudiamkan pesannya hingga 10 menit berlalu. Mataku masih tertuju ke komputer di atas mejaku. Kini aku ganti bermain Angry Bird, level 3, yang sampai saat ini aku tidak bisa memenangkannya. Moodku berubah seketika kulihat burung kecil yang kumainkan itu tak mampu meruntuhkan susunan blok yang ada di depannya. Aku bosan. Menunggu setengah jam lagi waktu pulang jam 4 sore seakan menunggu satu jam lamanya.

Nada dering ponselku pun berbunyi lagi. Tapi kini bunyi telepon. Dia missed call aku. Aku tahu aku belum jawab pesan terakhirnya. Akhirnya, aku balas saja dengan rasa penuh kecewa.
"Belum. Belum mau pulang. Masih ada kerjaan, sambil nunggu kamu sih. Yah, siapa tahu kamu bisa jemput, padahal hari ini aku nggak bawa mobil. Tapi kalau memang nggak bisa ketemu, ya nggak apa-apa. Aku bareng Dina aja. Dia ngajak aku mampir ke Krispy Kreme tadi. Dia tahu aku lagi ngidam makan donat!"
Lega rasanya bisa kubalas pesannya itu. Aku memang sedikit kesal, tetapi kuharap dia mengerti maksudku. Sebenarnya aku sedang tidak ingin makan donat, tidak sama sekali. Aku cuma memberinya alasan agar dia tahu bahwa selama bertukar pesan hanya dia yang selalu memberi kabar, tapi dia sama sekali tidak bertanya bagaimana aku hari ini. Yah, egois memang aku hari ini. Tapi keegoisanku cukup beralasan, apalagi ketika kemarin saat pergi nonton atau dating lebih tepatnya, untuk pertama kalinya, dia  ketiduran di dalam bioskop. Dia merasa kelelahan karena menyiapkan presentasi untuk hari ini.

Tak selang dua menit, pesan darinya pun masuk kembali. Kali ini, pesan yang dia kirim sangat singkat dari pesan-pesan sebelumnya.
"Oke. Kamu tunggu aja ya. Setengah jam lagi yang kamu mau datang ke tempatmu. Sabar ya, Ta"
Aku tidak mengerti maksud pesannya itu. Apa dia tahu bahwa sebenarnya yang aku mau adalah dia? Apa dia akan datang dalam setengah jam ke depan? Jantungku berdegup kencang. Kini rasanya aku ingin cepat--cepat ke setengah jam itu. Aku sudahi permainan Angry Bird yang membosankan itu. Aku kembali membuka layar blogku, dan menulis suatu quote.
"Jantungku berdegup kencang, tak sabar melihatnya.. Pujaanku."
Kesunyian kantor berubah ketika memasuki jam 4 sore. Rekan-rekan kerja mulai bersiap-siap pulang dan mulai membereskan tumpukan berkas di tiap meja mereka. Aku tak bergerak. Aku masih asyik menengok halaman Twitterku. Tiba-tiba Dina datang.
"Ayo, mau pulang bareng nggak? Kamu nggak bawa mobil kan hari ini? Hmmm... atau jangan-jangan kamu dijemput, ya?"
Aku hanya mengangguk. Dia mengerti anggukanku. Dina pun bergegas kembali ke mejanya untuk mengambil tas jinjingnya. Aku melihat ke arah jendela. Di luar, jalanan belum tampak ramai dan padat oleh antrian kendaraan. Aku bertanya-tanya, Andra kena macet atau tidak. Apa dia akan tepat datang?

Dina kembali ke arahku, tapi kini dia membawa sesuatu. Sekotak donat bertuliskan "Krispy Kreme" ukuran sedang, mungkin berisi 6 buah donat, dipegangnya. Dia membawa sambil tersenyum.
"Jadi ini yang buat kamu nggak mau pulang dulu? Kamu lapar ya sampai pesan donat-donat ini? Boleh ya aku minta satu?"
Aku tak menjawab pertanyaannya. Aku hanya terpaku melihat ada kiriman donat untukku. Tapi dari siapa?
Aku pun membukanya. Terlihat seperti dugaanku, di dalam kotak itu berisi 6 buah donat warna-warni, yang entah rasa apa itu semua. Tapi yang aneh ada tulisan di dalamnya, seperti sepucuk surat.
"Dear, Anita. Maafkan aku ya karena nggak bisa mengabulkan permintaanmu untuk bisa pergi pulang bersamamu. Aku sungguh nggak bisa meninggalkan pekerjaanku saat ini. Aku harap kamu dapat memakluminya. Maaf kalau tempo hari aku mengacaukan kencan pertama kita. Aku benar-benar lelah saat itu. Lain kali tidak akan terulang lagi. Meski aku nggak bisa mengabulkan permintaanmu tadi, tapi aku berusaha mengabulkan permintaanmu yang satu lagi. Kamu lagi pengen donat, kan? Aku kirimkan donat ini, cuma ingin buat kamu tersenyum saat memakannya. Andai kamu tau, Ta, donat ini tak lebih manis darimu saat ini...... karena kamu.... you're too sweet for me!! - Andra"
Jantungku berdegup kencang... sangat kencang. Tak salah kan apa yang baru saja aku baca. You're too sweet for me!!. Hatiku meleleh. Senyum mengembang di wajahku. Dina tak kuasa ingin mengambil surat itu. Tapi kuberhasil menyembunyikannya.
 "Sudah sekarang, kamu makan aja donat ini berapapun yang kamu mau, Din. ....... Tapi jangan lupa kamu sisakan satu untukku satu ya!"
Aku tertawa. Senyum dan kembali tertawa kecil. Dina aneh melihatku, tapi dia tak peduli. Dia langsung menarik kotak donat itu dan mulai mengambil salah satu donat, yang sepertinya sudah dia incar dari tadi. Aku tak kuasa ingin tersenyum dan mengungkapkan perasaan bahagiaku ke dalam blog. Saat ingin kutulis tulisan baru, aku melihat tulisan terakhirku tadi. Ya, tepat sekali. Jantungku berdegup kencang, tapi bukan untuk melihat pujaanku, melainkan melihat kiriman donat darinya, khususnya surat yang sangat indah itu.
Sambil tersenyum aku pun mengganti tulisan lamaku itu.
"Jantungku berdegup kencang, tak sabar melihatnya.. Pujaanku Donatku... ^___^"
This story is dedicated for #15HariNgeblogFF, day 3
author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

2 comments

  1. sweet...
    aku 'smile2 alone' bacanya..hihihi ;)

    ReplyDelete
  2. hihihi... makasih bun.
    aku jg selesai baca senyum-senyum sendiri, lucu juga ya ceritanya. kdg2 suka dibaca lagi. :)

    ReplyDelete

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.