Wednesday, November 25, 2020

Qadarullah dan Ketika Kejutan Itu Datang Tiba-tiba



Assalamu'alaikum. 

Teman-teman masih ingat nggak pengalaman saya waktu mendapat kesempatan mengikuti summer course di Belanda yang pernah saya tulis di sini? Saat itu mungkin bisa dibilang saya beruntung ya karena tiba-tiba jalan saya dipermudah untuk bisa mendaftar kursus yang dibiayai oleh Nuffic Neso, padahal kalau diingat lagi deadline-nya tinggal sehari. Tapi itulah ajaibnya bentuk sebuah hidayah - kita nggak pernah tahu bagaimana Allah kasih kita jalan menuju sesuatu yang kita harapkan. 

Qadarullah wa ma sya'a fa'ala, Allah telah menakdirkan segala sesuatu, dan Dia berbuat menurut apa yang Dia kehendaki

Nah, kebetulan beberapa waktu lalu pas lagi suntuk, saya coba baca lagi buku Agar Doa Dikabulkan Allah yang ditulis oleh Bapak Manshur Abdul Hakim. Dalam buku itu, ada satu kisah tentang seorang tabi'in Muhammad bin al-Munkadir yang senantiasa dikabulkan doanya oleh Allah. Jadi kisahnya, pas Muhammad bin al-Munkadir berjihad ke medan perang bersama pasukannya, beberapa orang pasukannya ingin sekali makan keju dan roti. Akhirnya mereka pun berdoa dan meminta agar diberikan dua makanan tersebut. Qadarullah, di perjalanan tiba-tiba mereka menemukan bungkusan berisi keju dan sebuah bejana berisi madu.
Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu - (QS. Al-Mu'min (40): 60)
Dari kisah itu saya jadi bisa memetik pesan bahwa di saat kita sudah pasrah lalu berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah sambil merendahkan diri dan menunjukkan rasa butuh kita seraya memuji dan mengakui keagungan-Nya, maka Allah pun akan mengabulkan doa tersebut. Indah bukan?


Nah, setelah baca itu, saya jadi teringat kejutan yang baru-baru ini Allah kasih ke saya. Masya Allah, rasanya campur aduk deh kalau diingat lagi - ya senang, terharu, sedih.. wah rasanya gado-gado. Singkat cerita, bulan Agustus 2020 lalu alhamdulillah saya, satu orang peneliti senior dan dua orang teman peneliti junior seperti saya berhasil menerbitkan artikel di jurnal ilmiah internasional bernama Midwifery. Jurnal ini termasuk jurnal bereputasi tinggi. Maklum saja karena penerbitnya adalah Elsevier, salah satu pemain lama dan terbesar di dunia scientific journal. Artikel kami sendiri berjudul "Women's decision-making autonomy in the household and the use of maternal health services: An Indonesian case study". Oh ya, buat teman-teman yang lagi bikin skripsi, tesis atau disertasi mengenai gender dan kesehatan ibu bisa sitasi artikel kami ya *pesan sponsor

Saat diskusi bersama pakar adalah saat-saat yang mendebarkan karena bisa jadi bongkar pasang


Tiada minggu tanpa diskusi ditemani secangkir kopi, yang ternyata nggak mempan hilangkan kantuk ibu Ika 😁

Butuh dua tahun buat menyusun artikel ini hingga akhirnya published. Capek? Pastinya. Artikel ini pun sudah beberapa kali 'bongkar pasang', mulai dari merubah metode, teknik analisis hingga berulang kali merubah topik dan judul. Belum lagi segudang drama di balik layar - mulai dari adu argumen sampai tangis bombai pun sempat tumpah ruah saat menyelesaikan artikel ini. Tapi saya anggap itulah proses menyatukan beberapa 'kepala' ke dalam satu tulisan, karena menyatukan berbagai ide ternyata tidaklah semudah itu Fergusso 😀

Nah, kira-kira ada yang bisa tebak nggak berapa biaya penerbitannya? $3200! Kalau dikurskan mungkin sekitar 45 juta Rupiah ya. Wow banget 'kan? He he he. Ya begitulah dunia keilmuan dan penelitian saat ini teman-teman. Kebayang 'kan beratnya seorang peneliti untuk bisa mempublikasi hasil karyanya? Mungkin harus jual tiga sepeda motor dulu baru bisa menerbitkan artikelnya di jurnal bereputasi seperti itu. Tapi saya sangat bersyukur bahwa pada akhirnya saya dan anggota penulis saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk biaya penerbitan artikel ini karena kebetulan artikel kami dibiayai dari salah satu proyek USAID. Alhamdulillah.

Diskusi tim di saat pandemi, momen krusial saat menyelesaikan revisi berkali-kali

Sampai di sini mungkin saya sudah agak lega karena bisa sedikit demi sedikit mencicil poin atau angka kredit buat naik pangkat dua tahun ke depan, tapi qadarullah, ternyata ada kejutan lain datang. Malam minggu lalu saya tiba-tiba dikabari oleh salah satu staf kepegawaian kalau artikel saya ini memenangkan Penghargaan Artikel Ilmiah Berkualitas Tinggi Bidang Kesehatan dan Obat dari Kemenristek/BRIN. Pas dapat pesan Whatsapp tentang kabar itu saya mendadak speechless, nggak tahu mau balas apa - cuma bisa kasih emoticon nangis 😭 Terharu banget rasanya. Nggak tahu saya habis mimpi apa malam sebelumnya karena saya nggak menyangka sama sekali kalau artikel yang baru publish Agustus kemarin terpilih untuk dapat penghargaan. Belum lagi hadiah insentifnya yang ternyata cukup besar dan bikin saya makin speechless. Alhamdulillah, saya langsung mengabari semua tim penulis saya malam itu juga dan memberi tahu soal dana insentif itu kepada mereka. 

Jujur, sejak awal saya komitmen untuk menyelesaikan artikel ini, saya nggak pernah kepikiran buat dapat sesuatu, apapun itu bentuknya. Dorongan semangat saya karena saya berharap artikel ini bisa saya cicil untuk syarat naik pangkat karena saya tahu sulitnya menerbitkan artikel internasional yang bisa bertahun-tahun lamanya, he he he. 

Jadi kembali ke konsep Qadarullah tadi, saya jadi diingatkan akan satu hal, kalau Allah sudah ridho terhadap doa atau keinginan kita, mungkin saja akan Allah mengabulkannya saat itu juga. Sekarang tergantung tugas kita untuk ikhtiar, berdoa dan tawakal, sisanya kita serahkan semua hasilnya sama Allah. Karena Allah yang tahu mana yang terbaik untuk kita. 

Oh ya, ngomong-ngomong, apa harapan terbesar kalian saat ini? Semoga pengalaman saya ini bisa memberikan semangat buat teman-teman ya 😀 Aamiin. 
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan dan diberikan-Nya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. - (QS. At-Talaq (65): 2-3)

PS: Tulisan ini saya dedikasikan untuk tim penulis saya, mba Ika Saptarini, mas Fajar Rakhmadi dan ibu Tin Afifah. Terima kasih atas dedikasi kalian dalam penyusunan artikel ini. Barakallah ya. Tulisan ini juga jadi reminder saya untuk selalu bersyukur, dan kenang-kenangan buat saya nanti, aamiin.
Saturday, July 18, 2020

Miliki Tubuh Langsing dengan Clinelle Hot Body Cream


Assalamu'alaikum. 

Halo sobat cantikku,

Memiliki tubuh langsing telah menjadi dambaan banyak perempuan. Apalagi jika dibarengi dengan tubuh yang bebas selulit. Perempuan mana yang nggak happy, kan? Tentunya untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal perlu effort tertentu, salah satunya dengan melakukan olahraga secara rutin. Nah, agar hasil yang didapat menjadi maksimal, ternyata kita perlu menggunakan produk tambahan salah satunya adalah Clinelle Hot Body Cream

Beberapa hari lalu saya berkesempatan mencoba produk yang dikeluarkan oleh Clinelle Indonesia ini. Pas pertama kali terima produknya, terus terang saya senang banget karena selama sebulan ini saya memang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan lebih rutin berolahraga. Clinelle Hot Body Cream ini ternyata membantu mempercepat pembakaran lemak di dalam tubuh saya. Penasaran sama fungsi produk ini? Yuk, aku jelasin.

Tentang Clinelle Hot Body Cream


Clinelle Hot Body Cream adalah krim pembentuk tubuh yang memiliki kandungan Organic Brown Algae. Bahan ini banyak sekali manfaatnya, antara lain:
  1. Mengencangkan area lengan, lingkar pinggang dan paha
  2. Membentuk tubuh
  3. Menyamarkan selulit dan meningkatkan elastisitas kulit 
  4. Melembabkan dan mencerahkan kulit


Tak perlu khawatir dengan bahan-bahan lain yang terkandung di dalam Clinelle Hot Body Cream karena produk Clinelle insya Allah aman dan bebas dari 7 zat yang nggak baik buat tubuh
7 No's: No artificial fragrance (tanpa pewangi buatan), no artificial colors (tanpa pewarna buatan), no comedogenic (tidak menyebabkan komedo), no mineral oil (tanpa minyak mineral), no SD alcohol, no lanolindan no paraben

Packaging


Untuk kemasannya sendiri, produk ini berbentuk tube berwarna oranye yang tersedia dalam 2 ukuran, yaitu 80 ml dan 170 ml. Jadi krim ini juga bisa kalian bawa pas travelling karena memiliki ukuran lebih kecil yang menurutku cukup praktis. Nah, yang menarik dari Clinelle Hot Body Cream adalah produk ini dilengkapi aplikator pemijat dengan 5 roller ball yang terbuat dari stainless steel, lho. Roller ball ini berfungsi untuk memijat bagian tubuh yang telah diberi krim. 


Tekstur dan Aroma


Menurut saya, tekstur krimnya tidak terlalu kental tapi juga tidak terlalu cair. Aromanya cenderung terlalu wangi, kalau buat saya.


How to Use


Cara mengaplikasikan Clinelle Hot Body Cream sebenarnya mudah saja kok. Cukup tekan tube untuk mengeluarkan krim lalu oleskan secara merata ke area tubuh yang dikehendaki sambil dipijat dengan gerakan memutar dan linear (atas ke bawah) selama kurang lebih 5 menit. Setelah dipijat, kulit akan merasakan sensasi hangat yang lama kelamaan jadi sedikit agak panas. Tapi tenang, panasnya nggak kebangetan dan ini justru yang akan mempercepat proses body shaping kamu. Agar hasil yang didapat juga lebih maksimal, produk ini digunakan selama 2 kali sehari, pagi dan malam hari sebelum tidur. Oh ya, khusus untuk tube berukuran 80 ml, kamu harus memutar terlebih dahulu aplikatornya dari posisi OFF ke arah ON agar bisa mengeluarkan krimnya. Petunjuknya juga bisa kamu lihat pada stiker yang ada di tutup botol.




My Honest Review


Jadi setelah 1 minggu mencoba produk ini di bagian lengan, I can say that it really worked on me. Awalnya saya nggak terlalu berekspektasi sama hasilnya yang instan tapi saya sempat ukur lingkar lengan saya sebelum pemakaian, alhamdulillah ukuran lingkar lengan saya berkurang 1,5 cm lho. Wah ternyata terbukti juga hasilnya. 

Saya paling sering pakai krim ini saat berolahraga. Dengan memakai Clinelle Hot Body Cream, tubuh memang terasa jadi lebih berkeringat (mungkin dari efek sensasi hangatnya ya). Selain itu, efek positif lainnya, saya juga jadi makin bersemangat buat olahraga def, he he he. Meski begitu, (sedikit demi sedikit) saya coba barengi dengan pola makan sehat biar hasilnya juga nggak sia-sia. Justru saya jarang sekali pakai krim ini saat mau tidur karena suka kelupaan pakai.

Menurut saya, krim ini wajib kamu punya sih, apalagi buat kamu yang memang sedang ingin mengecilkan beberapa bagian tubuh kamu. Supaya hasilnya cepat terlihat, kamu perlu ekstra sabar dan telaten menggunakannya ya. 

Where to Buy


Nah, buat kamu yang ingin mencoba Clinelle Hot Body Cream, produk ini tersedia di official store Clinelle di Shopee dan Tokopedia. Kamu juga bisa membeli produk ini di Guardian terdekat. 

Untuk harganya, Clinelle Hot Body Cream dibandrol dengan harga Rp 159.000,- untuk ukuran 80 ml dan Rp 289.000,- untuk ukuran 170 ml. Lumayan pricey ya.

Tapi, don't worry. Khusus setiap pembelian produk Clinelle Hot Body Cream di Official Shopee Clinelle, kamu bisa dapatkan diskon tambahan 10% untuk setiap pembelian paket Clinelle Hot Body Cream 80ml dengan minimum pembelian Rp 150.000.- dan maksimal diskon Rp 100.000.- dengan menggunakan kode voucher CLINCLZTT. Catat ya, periode diskonnya cuma sampai Jumat, 31 Juli 2020.

Overall Impression


So far, saya beri nilai 8,5/10 buat produk ini. Ini rinciannya:

Mudah diaplikasikan
+ Memiliki kandungan bahan yang aman
+ Sensasi hangatnya masih relatif nyaman
+ Ampuh mengecilkan bagian tubuh

- Harga sedikit pricey
- Terlalu wangi

***

Oke, sekian review dari saya. Untuk info produk lainnya, kamu juga bisa baca di media sosial Clinelle Indonesia atau Clozette Indonesia. Semoga bermanfaat ya. 


Disclaimer: Artikel ini merupakan review project blog #ClinelleXClozetteIdReview antara Clinelle Indonesia dengan Clozette Indonesia. Namun demikian, artikel ini murni honest review dari pengalaman pribadi saya saat menggunakan produk tersebut.
Monday, May 18, 2020

5 Tips Anti Mager Agar Tetap Produktif selama WFH



Halo, apa kabar yang masih setia di rumah aja? 😀Bagi yang selama ini bekerja dari rumah atau work from home (WFH), siapa sangka kalau masa WFH ternyata cukup panjang ya. Saya sendiri sudah tiga bulan WFH. Bosan? Sudah pasti. Tapi kondisi ini masih sangat saya syukuri karena banyak orang yang nggak memiliki kesempatan yang sama seperti saya dimana perusahaan atau tempat kerja mereka nggak menerapkan kebijakan WFH.

Nah, bicara soal WFH, pasti banyak di antara kamu yang tetap harus mengurusi pekerjaan kantor ya. Tapi suasana bekerja saat di kantor dengan di rumah tentu saja sangat jauh berbeda. Benar nggak? Meskipun terlihat lebih santai dan cenderung fleksibel, bekerja dari rumah ternyata banyak tantangan dan godaannya, lho! Salah satu godaan terbesar adalah mager alias malas gerak. Bayangkan bagaimana kasur dan bantal setiap hari "memanggil-manggil" kamu, belum lagi film atau drama Korea yang lagi booming amat menggoda untuk kamu tonton, ditambah pekerjaan rumah yang "berteriak" ke kamu minta diselesaikan. Pokoknya ada saja gangguannya - gangguan yang akhirnya membuat produktivitas dan motivasimu dalam bekerja menjadi berkurang.

Agar kamu tetap produktif dan waktu bekerja kamu selama di rumah tetap efektif, kamu bisa ikuti 5 tips antimager dari saya berikut ini.
Sunday, April 12, 2020

Gluten-free Choco Peanut Brownies



Assalamu'alaikum.

Apa kabar yang masih stay di rumah aja? Semoga teman-teman pembaca selalu dalam keadaan sehat ya. 

Selama bekerja dari rumah atau work from home (WFH), cemilan mungkin jadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Cemilan memang asyik sih buat jadi teman ngopi dan teh pas lagi WFH, apalagi cemilan yang manis macam kue brownies. Meskipun snack ini tergolong kurang sehat, tapi saya tahu banyak orang yang tetap gemar makan brownies, termasuk saya, he he he. Kebayang nggak bagaimana rasa manis dan sedikit pahit dari cokelat yang tiba-tiba lumer di mulut kamu? Hmm, yummy ya! 

Kalau saya bilang, kue ini cukup mudah dibuat dan nggak memerlukan teknik baking khusus, jadi siapa saja sebenarnya bisa membuat brownies. Perbedaan hasil akhirnya tergantung pada kualitas bahan dan jumlah cokelat yang digunakan. Semakin banyak dark cooking chocolate yang digunakan, semakin intense rasa cokelatnya, namun kuenya juga akan semakin pahit.

Sunday, February 16, 2020

Kulit Sehat dan Cerah dengan Dermaster Skincare




Assalamu'alaikum.

Halo, beauty lovers!

Memiliki wajah yang sehat dan glowing sudah menjadi dambaan banyak kaum hawa, termasuk saya. Apalagi kalau usia sudah memasuki kepala tiga atau empat, rasanya kebutuhan akan skincare semakin meningkat. Betul nggak bu-ibu? 

Semakin bertambah usia, kulit kita tentunya akan semakin rentan untuk kendur dan muncul tanda-tanda penuaan, seperti kerutan. Apalagi jika kita sering berada di luar rumah dan terpapar sinar matahari dan polusi, kulit akan cepat kelihatan kusam. Nah, untuk menjaga kesehatan kulit kita, terutama kulit wajah, kita perlu menggunakan skincare yang bisa mencegah munculnya masalah-masalah tadi, sekaligus menjaga kulit wajah kita agar tampak sehat dan awet muda. 

Baru-baru ini saya mendapat kesempatan dari Clozette Indonesia untuk mencoba dan me-review rangkaian produk skincare yang dikeluarkan oleh salah satu klinik kecantikan yang dipercaya memiliki dokter estetika terbaik di Indonesia. Apalagi kalau bukan Dermaster Clinic. Klinik yang sering jadi langganan artis ini mengeluarkan produk perawatan wajah yang dirancang untuk mengatasi beberapa masalah kulit antara lain Dermaster Acne Series untuk perawatan kulit yang berjerawat, Dermaster Whitening Series untuk mengatasi pigmentasi pada wajah, serta Dermaster Anti Aging Series untuk mengatasi masalah penuaan.

Kebetulan saya diminta untuk me-review tiga produk dari dua rangkaian skincare-nya, yakni Dermaster Oil to Foam, Dermaster Anti Wrinkle Serum dan Dermaster White Glow. Saya sudah coba ketiga produknya selama seminggu. Penasaran dengan perubahan yang terjadi sama kulit wajah saya? Yuk, baca satu-satu ulasannya ya!