Pelajaran Berharga dari Film Julie and Julia

Monday, January 25, 2021



Assalamu'alaikum.

Ada yang pernah menonton film Julie and Julia? Bagi yang punya hobi memasak pasti akan suka dengan film yang dirilis tahun 2009 ini. Meskipun sudah dirilis lebih dari 10 tahun lalu, tapi film ini masih bisa ditonton di HBO atau Netflix. Terus, apa yang seru dan menarik dari film ini?

Sinopsis Singkat


Bicara tentang Julie and Julia, film ini ternyata merupakan sebuah kisah nyata, yang menceritakan tentang kehidupan seorang istri diplomat bernama Julia Child dan seorang blogger bernama Julie Powell yang sama-sama memiliki kecintaan terhadap dunia kuliner. Mereka hidup di dua masa yang berbeda - Julia di tahun 1950-an dan Julie di tahun 2000-an. 

Diperankan oleh Meryl Streep, Julia Child adalah seorang warga negara Amerika Serikat yang memulai karir memasaknya pada 1949 di kota Paris setelah mengikuti suaminya, Paul Child (Stanley Tucci) yang merupakan seorang diplomat. Untuk mengisi waktunya selama di Paris, Julia mengambil sebuah kursus masak bernama Le Cordon Bleu dan belajar memasak dengan beberapa siswa yang didominasi oleh laki-laki. Resep-resep yang dia pelajari selama kursus dan kesehariaannya dalam belajar memasak, dia ceritakan kepada suami dan salah seorang editor buku di Amerika Serikat, Avis Devoto. Berkat bantuan Avis, Julia akhirnya berhasil menerbitkan buku masakan Perancis berbahasa Inggris pertamanya di tahun 1961.

     

Sementara Julie Powell, yang diperankan oleh Amy Adams, bekerja sebagai call-center yang kerap dilanda kebosanan terhadap pekerjaannya dan merasa iri dengan teman-temannya yang sudah lebih dulu sukses. Dia kemudian terinspirasi oleh Julia Child dan terobsesi untuk melakukan hal yang disukainya yaitu memasak. Pada 2002, dia memutuskan untuk menekuni hobi barunya sebagai seorang penulis blog dan mengikuti obsesinya tersebut dengan memasak 524 resep yang ditulis oleh Julia Child dalam buku berjudul "Mastering The Art of French Cooking" selama kurun waktu 1 tahun. Ide menulis blog pun datang dari sang suami, Eric (Chris Messina). Awalnya Julie merasa pesimis dengan usahanya tersebut. Ketika dia mulai menulis, tidak ada seorang pun yang membaca blognya kecuali ibunya sendiri. Dia juga sering gagal dalam mencoba beberapa resep yang ada di buku Julia, bahkan yang lebih sedih lagi, blognya tidak ditanggapi dengan baik oleh Julia sendiri - orang yang notabene sangat dia kagumi. Meskipun begitu, dia tidak putus asa dan akhirnya berhasil menerbitkan bukunya di tahun 2005 dengan judul yang sama dengan filmnya, "Julie and Julia". 


Lantas, apa yang menghubungkan keduanya?


Meskipun film ini menyuguhkan kisah dua orang yang berbeda generasi tapi sebenarnya mereka memiliki beberapa kesamaan, termasuk pengalaman hidup mereka, yang tentunya bisa kita ambil pelajarannya. 

#1 Keduanya sama-sama mengejar passion yang mereka cintai


Baik Julie maupun Julia, keduanya jelas-jelas gemar memasak. Julie yang adalah seorang pekerja kantoran dengan pekerjaan monoton menemukan kebahagiaannya saat kembali ke rumah dan memasak di dapur untuk sang suami. Begitu pula dengan Julia yang senang mengeksplorasi makanan di rumah, rela membayar mahal untuk bisa mengikuti kursus masak makanan Perancis. Keduanya memiliki passion terhadap dunia kuliner dan berusaha mengejar passion tersebut meskipun dengan cara yang berbeda. Julie akhirnya mampu menulis blog tentang pengalamannya mencoba resep yang ditulis oleh Julia, sedangkan Julia akhirnya mampu menerbitkan buku resep masakan Perancis dalam bahasa Inggris agar bisa dibaca orang-orang yang tidak mampu berbahasa Perancis. Wah keduanya memang keren ya. Kalau kamu sendiri punya passion apa nih teman-teman? Adakah passion kalian juga dunia kuliner?

sumber: tumblr.com
 


#2 Keduanya tidak menyerah terhadap kegagalan


Seringkali pengalaman hidup orang sukses mengajarkan kita bahwa sebuah keberhasilan akan dicapai setelah kita bertemu dengan banyak kegagalan. Ketika mengejar passion-nya, Julia dan Julie sama-sama pernah gagal dan hampir putus asa. Dalam film diceritakan bagaimana kisah Julia melewati masa-masa sulit saat mengalami penolakan dari penerbit tentang bukunya. Julie pun sempat putus asa saat berkali-kali gagal dalam mencoba resep Julia, seperti saat Julie takut setengah mati merebus udang lobster atau ketika dia gagal memasak Boeuf Bourguignon atau semur daging sapi yang berujung masakannya hangus. Meskipun begitu, mereka berdua tetap gigih mengejar impian mereka masing-masing. Duh, habis ini aku jadi beneran semangat deh buat bikin dapur makin ngebul, eh, hehehe.

sumber: tumblr.com


sumber: tumblr.com


#3 Keduanya memiliki pasangan yang suportif


Kamu masih ingat tidak pepatah yang mengatakan bahwa "di balik pria sukses ada wanita hebat di sampingnya". Ternyata film ini membuktikan bahwa pepatah tersebut bisa berlaku sebaliknya lho. Baik Julie maupun Julia tergolong wanita yang beruntung karena sama-sama memiliki pasangan yang sangat suportif dan mendukung passion mereka. Paul Child, suami dari Julia bahkan mengatakan bahwa buku yang ditulis oleh istrinya suatu saat akan bisa mengubah dunia. Hal itu ternyata dibuktikan dalam kisah Julie yang memang hidupnya berubah 180 derajat saat dia memutuskan untuk mencoba resep di dalam buku yang ditulis oleh Julia. Julie pun memiliki suami yang sangat memahami dirinya dan mencoba membantunya keluar dari kebosanan dalam pekerjaan dengan memberi ide untuk menulis blog. Duh, siapa yang tidak ingin punya suami yang penyayang dan suportif seperti mereka? Aku juga mau!

sumber: tumblr.com


sumber: tumblr.com



#4 Keduanya belajar dari kesalahan dan berusaha memperbaikinya


Konflik akan selalu ada dalam film apapun. Film "Julie dan Julia" juga memperlihatkan intrik rumah tangga yang dialami oleh Julie dan Julia dengan pasangan mereka masing-masing. Julia sempat diceritakan mengalami konflik kecil dengan suami saat suami harus dari Paris ke Marseilles karena masa tugasnya di kota tersebut telah selesai, padahal Julia sudah merasa nyaman dengan rutinitasnya menulis buku tentang masakan, sedangkan Julie dan pasangannya mengalami pertengkaran hebat karena sang suami merasa Julie terlalu memprioritaskan blognya daripada pernikahannya. Pertengkaran itu membuat Eric, suami Julie, pergi dari rumah. Pada akhirnya, Julie merasa sangat menyesal dengan sikapnya dan berusaha untuk membuat Eric memaafkannya dan kembali ke rumah. Dari film ini kita jadi bisa belajar untuk tidak egois terhadap pasangan dan untuk berusaha menyeimbangkan keluarga dan karir. Apalagi jika pasangan kita adalah orang yang selalu mendukung usaha kita. Bukankah itu sebuah berkah yang amat berharga?

sumber: tumblr.com

***

Jadi, apakah film ini wajib ditonton? Wajib banget (menurutku)! Film ini memang benar-benar menginspirasi, apalagi dari kisah mereka kita jadi belajar untuk lebih memberikan perhatian dan konsisten pada apa yang benar-benar kita sukai, meskipun terkadang ada pengorbanan yang harus dibayar. Tapi percayalah, di balik semua kegagalan dan pengorbanan yang kita alami, insya Allah kita akan sampai pada apa yang ingin kita capai tersebut. Asalkan kita juga dapat mengontrol emosi kita saat kegagalan tiba-tiba menghampiri, dan tetap terus berusaha.

Sampai sini, ada yang jadi lebih bersemangat untuk belajar memasak menggapai impian? Jika iya, semangat ya! You're half way there! 😀

Salam hangat,

Anissa Rizkianti ♥


Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan berikan tanggapan atau pertanyaan di kolom komentar.