Sunday, July 01, 2018

Berburu Kuliner Maknyus di Kudus




Dijuluki sebagai kota kretek, siapa sangka kalau Kudus punya beragam kuliner yang mampu menggoyang lidah. Kudus tidak hanya terkenal dengan sotonya, tetapi ada beberapa kuliner Kudus yang terbilang unik dan menurut saya tidak ada di kota-kota lain. Dalam kunjungan kerja saya ke Kudus September 2017 silam, saya dan teman saya sengaja menyempatkan waktu berburu makanan khas Kudus yang terkenal di sana. Penasaran apa saja kuliner maknyus yang saya coba? Yuk, cari tahu di sini!


Garang Asem Gasasa


Garang asem adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah, yaitu sejenis lauk yang dibungkus dengan daun pisang lalu dimasak dengan cara dikukus, atau dalam bahasa Jawa-nya digarang. Biasanya makanan ini menggunakan bahan dasar ayam kampung yang dipotong kecil-kecil serta memiliki citarasa asam dan pedas karena menggunakan irisan tomat hijau dan potongan cabai rawit. Hmm, pokoknya maknyus deh! Apalagi kalau disantap dengan nasi hangat. Jadi untuk kalian yang suka dengan makanan pedas, saya rekomendasikan untuk mencoba makanan yang satu ini.


Selain ayam, ada juga garang asem yang dibuat dengan jeroan ayam, ikan atau tahu. Makanan ini juga bisa kalian temukan di beberapa kota lain di Jawa Tengah, seperti Pekalongan, Demak dan Pati. Salah satu rumah makan garang asem yang terkenal di Kudus adalah Rumah Makan Garang Asem Sari Rasa atau sering disebut Gasasa. Lokasinya persis di seberang mesjid JHK. Konon katanya, rumah makan ini favoritnya Pak SBY. Kalau lagi singgah di Kudus, jangan lupa mencicipi garang asem.

RM Garang Asem Sari Rasa (Gasasa)
Alamat: Jl. Raya Agil Kusumadya No. 20, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 07.00 - 21.30


Sate Kerbau Pak Djastro


Kuliner ini mungkin terdengar asing ya di telinga, tapi ternyata sate kerbau lebih mudah ditemui di kota Kudus dibandingkan dengan sate sapi. Asal muasalnya, pada zaman dahulu kala, banyak masyarakat Kudus yang beragama Hindu, sehingga sapi tidak disembelih dan dikonsumsi karena dianggap hewan yang suci. Hingga ketika Islam diperkenalkan oleh Sunan Kudus di kota ini, beliau kemudian melarang pengikutnya untuk menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat Hindu. Nah, sejak saat itu, daging sapi digantikan dengan daging kerbau. Di Kudus sendiri, olahan daging kerbau ternyata bermacam-macam, namun, sate kerbau inilah yang menurut saya paling unik.



Kalian mungkin membayangkan sate kerbau memiliki daging yang alot dan liat. Eits, siapa bilang? Daging sate kerbau di Kudus justru punya tekstur yang empuk, lho! Itu karena daging kerbau dicincang dan ditumbuk dahulu, sebelum diberi bumbu dan didiamkan semalaman. Setelah itu, daging baru ditusukkan ke tusukan sate lalu dibakar. Sate kerbau Kudus memiliki citarasa yang manis dan gurih, dengan aroma ketumbar dan jintan yang kuat. Sambal satenya juga sedikit berbeda karena dibuat dari campuran kacang goreng tumbuk, bawang, cabai, kentang yang dihaluskan dan kelapa serundeng. Hmm, sudah kebayang ‘kan bagaimana maknyusnya sate ini?

Baca juga Resep Se'i Sapi Saus Tiram

Salah satu warung makan terkenal yang menjual sate kerbau di kota Kudus adalah warung makan Nusantara Pak Min Djastro yang terletak di kompleks ruko KH Agus Salim. Warung ini adalah warung turun temurun dan penjualnya sendiri sudah generasi ketiga dari empunya yang pertama, yaitu Pak Djastro Djani. Untuk kisaran harga satenya, saya lupa berapa tapi yang jelas harganya terjangkau dan satenya dijual per tusuk ya, bukan per porsi. Jadi kalian bisa kira-kira berapa banyak sate yang akan dipesan sehingga pas di perut, pas juga di kantong, he he he. Oh ya satu lagi, sambal kacangnya disediakan terpisah jadi kalian bisa tambah sambal sepuasnya, dan disediakan juga acar cabai rawit buat kalian yang suka pedas.




Sate Kerbau Khas Kudus Nusantara “Pak Min Jastro”
Alamat: Ruko KH Agus Salim, Getas, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 17.00 - 21.00


Nasi Pindang H. Sulichan


Satu lagi kuliner Kudus yang berbahan dasar daging kerbau yaitu nasi pindang kerbau. Makanan apa lagi ya ini? Jika dilihat dari penampilannya, sekilas sego pindang atau nasi pindang ini mirip dengan rawon karena kuahnya hitam menggunakan biji kluwek. Namun bedanya, kuah pindang tidak segelap kuah rawon karena  menggunakan santan encer. Nasi pindang kerbau adalah makanan khas Kudus yang tidak akan kalian temukan di kota-kota lain di Jawa Tengah. Nasi yang berisi potongan daging dan disiram kuah ini disajikan dalam piring yang telah dilapisi daun pisang. Tak lupa di atasnya diberi daun so atau daun melinjo muda. Rasanya sendiri manis dan gurih, pokoknya nikmat banget. 


Kalian bisa dengan mudah menemukan nasi pindang kerbau Kudus di pusat kuliner Taman Bojana yang terletak di samping kantor Kabupaten Kudus. Tempat ini memang terkenal sebagai sentra pedagang nasi pindang di Kudus. Ada beberapa warung di sana, namun yang selalu ramai dengan pembeli adalah nasi pindang Pak H. Sulichan. Lokasi warungnya ada di pojok kanan dalam pujasera, lurus saja dari pintu masuk arah parkiran. Warungnya terbilang sederhana karena hanya ada satu bangku memanjang di depan kios warungnya dan beberapa kursi plastik tanpa meja. Karena tempatnya tidak besar jadi kalian harus siap antri jika datang saat jam makan siang atau malam. 

Buat kalian yang tidak ingin makan daging kerbau, ada menu lain yang ditawarkan di warung Pak H. Sulichan antara lain nasi pindang ayam dan soto kudus yang juga berbahan dasar ayam. Seperti layaknya soto kudus, nasi pindang juga bisa juga dinikmati dengan “teman-teman” pelengkapnya seperti rambak atau kerupuk kulit, sate telur puyuh, perkedel kentang dan sate jeroan. Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Kudus tanpa mencicipi nasi pindang.



Nasi Pindang H. Sulichan Taman Bojana Kudus
Alamat: Pusat Kuliner Taman Bojana, Jl Simpang Tujuh, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 07.00 - 21.30


Ayam Goreng Mentog Hj. Kasmini


Kalian mungkin sering menemukan warung makan yang menjual ayam goreng di daerah kalian, tapi jika kalian bertanya pada masyarakat Kudus apa makanan khas di daerah mereka selain sate, soto dan pindang kerbau, mereka pasti menyebutkan salah satunya adalah ayam goreng mentog Pasar Kliwon. Saya dan teman saya tahu kuliner ini dari salah satu warga lokal yang kebetulan adalah mantan atasan teman saya. Kami ke sana saat malam hari, dan warung makan ini ternyata ramai! Konon katanya, ayam goreng mentog di sini sudah jadi langganan banyak pejabat. Bahkan beberapa artis juga sudah banyak yang mampir berkunjung ke warung makan ini.


Ayam goreng mentog Bu Hj. Kasmini menggunakan ayam kampung sehingga ayamnya empuk. Bumbunya pun meresap sempurna jadi rasanya gurih dan nikmat. Nah, kenapa dinamakan ayam mentog? Ini karena daging ayamnya yang besar. Maknyus deh pokoknya. Satu porsinya berisi nasi putih, satu potong ayam goreng kampung yang bisa kalian pilih mau bagian dada atau pahanya, serta sayur semur tahu. Sambal ayam gorengnya juga tak kalah nikmat, lho! Selain ayam goreng, menu lain yang disajikan di warung ini di antaranya ayam bakar dan ayam opor. Harga satu porsi ayam goreng berkisar antara 25 ribu hingga 30 ribu. 

Warung makan ini buka dari sore hingga dini hari. Lokasinya terletak di depan ruko Pasar Kliwon, tapi saya lupa persisnya dimana. Jika kalian sedang ada di Kudus dan kesulitan mencarinya, tanya saja pada warga setempat, pasti kalian akan langsung diarahkan. 



Ayam Goreng Mentog Hj. Kasmini
Alamat: Jl. Cempaka Barat, Pasar Kliwon, Kudus, Jawa Tengah
Jam buka: Setiap hari 17.00 - 01.00


***


Itu tadi kuliner maknyus yang saya coba saat berada di Kudus. Poko'e recommended. Sebenarnya masih ada ragam kuliner Kudus yang sayang saya lewatkan, seperti Lentog Tanjung dan Opor Panggang. Jadi buat kalian yang akan berwisata ziarah ke Kudus, atau mungkin sedang singgah sebentar di kota ini, boleh lah mampir ke tempat-tempat yang saya sebutkan tadi. Nggak bakal nyesel, deh! Selamat berburu kuliner enak Indonesia ya!


Salam hangat, 

Anissa Rizkianti

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Silahkan berikan tanggapan atau pertanyaan di kolom komentar.

Latest Instagrams

© A Little Bit of Nisa. Design by FCD.