WISATA TERAPUNG DI LOK BAINTAN

Monday, October 02, 2017



Ada yang sudah pernah ke Kalimantan Selatan? Kira-kira apa ya yang terkenal dari Kalimantan Selatan? Batu akik? he he he. Batu akik atau permata asal Kalimantan Selatan - atau lebih tepatnya Martapura - memang tersohor sampai ke pelosok nusantara. Tapi, sebenarnya banyak hal lain yang unik dari Kalimantan Selatan.

Kamu tentu tahu 'kan kalau Kalimantan Selatan memiliki satu sungai terpanjang di Indonesia? Yup, sungai Barito. Sungai ini adalah sungai terpanjang ketiga di Indonesia setelah sungai Kapuas dan Mahakam. Sungai Barito menjadi sungai terpenting di Kota Banjarmasin, karena merupakan salah satu pusat perdagangan dan perekonomian warga. Kenapa begitu? Di sungai ini terjadi transaksi jual beli yang tidak biasa karena dilakukan di atas air. Tak heran lantas disebut sebagai pasar terapung.

Konon, dulu sebenarnya ada banyak pasar terapung di Kalimantan Selatan. Bahkan salah satunya sempat menjadi tempat syuting iklan 'RCTI Oke', lho! (mungkin kamu masih ingat ya?) Pasar ini dinamakan pasar terapung Muara Kuin. Namun, makin ke sini, banyak pasar yang akhirnya 'punah' . Sekarang hanya tersisa dua yang masih bertahan, yaitu Muara Kuin dan satu lagi Lok Baintan. Lokasi keduanya cukup berjauhan - Muara Kuin sendiri berada di Kota Banjarmasin, sementara Lok Baintan ada di Kabupaten Banjar. Meskipun Muara Kuin pernah menjadi primadona, tapi geliatnya sudah tidak seperti dulu. Pasar terapung Lok Baintan kini justru tengah 'naik daun'. Bahkan menurut orang Banjar sendiri, pasar terapung ini lebih banyak dicari oleh  wisatawan dari luar Kalimantan Selatan.

Suasana pasar yang sudah mulai ramai di kala hari sudah mulai terang

Berbeda dengan Muara Kuin yang berada di hulu sungai Barito, pasar terapung Lok Baintan berada di sungai Martapura. Untuk sampai ke pasar terapung Lok Baintan, kamu bisa menempuh jalur sungai selama 45 menit. Waktu mau ke sana, saya kebetulan sedang dalam perjalanan dinas di Kota Banjar Baru. Setelah dipikir-pikir, rasanya sayang banget kalau sampai tak sempat datang ke Lok Baintan. Dalam waktu yang terbilang mepet, saya dan kelima teman dinas saya akhirnya memutuskan berkunjung ke Lok Baintan sebelum melakukan tugas penelitian. Mengingat kami berenam menginap di Banjar Baru, kami pun harus menempuh jalan darat ke Banjarmasin terlebih dahulu, baru menyambung dengan menaiki perahu klotok ke Lok Baintan.

Alhamdulillah, perjalanan darat ke Banjarmasin hanya ditempuh kurang lebih 45 menit karena jalanan terbilang masih sepi. Sesampainya di Banjarmasin, kami kemudian harus menyewa perahu klotok. Perahu klotok adalah semacam perahu kayu kecil bermotor yang bisa diisi hingga 10 orang. Salah satu dermaga yang biasa melayani perjalanan sungai menuju Lok Baintan adalah dermaga bawah jembatan di daerah Banua Anyar. Lokasinya tepat di Rumah Makan Soto Bang Amat. Harga sewa perahunya sendiri Rp300.000,-. 

Suasana saat berangkat menuju Lok Baintan, langit masih gelap



RM Soto Bang Amat yang jadi dermaga perahu-perahu menuju Lok Baintan

Perahu klotok kami (kanan) yang terparkir di dermaga

Setelah menyempatkan diri sholat subuh di langgar dekat dermaga, saya dan teman-teman berangkat menuju Lok Baintan dalam kondisi langit masih gelap. Udara waktu itu juga masih dingin dan belum ada pemandangan yang bisa dilihat, he he he. Ketika sampai di pasar terapung jam 6 pagi, kami pun disambut dengan wajah ceria ibu-ibu penjual sayur dan buah. Sambil menaiki perahu kayu atau jukung, dalam bahasa Banjar, mereka satu per satu menghampiri klotok kami. Beberapa di antara mereka ada yang menggunakan topi capil, bahkan ada yang memoles wajahnya dengan bedak dingin. Lucu deh, he he he.

Ibu-ibu itu ternyata ramah banget dan mereka tidak bosan menawarkan barang dagangannya kepada kami dengan wajah tersenyum. Mereka bahkan tidak segan menawarkan kami untuk berfoto di atas perahu mereka sambil memegangi barang jualan. Kalau mau pakai topi capilnya si ibu juga boleh banget kok. Mungkin itu juga trik si ibu untuk menggaet pembeli. 

Suasana pasar yang mulai ramai dengan ibu-ibu penjual

Para pedagang pasar terapung yang selalu ceria dan tersenyum

Sensasi menaiki jukung bersama ibu penjual, benar-benar pas di badan, he he

Saya dan teman-teman dinas selama di Banjar Baru - dua orang bapak itu adalah penduduk asli Banjar

Dagangan yang dijual ibu-ibu ini bermacam-macam, mulai dari sayur, buah, ikan asin, ikan basah, hingga panganan nasi bungkus dan kue khas Banjar. Yang tak boleh terlewat untuk dibeli adalah buah-buahan khas Kalimantan dan ikan asinnya. Salah satu yang jadi incaran saya adalah jeruk siam Banjar yang bentuknya hijau besar dan rasanya seperti jeruk sunkist. Manis dan segar. Kalau kamu berani, kamu juga bisa mencicipi buah khas Kalimantan lainnya, seperti buah mentega, mundar dan kasturi. Rasanya unik. 

Buah-buahannya dijual dalam keranjang, jadi tidak ditimbang. Satu keranjang jeruk dihargai Rp50.000,-, sedangkan seplastik ikan asin dibandrol Rp25.000,-. Mahal memang, tapi tak apalah, hitung-hitung bagi rejeki ke mereka. Mereka kebetulan memetik buah dari kebun yang berada di luar desa. Kalau mau menawar, tentu boleh saja. Tapi sepanjang saya nawar, ujung-ujungnya tetap tidak dikasih sama si ibu, he he he. Akhirnya saya putuskan hanya membeli setengah keranjang jeruk dan seplastik ikan asin untuk dibawa pulang. Lumayan, mungkin kalau ditimbang jeruknya bisa sampai 1,5 kilo. Barang dagangan pun dibungkus menggunakan tas anyaman... sangat tradisional.

Buah mundar, manggis mini yang rasanya asam manis

Hasil belanjaan saya dari Lok Baintan

Menikmati jeruk siam Banjar yang manis dan segar saat kembali ke hotel

Oya, perlu diingat ya bahwa pasar terapung ini hanya buka saat pagi hari saja, yaitu sejak sekitar jam 6 hingga jam 9 pagi. Jadi jangan sampai telat! Waktu yang paling pas untuk datang ke pasar terapung Lok Baintan adalah sekitar jam 6-7 pagi. Di jam-jam ini, pedagang sudah banyak yang berkumpul. Jangan lupa membawa uang tunai secukupnya. Kalau mau ikutan pakai sistem barter seperti penduduk lokal, mungkin juga tak apa, he he. Lalu setelah puas berfoto dan berbelanja, kamu juga bisa sekalian sarapan di atas perahu. Kamu bisa membeli nasi kuning dan aneka kue khas Banjar seperti bingka, apang dan kue pisang. Tapi kalau kamu lebih senang membeli sarapan saat kembali ke Banjarmasin, jangan lupa untuk mampir dulu di Soto Bang Amat ya, biar jadi pelengkap perjalananmu di Lok Baintan. Semoga bisa menyusul ya! :)


author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

36 comments

  1. Suatu hari mesti ke sini nih. Mau cobain ke pasar apungnya.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. aku doain deh Dita. Pasar apungnya coba yg di sini ya, sekalian abis itu beli batu akik hehe :D

      Delete
  2. Wah unik ya pasar terapungnya. Itu buah-buahan yang dijual keliatan seger-seger semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik mbak, masih sangat tradisional. Bahkan belanjaannya ditaruh di tas anyaman :)

      Delete
  3. Masa kecil saya dulu di Kalimantan Selatan. Tapi masih keciiil banget, jadi sama sekali gak ada bayangan Kalimantan Selatan itu kayak apa. Eh pas gede, nikahnya sama orang Kalimantan juga, tapi Kalimantan Timur. Udah beberapa kali ke Balikpapan, tapi ya ke situ aja.

    Semoga suatu saat ada kesempatan berkungjung ke Kalsel lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ternyata mbak Andy dulunya pernah di Kalsel ya? Kupikir di NTB terus. Eh ya katanya kalau udah minum air Kalimantan bakal balik lagi. Apalagi suami dari Kalimantan, insyaa Allah balik lagi :D

      Delete
  4. Belom pernah juga ke Kalimantan, kayanya seru banget belanja di pasar terapung, kapan2 kudu mampir sini, insyaallah.

    Kalo di Bandung ada Floating Market Lembang, tapi cuma cemilan2 aja jualannya hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru Mbak, tapi harus pagi-pagi ke sananya. Aamiin tak doakan.

      Wah dimana floating market yang di Lembang Mbak? Boleh juga nih dihampirin kalau pas ke sana hehe

      Delete
  5. Epic banget pasarnya, mudah-mudahan bisa main ke sinii ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Epic dan tradisional.. patut datang untuk lihat tradisi orang Banjar :D

      Delete
  6. Belum pernah sampai Kalimantan, semoga kesampaian jalan2 ke sini juga ya. Aamiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Aku doain Mbak. Terus beli batu akik, nyobain soto Banjar dan kue-kuenya yang enak2 :D

      Delete
  7. Waaaw...jadi pengeen ke sana, nice artikel, mb. Btw jeruknya segeer banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak. Iya jeruknya sueger.. ndak kalah sama jeruk Sunkist impor hehe

      Delete
  8. baru dengar, tapi sangat asyik tempatnya..itu kayak yang di iklan RCTI OKE ya mbak? hhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mirip, tapi ini pasarnya beda dengan yang di iklan RCTI OKE Mas. Sudah kalah pamor dengan yang ini, dan menurut orang lokal pasarnya nggak setiap hari (belum buktikan sih, hehe). Mudah2an ada kesempatan travel ke sana ya! :)

      Delete
  9. Belom pernah ke Indonesia bagian timur. Penasaran banget ngubek-ngubek pulau Kalimantan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa terwujud keinginan ngubek-ngubek Kalimantan suatu saat nanti ya :)

      Delete
  10. Baru lihat sekilas fotonya aku sudah bersenandung "RCTI OK!"
    Aku pengen banget ke Kalimantan, provinsi yang belum pernah aku jejaki dari kecil tinggal itu. Semoga suatu saat bakal bisa sampai ke Kalimantan dan menikmati pasar terapung ini. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terus abis itu gantian nanti Mbak Dian yang jadi bintang iklan RCTI OK ya, hehe.. Ada di antara ibu-ibu yang jualan di atas perahu :D

      Delete
  11. Hello mbak, salam kenal.
    Rumah mertuaku Banjarbaru, tapi belum pernah ke Martapura. Pengen banget sih bisa liat Pasar Terapung. Taunya malah dari iklan tipi hehe. Moga ada kesempatan ke sana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mbak April!

      Wah pas banget ya Mbak. Kapan-kapan kalau pulkam bisa mampir. Tapi lebih baik via Banjarmasin ya untuk sampai ke Lok Baintan. Aamiin, semoga bisa nyusul ya! :D

      Delete
  12. Jadi tau kalau di Kalsel ada lokasi wisata Lok Baintan..keren yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa ada Mbak. Memang pasar ini mulai naik daun beberapa tahun terakhir. Semoga ada kesempatan ke sana Mbak :)

      Delete
  13. Replies
    1. Haha, iya sih. Tapi yang dijual beda, lho! Percaya deh hehe

      Delete
  14. Hai mba, salam kenal. Saya kira awalnya mba orang Banjarmasin. Hihihi.... Saya org kalsel tapi belum pernah ke pasar terapung ini, *ngeness, dan aku baru tau kalo dermaganya ada di Soto bang amat ya *nah kan tambah ngenes ;( nice sharing mba, jadi tau akunya.... Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, salam kenal juga ya. Hehehe, saya bukan orang Banjarmasin. Iya dermaganya di Soto Bang Amat. :D Wah, kalo gitu besok2 sudah harus ke sana Mbak, hehe.

      Delete
  15. Mdh2an Aku bisa k Kalimantan kepingin merasakan explore Dan sensinya wisata terapung sekalian menikmati kulinernya,,, buah manggisny beda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, mudah2an ya Mbak.. biar bisa bawa pulang buah manggisnya :D

      Delete
  16. wah... keren sekali traveling dan jajanananya. Eh maksud saya buah-buahannya tuh unik dan menggoda. Sejak lama pengen ke Kalimantan tapi belum kesampaian juga, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah pas ada pekerjaan di sini, jadi disempatkan. Aamiin, semoga terwujudnya ya! Buah2annya unik2 lho! :D

      Delete
  17. saya belum pernah ke Kalimatan, pengin bisa melihat langsung pasar apung yang tersohor itu.

    ReplyDelete
  18. Pasar terapung magnetnya kalsel, salah satu yg ingin dilihat wisatawan, semoga suatu saat bisa jalan2 k sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, hingga wisatawan asing lho. Aamiin, semoga kesampaian ya :)

      Delete

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.