DIET BEBAS GLUTEN, SEHATKAH?

Sunday, July 30, 2017



Sudah kurang lebih 6 bulan saya menjalani diet bebas gluten atau gluten-free. Keputusan ini saya ambil setelah saya didiagnosis penyakit autoimun awal tahun lalu. Awalnya, saya hanya diminta dokter untuk menghindari konsumsi roti, tapi setelah saya telusuri alasan di balik 'larangan' itu, ternyata yang perlu saya hindari adalah konsumsi gluten. Alasan dokter memang masuk akal karena salah satu vitamin D3 yang diresepkan ke saya juga ternyata berlabel gluten-free.

Lantas, sejak saat itu saya cari info sebanyak-banyaknya soal gluten ini. Singkat kata, gluten ini sebenarnya nggak bagus dikonsumsi secara berlebihan buat orang seperti saya, karena bisa memicu inflamasi dalam tubuh yang bisa menjadi trigger terjadinya flare (rasa sakit/nyeri). Sejujurnya, nggak mudah bagi saya untuk menghindari roti dan kawan-kawan sebangsanya, seperti mie dan pasta. Biarpun bukan makanan pokok kebanyakan orang Indonesia, tapi entah kenapa saya cinta banget sama roti dan mie. Saking cintanya, dulu hampir setiap minggu saya pasti sempatkan makan siang dengan mie ayam di kantor. Pas jaman kuliah S2 di Australia pun, saya sering banget bekal pakai roti. Pokoe ini pantangan paling berat deh buat saya. Saya sampai pernah nangis di kamar karena mikirin nggak bisa makan semangkuk mie ayam, he he he.

Tapi, masa-masa stres sekarang udah lewat. Lagipula saya juga dilarang keras untuk stres. Seiring waktu, alhamdulillah saya jadi terbiasa. Seringkali, saya malah masak sendiri buat memenuhi 'ngidam'-nya saya sama masakan tertentu yang berbahan dasar gluten. Jadinya, saya memang harus putar otak gimana caranya masak dengan bahan non gluten. Sampai-sampai tiap minggu saya berburu resep gluten-free di Pinterest. Senangnya, akses informasi sekarang sudah nggak sulit lagi, bahkan akses buat mencari produk dan bahan makanan non gluten.

Jadi, banyak orang yang bertanya kepada saya sebenarnya diet gluten ini sehat nggak sih? Setahu mereka, diet bebas gluten ini dikhususkan buat orang dengan penyakit Celiac atau memiliki sensitivitas terhadap gluten (pada penderita autisme dan autoimun). Terus, manfaatnya apa? Oke, saya coba share berdasarkan apa yang saya tahu dan tentu pengalaman pribadi saya ya.

RESEP AYAM MASAK HIJAU KEMANGI

Sunday, July 23, 2017



Hai! Kembali lagi ke dapur, rasanya senang banget! (He he he, hobi banget ya saya masak) Saya bahagia karena hari ini saya bisa memasak salah satu masakan favorit keluarga, yaitu Ayam Masak Hijau Kemangi. Resep ini kebetulan sudah sering saya dan Mama masak. Saat bulan Ramadhan lalu pun, kami beberapa kali memasaknya sebagai sajian sahur dan berbuka.

Pada awalnya, resep ini sengaja diciptakan Mama dan saya karena kami berdua pecinta cabai hijau dan daun kemangi. Rasanya, semua masakan yang dikasih daun kemangi pasti enak. Setuju 'kan? He he he. Nah, kali ini saya buat dengan bahan dasar ayam. Biasanya saya juga pakai ikan, terutama ikan asap. Tapi karena kebetulan saya lagi punya persediaan ayam di kulkas, akhirnya saya gunakan ayam. 

Ayamnya pun bukan sembarang ayam lho! Saya menggunakan ayam potong dari SO GOOD. Kenapa saya memilih ayam potong SO GOOD? Pertama, ayam potong SO GOOD itu berkualitas dan segar. Kedua, ayam-ayam tersebut dikembangbiakkan secara sehat tanpa suntikan hormon. Ketiga, ayam-ayam yang sudah dikembangbiakkan kemudian dipotong melalui proses pemotongan yang halal dan bersih sehingga tidak perlu dicuci pada saat dimasak. Selain itu, ayam potong SO GOOD sangat praktis karena memiliki beberapa varian potongan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, mulai dari daging ayam potong utuh, daging ayam khusus paha dan dada serta daging potong untuk sup. Kalau dilihat dari ukuran daging ayamnya juga mantap lho!

RESEP KUE CUBIT SOSIS

Saturday, July 22, 2017



Kue cubit.. Siapa yang nggak kenal kue yang satu ini? Kecil, imut, fluffy alias empuk dan manis. Sebagian dari kita pasti sudah menemukan abang-abang yang menjual kue ini semenjak masa sekolah, he he he. Harganya murah, dan topping-nya pun bisa dibuat sesuka kita - mau pakai meises coklat atau keju. Kue ini bahkan sekarang jadi lebih kekinian lho, karena dibuat dengan rasa-rasa yang unik, seperti green tea dan red velvet.

Nah, bulan Ramadhan lalu, saya sempat membuat kue cubit untuk keluarga saya sebagai cemilan berbuka puasa (takjil). Kebetulan gampang juga buatnya. Cuma waktu itu saya iseng, bisa nggak ya sekali-kali saya buat dengan rasa yang gurih? Alhasil, saya kepikiran untuk mencoba menggunakan sosis sapi SO GOOD!

Sosis sapi SO GOOD terkenal enak, dan keluarga saya juga suka. Saya dan keluarga sudah lama mengenal dan mengkonsumsi beberapa produk SO GOOD siap masak seperti bakso kuah, nugget, sosis dan spicy wings. Selain enak, sosis sapi SO GOOD juga halal. Produk ini mudah diolah dan dikonsumsi menjadi berbagai jenis masakan. 


Untuk kue cubit sosis ini, saya gunakan sosis sapi SO GOOD sebagai topping. Cara buatnya dijamin mudah dan praktis. Tekstur kue cubitnya juga lembut dan empuk. Waktu itu saya coba membuat dengan dua jenis tepung, terigu dan non-terigu. Untuk resep ini, saya menggunakan tepung terigu. Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan serta cara membuatnya. Selamat mencoba ya!

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.