MENGINTIP SURGA DI NEGERI LASKAR PELANGI

Monday, February 13, 2017


Wherever my travels may lead, paradise is where I am - Voltaire
Assalamu'alaikum.

Kalau ingat film Laskar Pelangi, pasti yang pertama kali terbayang adalah pantai bebatuan yang ada di Pulau Belitung. Ada yang sudah pernah ke sana? Kalau belum, saya mau ajak kamu untuk mengintip beberapa hal yang menarik dan unik dari tanah kelahiran sang penulis sekaligus sutradara film Laskar Pelangi, Bang Andrea Hirata. 

Pada akhir Desember 2016 lalu, alhamdulillah saya sekeluarga mendapat kesempatan berlibur ke Pulau Belitung. Rencana ini sebenarnya sudah kami susun jauh-jauh hari karena sudah ditagih janji sama ibu saya agar bisa segera diajak ke sana. Akhirnya kami memilih pergi menjelang libur akhir tahun. Perjalanan udara dari Jakarta ke Kota Tanjung Pandan, Belitung ternyata hanya memakan waktu sekitar satu jam - hampir sama dengan waktu tempuh pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta. Selain jaraknya yang nggak terlalu jauh dengan ibukota, Pulau Belitung - atau sering disebut Belitong dalam bahasa setempat - ternyata juga salah satu hidden paradise-nya Indonesia, lho!

Mau tahu apa saja surga yang tersembunyi di pulau ini? Berikut saya informasikan sedikit bocorannya ya! Percaya deh, setelah membaca ini kamu pasti jadi ingin cepat-cepat merencanakan liburan di Belitung juga, he he he. Semoga bisa terlaksana! 

Keindahan Pulau Belitung memang nggak usah diragukan lagi. Pulau Belitung menurut saya adalah salah satu pulau terindah di wilayah barat Indonesia. Pulau ini memiliki banyak pulau kecil yang eksotis dan nggak kalah dengan Pulau Bali, contohnya Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Pasir dan masih banyak lagi. Selain itu, pantai-pantai di Belitung juga memiliki pasir putih yang halus dan bersih, serta dipenuhi oleh batuan granit raksasa yang tersebar hampir di seluruh penjuru pulau. Batu-batuan inilah yang sampai sekarang menjadi daya tarik bagi sebagian besar wisatawan domestik maupun mancanegara, dan tentu saja menjadi salah satu keunikan yang belum tentu bisa kamu temukan di tempat lain.

Nah, beberapa pantai yang menjadi primadona wisata dari Pulau Belitung dan patut kamu kunjungi di antaranya Pantai Tanjung Kelayang, Pantai Tanjung Tinggi, Pantai Burung Mandi dan Pantai Tanjung Pendam. Salah satu aktifitas yang bisa kamu lakukan yaitu berkeliling dari satu ke pulau lainnya (island hopping) untuk menikmati beberapa pantai yang ada di perairan Belitung. Dengan menggunakan perahu boat, kamu akan diajak melewati luasnya samudera dan mengunjungi sejumlah pulau sambil menikmati pemandangan batuan granit besar yang muncul di permukaan air.

Selain itu, kamu juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan melakukan aktifitas snorkeling. Kalau cuaca cerah, kamu akan sangat jelas melihat berbagai terumbu karang yang masih bagus dan baik kondisinya, serta menemukan puluhan ikan yang akan berenang menghampirimu. Nah, setelah puas ber-snorkeling ria, jangan lupa juga untuk bersantai melepas lelah di Pulau Batu Berlayar dan bermain bersama bintang laut, atau menghabiskan waktu dengan berfoto bersama batu-batu raksasa di Pantai Tanjung Tinggi - pantai fenomenal yang menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi.

Pantai Tanjung Tinggi, salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi

Pulau Burong, atau Pulau Burung, yang memiliki tumpukan granit raksasa menyerupai seekor burung.

Pemandangan menarik yang bisa kamu lihat salah satunya adalah sebuah pulau yang memiliki tumpukan batu granit menyerupai kepala burung. Pulau ini yang kemudian sering disebut dengan Pulau Burong (atau Pulau Burung) oleh penduduk setempat. Kegiatan seru lain yang nggak boleh ketinggalan adalah menikmati sensasi menaiki mercusuar di Pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas telah menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang akan berkunjung ke Belitung. Di pulau ini, kamu akan menemukan sebuah bangunan mercusuar yang begitu kokoh berdiri di tengah-tengah pulau. Menara mercusuar setinggi kira-kira 70 meter ini memiliki 18 lantai. Wohoo...! Butuh kesabaran dan ekstra tenaga ya untuk bisa berhasil naik sampai ke puncak menara. Tapi, jangan khawatir, rasa lelah dari hasil menapaki tiap anak tangga insyaa Allah terbayarkan dengan pemandangan laut biru yang menakjubkan dari puncak mercusuar. Belum lagi perahu-perahu yang merapat di pesisir pantai turut menambah keindahan laut di sekitar Pulau Lengkuas. Cantik banget deh pokoknya!

Keindahan laut yang berwarna biru kehijauan di sekitar Pulau Lengkuas

Salah satu pemandangan indah Pulau Lengkuas - buah perjuangan mendaki puncak mercusuar

Selain terkenal akan pantainya, Belitung juga menghadirkan berbagai jenis wisata kuliner yang nggak kalah menarik. Salah satu daerah di Pulau Belitung bahkan dikenal sebagai surganya pecinta kopi. Kota Manggar, yang berada di Kabupaten Belitung Timur, merupakan kota yang dijuluki sebagai kota 1000 kedai kopi. Di kota ini, kamu bisa menemukan deretan warung kopi yang buka sejak pagi hingga malam, dipenuhi oleh para penikmat kopi hitam yang umumnya adalah kaum adam. Nah, kalau kamu nggak sempat singgah di kota Manggar, kamu masih bisa mencicipi segelas kopi o atau kopi susu di Kota Tanjung Pandan. Di ibukota Belitung ini pun banyak sekali kedai kopi bernama Kong Djie yang bisa kamu singgahi, mulai dari kedai kopi yang masih sangat tradisional hingga yang sudah agak fancy. Yang unik dari kedai kopi di Belitung tentu saja ada pada tiga teko raksasa yang digunakan untuk merebus air kopi.

Menyeruput segelas kopi susu di warung kopi Kong Djie yang nikmat banget

Rekomendasi saya adalah warung kopi Kong Djie yang berlokasi dekat dengan pasar ikan Tanjung Pandan. Terus terang, tempat ini sering sekali penuh, sudah persis seperti ****bucks (malah ****bucks kalah kali yah). Apalagi menjelang sore dan malam hari. Ternyata kedai kopi yang dibangun tahun 1943 ini telah menjadi incaran banyak turis serta tempat favorit penduduk lokal untuk kongkow dan nongkrong selepas melakukan rutinitas. Harga segelas kopi di kedai ini pun sangat terjangkau, cocok banget dinikmati bersama roti bakar atau pisang bakar. Nah, kuliner menarik lainnya adalah mie Belitung dan sup gangan ikan. Tak lengkap rasanya perjalanan kita jika tak mencicipi mie Belitung. Kalau diperhatikan, mie ini sekilas mirip dengan mie celor yang ada di Palembang. Rasa kuah yang dihasilkannya juga berasal dari kaldu udang. Hanya saja, kuah dari mi Belitung tidak menggunakan santan, lebih bening dan berwarna kecoklatan.

Salah satu warung kopi yang fenomenal di Kota Tanjung Pandan

Tiga teko besar untuk merebus kopi yang tersusun sesuai tingginya

Meski mie Belitung ini sangat terkenal, tapi saya justru lebih suka sama sup gangannya. Masakan ini 'teope begete' (top banget) deh! Rasanya nggak cuma gurih, tapi juga pedas dan segar, karena ikannya dimasak bersama buah nanas - salah satu buah yang banyak dibudidayakan di Pulau Belitung. Oh ya, satu lagi kuliner yang wajib dicicipi jika singgah ke Belitung yaitu nasi bedulang. Bedulang adalah tradisi makan bersama oleh satu keluarga dalam satu dulang. Dulang di sini maksudnya adalah nampan besar untuk meletakkan aneka makanan dalam piring-piring kecil. Di dalam tradisi bedulang ini, makanan harus ditutup menggunakan tudung saji saat disajikan, untuk kemudian dihidangkan sesuai urutan. Anggota keluarga yang termuda harus mengambil nasi untuk yang paling tua, lalu yang paling tua dipersilahkan mengambil lauknya lebih dulu, baru kemudian diikuti yang muda secara bergiliran. Hehe, repot ya? Tapi, inilah tradisi turun temurun penduduk Belitung. Pastinya banyak nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan, termasuk tentang makna kebersamaan, ungkapan syukur dan juga penghormatan terhadap yang lebih tua.

Mie Belitung yang dihidangkan di atas daun simphor

Sup gangan yang menyegarkan dan bikin makan lahap

Satus set nasi bedulang di RM Belitong Timpo Duluk, Kota Tanjung Pandan

So, Pulau Belitung itu nggak cuma menarik karena keindahan alamnya, melainkan juga tradisi serta budaya yang kaya dan juga tercermin dari kuliner-kulinernya. Sebenarnya masih banyak pesona lain yang ditawarkan oleh Negeri Laskar Pelangi ini. Replika Sekolah Dasar (SD) Laskar Pelangi di Kecamatan Gantong, misalnya, sejenak membawa kita kembali ke masa-masa sulit Andrea Hirata dan kawan-kawan seusianya saat mengenyam manisnya pendidikan dasar, termasuk ketika berkunjung ke Museum Kata yang sungguh sangat menginspirasi saya. Tak lupa, jejak-jejak hasil pertambangan kaolin yang masih menjadi salah satu sumber kekayaan Pulau Belitung.

Lokasi replika SD di film Laskar Pelangi

Berfoto sejenak sebagai ungkapan euforia, tapi dalam hati sungguh prihatin membayangkan kondisi sekolah ini dulu

Replika sebuah ruangan kelas di SD Muhammadiyah Gantong yang terlihat sangat tak layak

Again, sebelum masuk ke dalam museum, belum sah kalau nggak berfoto di halaman muka

Sejumlah quotes kesukaan Andrea Hirata dan foto sebagian adegan film Laskar Pelangi

Buku Laskar Pelangi dalam berbagai versi bahasa

Tiba-tiba, mendapat kesempatan bertemu dan berfoto bersama Ibu Muslimah, guru Bang Andrea Hirata

Sisa-sisa pertambangan kaolin yang membentuk danau biru nan cantik

Berfoto di hamparan danau biru hasil tambang kaolin

Oh ya, promosi sedikit ya! Saat mengunjungi Pulau Belitung akhir 2016 lalu, saya menggunakan jasa travel lokal, yaitu Simphor travel. Informasi tentang travel ini pun saya dapat via googling di internet. Dari begitu banyak daftar travel yang saya temukan, saya akhirnya mengambil paket wisata 3D2N di travel ini, yang menurut saya harganya sangat bersaing dan pilihan wisatanya juga menarik. Saya dan keluarga bahkan diberi kesempatan untuk bebas merevisi itinerary yang mereka tawarkan jauh-jauh hari sebelum tiba di Belitung. Meski hujan mungkin menjadi satu-satunya kondisi yang 'kurang menyenangkan' selama saya dan keluarga di sana, alhamdulillah kami ditemani oleh seorang guide yang asyik. Namanya Bang Atan (sayang saya nggak ambil fotonya waktu itu, he he).

Tapi, balik lagi ke pilihan personal-mu masing-masing ya. Kamu pun juga bisa memutuskan untuk tidak menggunakan jasa travel, melainkan hanya menyewa kendaraan bersama guide-nya saja. Di sini, kamu bersama sang guide meng-arrange sendiri tempat-tempat yang mau kamu kunjungi saat sudah sampai di Belitung.

***

Bagaimana? Sudah puas melihat bocorannya? Nah, sekarang tinggal kamu membuktikannya sendiri dengan datang langsung ke Pulau Belitung ya! Saya yakin mungkin akan ada lebih banyak 'surga' yang kamu temukan di negeri ini. Happy traveling! 😀


* Psst, sebelum memutuskan berangkat ke Belitung, cek dulu tips berikut ya!

  1. Pastikan kamu datang bukan pada saat musim penghujan. Banyak warga lokal yang bilang bahwa waktu terbaik untuk berwisata ke Pulau Belitung adalah antara bulan Maret sampai November. Pada bulan-bulan ini, air laut pun cenderung lebih tenang. 
  2. Selain musim penghujan, usahakan juga untuk datang bukan pada saat libur anak sekolah atau libur panjang hari nasional. Selain tempat-tempat wisata yang jadi kebanjiran sama banyak turis lokal, hotel dan tempat-tempat menginap pun akan cenderung penuh.
  3. Mampirlah ke pasar tradisional yang ada di Kota Tanjung Pandan. Kamu bisa menemukan berbagai hal yang unik dari daerah setempat, termasuk buah tangan yang bisa kamu bawa pulang ke rumah.
  4. Bawalah pakaian dan alas kaki senyaman mungkin. Siapa sih yang nggak mau tampil cantik dan ganteng saat berfoto? Saya yakin semua traveler juga ingin tampil oke saat melakukan traveling. Meski ngakunya backpacker pun, penampilan juga harus cihuy biar bisa mendukung foto yang bagus. Eits, tapi kamu juga harus memikirkan urusan kenyamanan (dan keselamatan) ya! Apalagi saat berfoto dengan memanjat batu-batu granit yang besarnya bukan main. Using heels is a big NO! 
  5. Perlu diketahui bahwa di Kota Tanjung Pandan sendiri tidak ada angkutan umum, dan kata guide saya, taksi sendiri cuma ada 4 armada. Jadi, kalau pun kamu ingin berkeliling kota, kamu harus menyewa kendaraan bermotor. Meski begitu, menggunakan jasa travel bisa jadi opsi buat kamu yang nggak mau repot, he he.
  6. Selain kerupuk kemplang ikan, oleh-oleh yang bisa kamu bawa pulang adalah ketam isi, atau rajungan isi. Daging rajungan yang telah dipisahkan dari cangkangnya dicampur dengan bumbu, daun bawang dan telur kemudian dimasukkan kembali ke dalam cangkang dan digoreng. Rasanya gurih dan enak - cocok jika disantap dengan saos sambal atau dihidangkan bersama saus lada hitam. Karena makanan ini termasuk makanan rumahan (homemade), jadi kamu perlu googling tempat jualnya, atau menanyakan langsung ke warga setempat. 

Panganan lontong yang dibungkus dengan daun simphor

Terasi khas kepulauan Babel: yang berbentuk bulat berasal dari Belitung, sedangkan yang persegi dari daerah Bangka

Ketam isi yang bisa menjadi buah tangan khas Belitung
author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

1 comment

  1. Hello ! just an invitation to join us on "Directory Blogspot" to make your blog in 200 Countries
    Register in comments: blog name; blog address; and country
    All entries will receive awards for your blog
    cordially
    Chris
    http://world-directory-sweetmelody.blogspot.com/

    ReplyDelete

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.