HOW-TO: SURVIVE IN SYDNEY (PART 1)

Sunday, August 23, 2015




Salaam.

Adakah di antara kalian yang ingin sekali melanjutkan sekolah ke luar negeri? Saya yakin beberapa dari kalian akan menggangguk bahkan ada yang menjawab dengan lantang, "Ya, saya!", he he he. Great, lalu apakah Australia menjadi salah satu negara destinasi kalian untuk kuliah? Kalau iya, lantas di kota manakah itu? Jika Sydney jawabannya, maka ada beberapa survival tips yang patut kalian ketahui sebagai pelajar Indonesia. 

Sydney itu kota destinasi wisata nomor satu di Australia (versi 2015's Travelers Choice Tripadvisor). Selain itu, Sydney masih masuk dalam daftar 10 negara paling nyaman untuk ditinggali. Jadi, tak heran 'kan kalau banyak warga di seluruh dunia yang ingin sekali ke sana, termasuk warga Indonesia. Nggak hanya untuk sekedar berlibur, tetapi juga untuk melanjutkan studi. Bahkan menurut data Departemen Pendidikan Australia, jumlah pelajar Indonesia di Sydney meningkat seiring waktu hingga lebih dari 15 ribu pelajar (http://www.studiesinaustralia.com/studying-in-australia/why-study-in-australia/international-students-in-australia). Wuih, luar biasa! Semoga mereka ini yang akan menjadi calon agent of change Indonesia di masa depan ya. Aamiin. :)

Oke, Sydney itu emang destinasi favorit semua orang, tapi Sydney juga terkenal sebagai kota di Australia dengan biaya hidup paling mahal. What?! Yup, itu benar banget lho! Oleh karena itu, buat pelajar Indonesia yang sudah terbiasa memperoleh barang dengan harga murah di tanah air (seperti saya, he he he), harus pintar-pintar supaya bisa tetap survive tinggal di sana. Tips berikut adalah hasil pengalaman saya selama tahun 2014, jadi maaf kalau sedikit bersifat subjektif.  Mungkin saja tidak bisa diaplikasikan oleh semua orang. Maklum, saya sekolah karena menerima beasiswa, sehingga cara hidupnya akan berbeda dengan sebagian orang. Silahkan disimak ya!


SEBLAK BASAH ENDESS

Saturday, August 22, 2015


Assalamu'alaikum.


Siapa yang tak kenal Bandung? Kota dengan sebutan Paris van Java ini memiliki segudang kuliner yang enak dan maknyus. Salah satunya kuliner yang satu ini, Seblak. Buat orang Bandung atau Sunda, mereka pasti udah nggak asing sama Seblak. Seblak itu sebenarnya krupuk godog atau krupuk yang nggak digoreng melainkan direbus. Krupuk yang telah direbus itu pun kemudian dimasak bersama bumbu-bumbu yang membuatnya terasa gurih dan pedas. Endess deh pokoknya! Hehehe. Saya pun terinspirasi dari penjual Seblak di dekat rumah yang kalau saya perhatikan tiap hari, antriannya sampai ke jalan. Padahal tempat jualnya juga cuma warung sepetak. Usut punya usut, ternyata yang membuat orang ketagihan sama makanan ini adalah karena kepedasannya. Akhirnya, karena lapar sehabis pulang bekerja, kemarin sore saya mencoba membuat Seblak versi basah atau kalau dalam bahasa Jawa, Seblak Nyemek, hehe. Tingkat kepedasannya saya juga coba kurangi. Maklum, saya nggak terlalu tahan sama pedas. Hasilnya... kenyal-kenyal gurih pedas endess! Sepiring aja rasanya kok kurang, hehe. Oke, supaya kamu nggak kelamaan ngiler, bagaimana kalau sambil dicoba resep Seblak buatanku kemarin. Yuk..!

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.