MARTABAK MANIS (TANPA RAGI)

Sunday, February 01, 2015




Dear food lover,

Siapa yang nggak pernah bosen makan martabak manis?! He he he.

Makanan yang satu ini jelas sudah menjadi favorit bagi kebanyakan orang termasuk saya sendiri. Rasanya yang tentu saja manis dan legit paling pas disajikan sebagai sajian penutup. Istilah martabak manis ternyata ada macam-macam lho! Mulai dari martabak Bangka, martabak Terang Bulan sampai martabak manis Bandung. Ayo, kamu lebih suka beli yang mana? He he he. Isian martabak pun kini beragam, dari yang sangat sederhana seperti coklat meises, susu dan ketan item, sampai isian yang mahal sekali pun seperti selai coklat Nutella atau Toblerone.

Kalau kamu salah satu penyuka panganan yang satu ini, wajib sesekali mencobanya di rumah. Memang sih nggak usah pusing-pusing kalau lagi pengen. Tinggal keluar rumah sebentar, penjual martabak manis biasanya udah menjamur di pinggir-pinggir jalan. Tapi nggak ada salahnya lho kalau kamu mau membuatnya di rumah. Selain hemat, isiannya bisa kamu gunakan dengan bahan yang lebih variatif.

Setelah sebelumnya saya sudah pernah posting resep martabak manis di sini, kini saya mau membagi resep martabak manis yang tanpa menggunakan ragi. Memang apa sih bedanya? 

KONSEP HUJAN DAN RIZKI



Assalamualaikum.

Apa kabar teman-teman? Masih hujan kah di sekitar tempat tinggal kalian saat ini? Semoga hujan tidak membuat kita jadi justru lebih senang bermalas-malasan ya. He he he.

Memasuki musim penghujan, suasana memang seringkali membuat kita lebih senang berada di dalam rumah. Tak terkecuali saat akhir pekan datang. Rasanya kita tidak mau beranjak dari tempat tidur.

Akan tetapi, sebenarnya hujan itu adalah bagian nikmat Allah yang besar untuk kita. Mengapa?

Air hujan sebenarnya diturunkan ke muka bumi bukan tanpa tujuan. Allah SWT pernah berfirman:

وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ

"Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan." (QS. Al-Baqarah: 164)

Kita tahu bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hewan maupun tumbuhan, dan salah satu sumber datangnya air tersebut adalah melalui turunnya hujan dari langit. Maka bayangkan jika hujan tidak pernah turun di suatu daerah. Daerah tersebut akan dilanda kekeringan dan kehidupan pun akan ikut terganggu.

Sumber: images.google.com

Dari firman di atas, kita seharusnya sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Allah menurunkan air hujan untuk menghidupkan bumi dan segala isinya. Dari air hujan tersebut, Allah menumbuhkan segala jenis tanaman termasuk sayur mayur dan buah-buahan yang merupakan sumber makanan bagi kita, sebagaimana firman Allah SWT yang lain:

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ


"dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu." (QS. Al-Baqarah: 21)

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.