SAVING MELBOURNE IN MY LAST POCKET

Thursday, December 11, 2014

Assalamualaikum.


Apa kabar? Bagaimana kondisi kalian menjelang akhir tahun ini? Happy karena sebentar lagi akan memasuki pergantian tahun? Sedih karena banyak keinginan yang belum tercapai sepanjang tahun? He he he.

Apapun yang kalian sedang rasakan dan hadapi, paling tidak berikan yang terbaik untuk hari ini ya. Paling tidak untuk diri sendiri jika dirasa belum mampu memberikan yang terbaik untuk orang lain di sekitar kamu.

Oke, bismillah. Pagi ini saya hendak menceritakan kisah perjalanan saya yang menurut saya bentuk apresiasi kepada diri saya pribadi. Kita berhak lho sesekali memberikan 'bonus' untuk diri kita. Apalagi mendekati akhir tahun, tidak ada salahnya memanjakan diri kita, salah satunya dengan berwisata ke tempat-tempat yang baru. 

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menghabiskan waktu bersama kawan-kawan saya di Melbourne. Mengapa Melbourne? Sebenarnya simple, karena Melbourne salah satu kota yang dekat dengan Sydney. Melbourne juga menawarkan berbagai macam tempat wisata yang sayang aja untuk dilewatkan, mulai dari wisata alam, belanja sampai wisata kuliner yang sangat terkenal.

Hari pertama (7 Desember 2014) kami lewati dengan merasakan duduk di dalam gerbong kereta jurusan stasiun Central (Sydney) menuju stasiun Southern Cross (Melbourne). Ditemani hamparan pemandangan padang rumput dan peternakan yang luas, kami menghabiskan waktu kurang lebih 10 jam perjalanan. Lama ya? Ya, memang. Tapi, paling tidak saya sudah pernah merasakan perjalanan jarak jauh menggunakan kereta di Australia. Rasa-rasanya hampir sama sih ketika saya mudik ke Yogyakarta atau Purworejo, he he he.

Suasana di dalam stasiun Southern Cross, Melbourne

Gerbang utama stasiun

Tiba di Melbourne, sore itu kami disambut dengan rintik-rintik gerimis. FYI, Melbourne itu terkenal dengan cuacanya yang sering 'galau'. Maksudnya, cuaca yang cepat sekali berubah, kadang panas, dingin bahkan hujan seketika. Tapi sudah tahu cuaca di kota mudah berubah, saya justru tidak membawa satu pun baju hangat/jaket. Mungkin saya pikir musim panas layaknya Sydney juga bisa saya temui Melbourne. Ternyata saya salah, udara saat itu dingin. Saya hanya bisa berdo'a semoga saya kuat menghadapi hari-hari berikutnya.

Malam harinya, kami hanya sempat mencari makan malam di sekitar Elizabeth street dan mengitari Collins street untuk melihat pertunjukkan Christmas lights di City Town Hall. Maklum saja, mendekati natal dan tahun baru, kota-kota di Australia giat mempercantik diri dan menyuguhkan banyak acara dan pertunjukkan bagi warganya. 

Christmas lights di City Town Hall

Alhamdulillah, tempat saya menginap sangat dekat dengan Flinders station, salah satu stasiun kereta tersibuk di Melbourne. Stasiun ini juga merupakan spot yang wajib dikunjungi oleh turis seperti saya, he he he. Kalau kamu ada kesempatan ke kota ini, berfotolah dengan keindahan arsitektur Flinders Station yang menjadi ciri khas Melbourne, ditambah St. Paul Cathedral yang berada dekat dengan stasiun. Saya saja sampai mengambil foto dua kali, di malam hari di hari saya tiba dan beberapa hari berikutnya.

Flinders Station di malam hari
Hari kedua (8 Desember 2014) kami isi dengan perjalanan yang lumayan jauh ke bagian selatan Melbourne. Tapi sebelumnya, kami menikmati sarapan ala Cafe di The Old Chamber, Collins street. Cafe ini menyuguhkan menu sarapan vegetarian dan makanan khas Israel. Meski sedikit agak mahal, tapi porsi dan rasa makanan yang diperoleh terasa seimbang. 

Lanjut, kami berangkat menuju Flinders station. Jadi, atas request dari seorang teman, kami mengunjungi museum Scienceworks yang berlokasi di daerah Spotswood dilanjutkan dengan berwisata alam di Werribee Open Range Zoo. Meski mungkin kedua tempat ini umum ditemui di tempat lain (baca: museum dan kebun binatang), tapi banyak hal menarik yang ditawarkan dari kedua tempat ini. Di dalam Scienceworks, kami bisa mencoba beberapa permainan science yang seru. Tapi memang tempat ini lebih cocok untuk anak-anak sih he he he. Cuma, lama-lama asyik juga mencoba permainan teleport yang tiba-tiba membuat kita menghilang. Permainan lain di antaranya membuat kloning diri kita dan merubahnya menjadi robot, membuat rumah masa depan yang anti gempa, dsb. Yang lebih asyik lagi, kami bisa bermain secara gratis yang dikhususkan pelajar universitas/sekolah di Australia (consession). 

Flinders Station di pagi hari

Spotswood station, saat menuju Scienceworks

Gedung Scienceworks tampak depan

Puas bermain selama kurang lebih 1 jam, kami melanjutkan perjalanan ke Werribee Zoo menggunakan kereta (railway). Perjalanan selama 45 menit untuk tiba di kebun binatang ini terbayarkan dengan pemandangan yang wow. Pasalnya, kebun binatang ini luasnya bisa sampai berhektar-hektar. Kami benar-benar layaknya berada di savana di Afrika. Kami pun mengelilingi taman margasatwa ini dan ikut merasakan tur gratis (safari trip) yang disediakan oleh pihak tempat wisata selama 1 jam.  

We are in Werribee Zoo!

'Come and have a seat!', said Lion, Hippo and their friends

Amazing view of zoo, 11-12 sama padang savana di Afrika

Sekumpulan zebra Afrika


Hello jerapah!
Tak terasa hari sudah sore. Kami kembali ke kota dan menyempatkan waktu late lunch di warung makan Padang Salero Kito yang berlokasi di Bourke street. Setelah itu, kami kembali ke hotel untuk sholat dan beristirahat sejenak. Kurang puas? Kami pun kembali mengitari jalanan demi mengunjungi University of Melbourne, he he he. Dengan hanya satu kali naik trem dari depan hotel, kami tiba di depan universitas terbaik di Australia tersebut. 

Yes, this is Melbourne Uni my friend

Foto di gate 10, spot wajib! hehe

Di dalam universitas, kami mengambil beberapa foto di tempat-tempat 'iconic' seperti Quadrangle hall, Quadrangle tower dan Gate 10 di depan Gattran street. Langit makin lama makin gelap dan sudah saatnya kami kembali ke hotel.

Lupa nama gedungnya, tapi tower ini memang iconic banget


Hi, we're in Melbourne Uni
Di dalam Quadrangle hall

Hari ketiga (9 Desember 2014) kami mulai dengan mengunjungi Queen Victoria Market. Di dalam pasar yang terkenal ini, kami menemukan aneka penjual mulai dari sayur-mayur dan bahan makanan, produk seafood, daging, keju, roti, dan pernak-pernik atau souvenir khas Australia. Saya juga merasakan sarapan menikmati coklat hangat ditemani sepotong cheese and cherry strudel yang pas dengan dinginnya udara Melbourne. Usai sarapan, ya perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi pusat-pusat wisata seperti Victoria State Library yang cozy dan arsitekturnya yang T.O.P, Royal Exhibition building, Cook's cottage, Parliament House dan berkeliling kota menggunakan City Circle Tram yang gratis. 

Hot chocolate and cheese and cherry strudel 
City Circle Tram



Art exhibition di dalam Victoria State Library

I love this building! La trobe library di Victoria State Library

Royal Exhibition, kira-kira berapa duit kalau mau ngadain acara di sini ya? :p
Parliament House



Segar banget lihat bunga-bunga yang ada di dalam  Conservatory

Cook's Cottage
Saat hari sudah siang, kami memutuskan untuk kembali ke hotel sambil menyusuri Yarra river untuk foto sejenak di dekat Queens bridge. Sepintas jadi teringat Brisbane river bulan Juni lalu. Oke, lanjut kita? Yup, rasa capek ternyata nggak menyurutkan niat kami melanjutkan perjalanan ke Brighton Beach. Kalau kamu ke Melbourne, sangat amat wajib ke sini. Biarpun pemandangannya masih lebih bagus pantai-pantai di Sydney (bukan narsis lho! :p) tapi yang menarik adalah melihat gubuk berwarna-warni yang konon katanya dijadikan shelter orang-orang yang berjemur. Langit yang cukup cerah ditambah kontrasnya warna air laut, pasir dan bathing boxesnya bikin saya senang mengambil foto dari berbagai angle di pantai ini. 

Queensbridge dan pemandangan sepanjang Yarra river

Yarra river
Deretan rumah berwarna-warni di Brighton beach tampak depan
Bagus juga kan kalau tampak dari belakang? :)
Shrine of Remembrance
Alhamdulillah banget, pas summer begin waktu matahari terbenam lebih lama, jadi langit masih terang sekitar pukul 6 sore. Jalan-jalan ditutup dengan mengunjungi Shrine of Remembrance dan makan malam di Malay restaurant. 

Hari terakhir (10 Desember 2014) enaknya kemana ya? Karena waktu yang cuma punya setengah hari (maklum karena jadwal pesawat kembali ke Sydney), saya dan teman-teman hanya pergi ke Federation Square dilanjutkan sarapan sehat di Degrave street, salah satu rekomendasi laneaways di sekitar Flinders Station dan berbelanja di H&M, Bourke street. Rasanya tak lengkap kalau tidak ada yang bisa dibeli di kota ini, meskipun hanya sepotong baju $15. Untung saat itu, saya nggak kalap, he he he.

Hosier Laneway, salah satu tempat grafitti street art di Melbourne

Salah satu street art di Hosier Laneway

Pusat perbelanjaan di Bourke street
Well, sekian dulu pengalaman saya berwisata ke Melbourne ya. Saya senang bisa menghabiskan waktu di kota ini dan menyimpannya di hari-hari terakhir saya berada di Australia. Semoga bisa jadi rekomendasi tempat wisata yang bisa teman-teman kunjungi juga suatu hari nanti ya. Insha'Allah. :)
author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

Post a Comment

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.