CILOK SAUS KACANG SEDERHANA

Wednesday, December 24, 2014

Dear all,


Assalamualaikum.

Hayo di antara kamu siapa yang suka jajan cireng, cimol atau cilok? Saya termasuk generasi yang sewaktu kecil (sampai sekarang) senang jajan cireng dan cimol. Meski sudah jarang dilakoni, tapi makanan sederhana ini selalu ada di hati. Tssaahh. 


Karena itu, saya ingin sekali berbagi resep cilok dengan saus kacang yang dijamin bisa jadi alternatif cemilan di sore hari. Bahan untuk resep cilok sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bahan yang digunakan dalam resep cireng dan cimol. Hanya saja cara memasaknya saja yang berbeda. Cilok umumnya tidak menggunakan isi layaknya cireng, dan tidak digoreng layaknya cireng dan cimol.

Nah, saya kali ini berhasil mencoba memodifikasi resep cilok yang banyak beredar di internet yang tentunya disesuaikan dengan kondisi saya sebagai anak kosan. Jadi, memang bahan dasarnya semua serba sederhana dan dijamin mudah dipraktekkan (untuk anak kosan), he he he. Selain itu, kebetulan saya juga masih punya beberapa bahan makanan yang sayang saja kalau tidak dipergunakan. 

Langsung aja yuk disimak bahan dan cara membuatnya.

MARTABAK MANIS COKLAT KEJU (DENGAN RAGI)

Friday, December 19, 2014

Assalamualaikum.


Dear teman-teman,

Apa kabar hari ini? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat. Kenapa? Supaya teman-teman bisa memasak sesuatu yang istimewa. He he he. 

Hasil jepret teman saya. Courtesy: Silvany

Hari ini saya mau berbagi resep martabak manis yang pastinya selalu menjadi favorit kebanyakan orang Indonesia. Setelah mencoba hampir 3 kali resep yang berbeda, saya akhirnya memutuskan resep inilah yang paling pas dari segi tingkat kekenyalan dan rasanya. Kemarin saya dan teman saya mencoba membuat martabak manis keju di rumah. Selain sulit sekali dicari penjualnya di Sydney, teman saya kebetulan juga lagi ngidam, he he he. 

Jadi, selama saya mencari resep-resep tersebut di internet, banyak sekali versi yang beredar, mulai dari menggunakan ragi dan baking powder hingga menggunakan baking soda saja tanpa ragi. Saya telaah memang pada umumnya martabak manis yang dijual di pinggir jalan tidak menggunakan ragi. Mereka hanya menggunakan baking soda sebagai bahan pengembang dan yang terpenting, untuk menghasilkan serat-serat yang khas dalam martabak. Tapi karena saya kebetulan hanya punya ragi dan baking powder, jadi saya mencari resep yang menggunakan bahan-bahan tersebut. Voila! Jadilah resep ini yang saya pilih dan alhamdulillah sukses dan hasilnya memuaskan. 

Udah nggak sabar ingin mencoba? Yuk ditengok resepnya. :)

IMAJINASI

Saturday, December 13, 2014

Menghayal itu ternyata mengasyikkan ya? Aku baru sadar, ternyata sudah bertahun-tahun aku seperti berbaring dalam hamparan bunga tidur yang enggan membuatku terbangun. Oh, atau mungkin aku tidak tahu saja bahwa selama itu pula ada seseorang yang hendak membangunkanku. Layaknya pangeran yang menyelamatkan Putri Tidur dari lelapnya yang panjang?
Ah, aku menghayal lagi 'kan. Sudah ah! Mungkin memang sudah bukan waktunya lagi bermain imajinasi dan menghayal sesuatu yang tidak pasti. Tapi jika itu hanya sepenggal cerita fiksi, salahkah?
Mereka bilang, cerita fiksi kadang perumpaman kisah yang sebenarnya terjadi dalam nyata. Bagiku, itu adalah refleksi diriku, suasana hatiku, pengalamanku dan ya, imajinasiku. Tuh 'kan, lagi-lagi soal imajinasi. Tapi aku bingung, apakah mencintaimu juga adalah sekedar imajinasiku?
Sepertinya, sudah pernah kutanyakan itu kepadamu. Yah, maklum saja, aku ini kadang lupa. Aku saja hampir lupa kalau aku pernah mencintaimu. Atau sebenarnya sengaja lupa. Itu mungkin aku lakukan karena aku tahu diri, aku pasti masih dalam posisi terlelap dalam mimpi. Karena kini aku tahu bagaimana rasanya saat sudah tersadar.
Aku bersyukur kini ada sesuatu yang membuatku terjaga. Sesuatu yang bahkan hatiku sendiri sulit untuk menjelaskannya. Tapi kupastikan ini bukan imajinasiku lagi. Karena aku sadar betul bahwa aku sekarang dibuat menjauh darimu. Entah apa yang membuatku begitu. Kecewa dan penyesalan? Ah, jeleknya aku bahkan tidak tahu itu apa. 
Tapi, percayalah, sudah jutaan kali aku mencari tahu jawabannya. Dan aku tetap tak tahu alasannya. Atau mungkin lagi-lagi aku lupa. Aku dibuat lupa oleh cintaku pada rasa sakitnya. Tidak hanya olehmu, tapi oleh orang-orang sebelum dirimu yang menamai diri mereka 'cinta sejati'. 
Memang ada cinta sejati di dunia ini? Apa itu hanya imajinasiku?

SAVING MELBOURNE IN MY LAST POCKET

Thursday, December 11, 2014

Assalamualaikum.


Apa kabar? Bagaimana kondisi kalian menjelang akhir tahun ini? Happy karena sebentar lagi akan memasuki pergantian tahun? Sedih karena banyak keinginan yang belum tercapai sepanjang tahun? He he he.

Apapun yang kalian sedang rasakan dan hadapi, paling tidak berikan yang terbaik untuk hari ini ya. Paling tidak untuk diri sendiri jika dirasa belum mampu memberikan yang terbaik untuk orang lain di sekitar kamu.

Oke, bismillah. Pagi ini saya hendak menceritakan kisah perjalanan saya yang menurut saya bentuk apresiasi kepada diri saya pribadi. Kita berhak lho sesekali memberikan 'bonus' untuk diri kita. Apalagi mendekati akhir tahun, tidak ada salahnya memanjakan diri kita, salah satunya dengan berwisata ke tempat-tempat yang baru. 

Beberapa hari yang lalu, saya baru saja menghabiskan waktu bersama kawan-kawan saya di Melbourne. Mengapa Melbourne? Sebenarnya simple, karena Melbourne salah satu kota yang dekat dengan Sydney. Melbourne juga menawarkan berbagai macam tempat wisata yang sayang aja untuk dilewatkan, mulai dari wisata alam, belanja sampai wisata kuliner yang sangat terkenal.

TIGA PULUH HARI YANG TERSISA

Friday, December 05, 2014



Assalamualaikum.

Dear all,

This is it. The day 30 before I leave Sydney, my second home where I have mostly spent my time for the last one year. 

Setelah saya pernah menulis bagaimana perasaan saya akan berpisah meninggalkan tanah air di sini, sekarang saya harus kembali mengulang perasaan itu. Hari ini tepat 30 hari sebelum saya kembali ke Indonesia, tanah kelahiran saya. Sedih? Ya, sejujurnya. Akan tetapi, di sisi lain saya juga bahagia karena pada akhirnya saya bisa kembali ke pelukan keluarga setelah kurang lebih satu tahun berpisah.

Sydney is such a beautiful place to live. Banyak kenangan yang dia tinggalkan untuk saya, termasuk kenangan saya bersama kedua orang tua saat mereka tengah menjenguk saya minggu lalu. Meski hanya cuma sebentar, tapi waktu terasa lama saat saya bisa berkesempatan untuk bercengkerama dan melihat senyum mereka dari jarak dekat. Sayang, ada satu hal yang terasa kurang. Adik saya tidak bisa turut serta dalam perjalanan mereka ke Sydney karena dia kini tinggal dan bekerja di Manokwari, Papua Barat. 

Mama, saya dan Papa di depan Harbour Bridge

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.