KUE SAGU KEJU (CASSAVA STARCH COOKIES WITH CHEESE)

Saturday, August 09, 2014


Halo sobat semua!


Kalian suka keju? Kali ini saya akan berbagi resep favorit saya, yaitu kue sagu keju. Saya suka sekali sama kue ini. Rasanya tidak hanya manis gurih tetapi teksturnya juga garing-garing crunchy gitu. Setiap lebaran, ibu saya pasti selalu menyediakan kue ini khusus untuk saya, paling tidak minimal satu toples. Berhubung kue ini relatif sulit dalam proses pembuatannya, oleh karena itu ibu saya selalu membelinya. 

Nah, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini saya harus merayakan lebaran jauh dari keluarga. Satu hal yang paling mencolok perbedaannya adalah saya tidak membantu ibu saya membuat kue. Selain itu, toko atau usaha yang menjual kue lebaran juga sangat sedikit di sini. Saking rindunya saya sama masakan rumah, alhasil saya memutuskan untuk membuat kue lebaran sendiri. Apalagi saya dapat lungsuran tepung sagu tani dari salah satu teman saya yang sudah kembali ke tanah air, he he he. Alhamdulillah banget. Jadi tergoda kan membuat kue sagu keju sendiri. Seperti biasa, karena keterbatasan alat (tidak ada mikser), saya hanya menggunakan whisk dan otot tangan saya yang kuat untuk mengocok, he he he. Tapi saat itu saya juga dibantu oleh dua orang teman saya, Ika dan Emmi. 

Hmm, kalau untuk hasilnya, sejauh ini saya puas. Kuenya enak, lumayan garing crunchy dan manis, lumayan.. sesuai dengan yang biasa saya makan di rumah. Apalagi saya membuatnya dengan menambahkan sedikit bubuk kayu manis. Bukannya narsis lho, alhamdulillah beberapa teman yang sudah mencicipi juga suka. Tapi resep ini saya peroleh dari internet lalu saya modifikasi lagi sedikit biar adonan dan rasanya pas. Maklum saja, saya terbilang masih novelty dalam dunia baking. :) Penasaran? Yuk disimak resepnya.

MY JILBAB TRAVELER'S DIARY (PART 1)

Sunday, August 03, 2014

Foto bersama dengan ketua program, para dosen, asisten dosen dan teman-teman. I was the only one who used hijab :)


Assalammu'alaikum.

Siapa tak kenal kota Shanghai di Cina? Saya tidak pernah bermimpi suatu hari bisa ke kota tersebut, apalagi ke Cina. Tapi, alhamdulillah sekitar tiga minggu lalu saya berkesempatan mengunjungi kota yang pernah dijuluki "Paris in the East". Huaa, senang banget akhirnya bisa mengunjungi salah satu kota terbesar di negeri Tirai Bambu.

Jadi ceritanya saya alhamdulillah terpilih menjadi perwakilan mahasiswa dari University of Sydney untuk mengikuti Summer School Program tentang Millennium Development Goals (MDGs) di Fudan University selama dua minggu, 7-18 Juli 2014. Saya pun ke sana tidak sendiri. Saya berangkat dengan salah seorang teman kuliah sesama mahasiswa di USyd. Kabar keikutsertaan saya pada program ini pertama kali saya peroleh melalui email yang dikirimkan oleh dosen sekaligus Ketua Jurusan saya. Saat itu, saya benar-benar tidak menyangka. Dari begitu banyak mahasiswa yang mengambil mata kuliah Foundations of International Health, mata kuliah yang diajarkan oleh dosen saya tersebut, saya dan teman saya tadilah yang terpilih. Hal lainnya adalah saya juga tidak harus mengeluarkan uang sepeser pun untuk program tersebut. Biaya perjalanan termasuk akomodasi dan makan selama di sana sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyelenggara. Asyik ya? Iya, saya betul-betul  bersyukur dengan kesempatan yang saya raih ini.

BINAR MATA ARIOLA

Friday, August 01, 2014

"Aduh, cantiknya!"
"Iya. Dia memang cantik."
Aku mengangguk seraya memandangi selembar brosur pertunjukkan teater dengan seksama. Kulihat wajah seorang pesohor terkenal terpampang jelas di halaman muka. Dia cantik dan tampak mempesona. Wajahnya yang persegi dihiasi sepasang mata bulat dan sebuah lesung pipi di pipi kanannya. Kulitnya putih mengilap. Pantas saja jika temanku itu terbuai dibuatnya.
"Bagaimana Adam? Jadi tidak kita menonton pertunjukkan itu besok malam?", tanya temanku yang berdiri di sebelahku, masih memandangi gambar artis favoritnya itu.
"Oke... apa salahnya.", aku mengiyakan ajakannya sambil melempar senyuman jahil.
"Nah! Gitu dong..". Dia pun senang bukan kepalang. "Kapan lagi 'kan kita bisa melihat dia tampil. Oke kalau begitu. Besok kita bertemu di tempat biasa aja ya. Kali ini gue deh yang bawa mobil. Lo duduk manis aja, nanti gue jemput."
"Sip!" 
Kami pun akhirnya berpisah dan pergi meninggalkan gedung teater sore itu. Karena hari itu aku tidak bawa kendaraan, kuputuskan untuk menaiki bus hingga ke rumah. Jarak lokasi teater tadi dengan rumahku terbilang tak terlalu jauh. Jadi aku tak terlalu khawatir dengan padatnya lalu lintas. 

Sesampainya di rumah, entah mengapa aku masih penasaran dengan sosok artis idaman temanku itu. Ron, biasa aku memanggil temanku tersebut, sudah dua bulan terakhir ini menjadi pengagum rahasianya. Aku pun baru mengenal sosok salah satu bintang teater kenamaan itu berapa minggu terakhir, sejak pertunjukkan fenomenalnya yang berjudul "Rinduku yang Tak Pernah Padam" menjadi bulan-bulanan perbincangan kaum adam. 

Selepas mengganti pakaian, aku lantas menyambangi meja kerjaku. Aku diam-diam mulai mencari tahu tentang jati dirinya di internet.    
"Ariola... Stephanie... oke, klik", sautku sambil menuliskan nama panjang artis itu pada kotak pencarian di halaman Google.
Tak berapa lama, beberapa situs internet berisi namanya bermunculan di layar komputerku. Ada sekitar dua juta hasil pencarian yang ditemukan. Astaga, sudah seterkenalkah itu dia? Kenapa aku tidak pernah memperhatikannya ya? Jangan-jangan aku terlalu sibuk mengurusi bisnis agen perjalanan baruku. Rasa penasaranku pun berlanjut. Aku membuka tiap halaman situs yang berisikan tentang kehidupannya. Aku membaca tiap artikel itu dengan agak teliti. Rasanya ada yang tak asing dari dirinya. 

Ah, benar saja! Dia teman satu kampusku tujuh tahun silam.

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.