HOW TO WIN ADS/AAS SCHOLARSHIP

Monday, June 17, 2013

Dear all. Dua hari yang lalu saya merasa lega karena pada akhirnya saya bisa mencurahkan pengalaman dan inspirasi kepada sejumlah alumni dan adik-adik mahasiswa FKM UI di acara Sharing Beasiswa ADS/AAS. Sungguh perasaan yang bahagia bisa menyalurkan semangat yang pernah saya rasakan setahun yang lalu, tepat ketika saya mempersiapkan segala sesuatu dalam perjuangan saya meraih beasiswa ADS/AAS. 

Di acara berdurasi sekitar 2 jam itu, saya dan rekan saya, bang Jerico F. Pardosi telah memberikan berbagai informasi yang tentunya bermanfaat seputar beasiswa ADS/AAS serta tips bagaimana 'memenangkan' beasiswa tersebut. Sesi pertama tentu saja diisi oleh bang Jeri. Sebagai senior dan pendahulu saya sesama penerima beasiswa ADS/AAS, beliau sangat pantas menjelaskan hal-hal mengenai gambaran beasiswa ADS/AAS dan perkuliahan di Australia. Sedangkan saya ambil posisi sebagai pemberi tips dalam meraih beasiswa tersebut (slidenya bisa dilihat di sini). Tapi kembali lagi bahwa usaha yang pernah saya lakukan tentu bisa berbeda dari usaha teman-teman pejuang yang lain. Saya pun yakin ada berbagai tips di luar sana yang mungkin sekali tidak sama dengan yang saya jelaskan waktu itu, tapi pada dasarnya itu semua merupakan bagian dari pengalaman saya, dan ketika saya dinyatakan berhasil, tak ada salahnya untuk berbagi.



Tentu peserta acara yang hadir lebih dari cukup dari apa yang sebelumnya saya bayangkan. Saya melihat antusiasme dan rasa keingintahuan mereka terhadap beasiswa ADS/AAS. Hampir sebagian besar memang masih menjabat sebagai mahasiswa, ada juga yang alumni, tapi saya yakin info seperti ini bisa kapan pun kita bagikan tak memandang apakah mereka yang akan menerima masih duduk di bangku kuliah atau sudah lulus. Intinya adalah persiapan dan acara ini merupakan bagian dari persiapan mereka. Semoga ya.. hehe.

Nah, kurang rasanya kalau saya tidak membagikan hal-hal yang sudah saya sampaikan tersebut di blog ini. Berikut adalah tips saya tentang bagaimana cara memenangkan beasiswa ADS/AAS. Tips ini tidak hanya merupakan hasil dari pengalaman saya tahun lalu, tapi juga hasil penelusuran saya terhadap kesuksesan dan keberhasilan orang lain. Silahkan disimak ya. :)

  1. Bagaimana pun juga meraih suatu beasiswa itu seperti suatu perjuangan di medan perang. Setiap akan maju berperang, tentu saja kita butuh amunisi yang cukup serta strategi dan taktik yang baik. Oleh karena itu, satu hal yang pertama kali akan kita lakukan tentu saja kenali beasiswanya. Teman-teman yang memang berniat melanjutkan studi di Australia dan melamar beasiswa ADS/AAS tentu harus tahu dengan pasti beasiswa tersebut, kan? Kenali mulai dari persyaratannya (eligible requirement), jenis beasiswa seperti apa yang akan diberikan nantinya, waktu seleksi hingga deadline. Semua ini harus teman-teman ketahui dengan seksama, agar bisa dipersiapkan secara matang. Saya yakin teman-teman sudah sering mendengar tentang beasiswa ADS/AAS? Jika tidak, teman-teman bisa buka website-nya. Sekarang tidak terlalu sulit menurut saya untuk mencari informasi, hanya berbekal sambungan internet, teman-teman sudah bisa menemukan harta karun berharga yang teman-teman cari. Intinya, jangan malu bertanya! Dan juga jangan segan mencari tahu! :) 
  2. Setelah kita sudah cukup tahu tentang beasiswa tersebut, lantas selanjutnya adalah tahap persiapan. Persiapan ini maksudnya mempersiapkan berkas-berkas dan persyaratan yang dibutuhkan dalam melamar. Oh ya, saya lupa. Satu hal yang penting adalah kemampuan bahasa. Saya yakin teman-teman sudah tidak awam lagi kalau kemampuan Bahasa Inggris menjadi penting ketika kita berencana sekolah ke luar negeri. Nah, kalau teman-teman merasa demikian, selayaknya teman-teman bisa mempersiapkan yang satu ini jauh sebelum pengumuman beasiswa ini dibuka. Kenali kemampuan kita! Ketika kita berniat melanjutkan studi ke LN tapi kita tahu kemampuan Bahasa Inggris kita masih kurang, nah di sinilah kita harus mulai meningkatkan kemampuan kita. Caranya? Tentu saja dengan belajar dan berlatih. Hal ini bisa kita lakukan dengan berlatih sendiri atau mengikuti kursus. Zaman yang modern ini memberi kita banyak kesempatan untuk dengan mudah belajar. Buku-buku persiapan TOEFL/IELTS atau online course bisa jadi alternatif sumber. Bisa juga dengan latihan membaca buku-buku atau jurnal berbahasa Inggris, menonton film/acara berita berbahasa Inggris tanpa membaca subtitlenya, dsb. Jadi bayangkan jika ketika teman-teman tahu bulan Maret-Agustus pembukaan seleksi beasiswa namun teman-teman belum punya nilai TOEFL/IELTS yang memadai dan belum sempat berlatih, tentu akan menjadi sulit bagi teman-teman, kan? Jadi, persiapkan secara matang! 
  3. Hal yang tak kalah penting adalah menetapkan jurusan dan peminatan yang dituju. Ini menjadi sangat penting karena jangan sampai ya kita pengen banget kuliah di Australia tapi bingung mau kuliah apa. :) Menurut saya, dalam proses seleksi, rencana kuliah termasuk jurusan/peminatan yang akan diambil tentunya menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Oleh karena itu, tentukan dari jauh-jauh hari jurusan apa yang akan kita tuju, termasuk universitasnya ya. Sering-seringlah mampir ke website universitas-universitas di Australia. Kenali jurusan-jurusan yang ditawarkan, mata kuliahnya, hingga bidang penelitian yang menjadi concern universitas tersebut. Pemilihan ini bisa bersandar dari minat kita, kelanjutan dari latar belakang pendidikan kita terdahulu, jurusan yang dibutuhkan di tempat kerja, dsb. Pasti banyak alasan teman-teman soal pemilihan ini. Yang pasti teman-teman harus tahu betul mengapa mengambil jurusan tersebut, dan mengapa harus di Australia. Nah, pertanyaan ini masuk di form aplikasi lho! ;)
  4. Jika teman-teman adalah calon pelamar S2 research atau S3, maka pencarian supervisor menjadi hal utama yang dipersiapkan. Pasalnya, ketika di perkuliahan nanti, kita akan lebih banyak berkecimpung dalam penelitian dan teman-teman akan membutuhkan seorang pembimbing/supervisor dalam hal ini. Pada dasarnya, mencari supervisor itu gampang-gampang susah, dibutuhkan kesabaran pada level skala tinggi. Teman-teman bisa mencari calon supervisor dengan sering-sering mengunjungi bagian research di website universitas yang akan teman-teman tuju. Kenali mereka dengan melihat profil singkat yang ada di website tersebut serta daftar publikasi ilmiah yang telah mereka hasilkan. Setelah itu tentu saja, menjalin komunikasi dengan mereka. Jika saat pertama mencoba, email teman-teman belum dibalas, jangan berkecil hati. Kemungkinan besar mereka sedang sibuk dan tak sempat membaca email kalian, atau mungkin judul email yang kurang eye-catching sehingga mereka enggan membacanya. Teruslah mencoba, gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak 'menembak' mereka langsung dengan meminta untuk menjadi supervisor. Jika sudah berhasil, tidak ada salahnya melampirkan bukti komunikasi teman-teman dengan sang calon supervisor pada berkas form aplikasi. Menurut saya, ini akan menjadi nilai lebih karena menunjukkan bentuk keseriusan teman-teman.
  5. Selain mencari supervisor, hal lain yang tak kalah penting bagi teman-teman yang akan melamar S2 master by research atau S3 adalah proposal riset. Proposal riset menjadi sebuah keharusan untuk diisi pada form aplikasi dan merupakan salah satu indikator penilaian. Persiapkan secara matang. Oya, untuk teman-teman yang mengambil S2 master combination (coursework+research) seperti saya tentu juga harus mempersiapkan proposal riset. Menurut saya, menyiapkan proposal riset ini bukan perkara mudah. Dulu saya harus mengatur kalimat demi kalimat yang akan saya sampaikan dalam proposal riset agar menjadi rangkaian yang padat namun jelas. Bukan tanpa sebab, jumlah kata untuk setiap bagian proposal dibatasi. Misal latar belakang (background) dibatasi hanya 150 kata. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan ini dengan seksama. Jangan sampai karena dibatasi pun, penjelasan-penjelasan yang penting justru malah terlewati. Misal justifikasi masalah atau latar belakang yang tidak to the point. 
  6. Nah, jadi ketika mengisi form aplikasi, berhati-hati ya! Pertimbangkan bagaimana grammar-nya dan tentu saja ketepatan kosa kata yang digunakan. Kalau teman-teman merasa tidak yakin dengan apa yang sudah diisi, bisa minta cek oleh orang lain (tapi jangan malah minta dibuatkan ya, hehe). Mintakan mereka untuk melihat kembali form aplikasi yang telah teman-teman isi. Tentu saja, bisa siapa saja. Saudara, teman, sahabat, guru, atasan, atau siapa pun yang dirasakan memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik. Saya juga dulu pernah melakukan hal yang sama, dan alhamdulillah cara ini berguna sekali. Selain itu, fill with your heart ya! Maksudnya jangan berlebih-lebihan. Utarakan maksud secara tulus tanpa menggambarkan keterpaksaan. Be humble and honest! :)
  7. Tips no. 1-6 itu adalah ketika teman-teman menghadapi proses seleksi awal. Nah ketika sudah  berhasil terpilih menjadi salah satu daftar pendek (shortlisted), maka teman-teman akan menghadapi tes IELTS dan wawancara JST (Joint Selection Team). So, you should be familiar with IELTS. Khususnya teman-teman yang waktu melamar menggunakan nilai TOEFL ITP. Kenali sebisa mungkin jenis pertanyaannya. Persiapkan dan berlatihlah selalu karena sebenarnya untuk bisa menempuh suatu ujian kuncinya hanya dengan sering latihan. Saya dulu hanya berbekal sebuah buku pelajaran IELTS yang lumayan tebal lengkap dengan beberapa contoh tes serta beberapa materi dan video tentang tips writing dan speaking IELTS yang saya peroleh dari internet. Saya pelajari itu semua dalam waktu kurang dari 3 bulan, pas setelah saya dinyatakan sebagai salah satu shorlisted candidate pada bulan November 2012 hingga waktu tes IELTS yang jatuh bulan Januari 2013. Minim? Tentu saja. Saya yakin jika saya berlatih lebih awal lagi, tentu skor yang saya peroleh akan lebih baik dari yang sekarang. Akan tetapi, kalau teman-teman masih sempat ikut kursus pun tidak ada salahnya. Sebelumnya saya bahkan sempat sengaja mengambil kursus conversation untuk melatih kemampuan bicara saya sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saya. Jadi kembali lagi ke awal, prepare, prepare, and prepare. :)
  8. Lantas, bagaimana dengan tes wawancara? Tips saya, pelajari kembali form aplikasi yang teman-teman isi dan buatlah beberapa prediksi pertanyaan yang kemungkinan akan diajukan pewawancara. Seringkali, pertanyaan yang ditanyakan adalah semua hal yang teman-teman tulis di form aplikasi. Saat wawancara bulan Januari lalu, saya pertama kali langsung ditanyakan soal rencana studi saya. Tanpa basa basi salah satu pewawancara yang berasal dari universitas di Australia alias native saat itu menanyakan kepada saya tentang apa pekerjaan saya sekarang, jurusan S1 apa yang dulu saya ambil dan rencana jurusan yang kini akan saya tempuh, alasan apa memilih jurusan tersebut, lalu bagaimana jurusan tersebut bisa membantu Indonesia, bla bla bla.. Jadi kita diminta menjelaskan bukan malah menjawab pertanyaan. Saat itu saya sebisa mungkin seperti bercerita dan membuat alur, sehingga percakapannya tidak terdengar monoton dan terbentuk suasana yang tidak menegangkan. Selain itu, saya juga ditanyakan seputar proposal riset, mulai dari tujuan penelitian, mengapa memilih bidang itu, adakah penelitian yang sama sebelumnya, bla bla bla... Bahkan yang buat saya kaget, saya juga ditanyakan soal rencana S3 saya, kira-kira apa yang ingin saya teliti nantinya. Huaa... sungguh kalau yang ini di luar bayangan saya. Jadi teman-teman upayakan membuat daftar pertanyaan yang kira-kira bakal ditanyakan. Syukur-syukur dihafal ya isian form aplikasinya, hehe. Tapi jangan sampai apa yang kita sampaikan berbeda dengan apa yang pernah kita tulis. :p
  9. Terakhir, be optimist dan don't give up! Jika kamu salah satu dari sekian ratus orang yang gagal pada saat melamar pertama kali, tetaplah mencoba dan jangan menyerah. Karena kita tidak tahu kapan keberuntungan dan rejeki itu akan datang. Be confident tapi juga jangan over confident. Tetap apa adanya. Oh ya, sama satu lagi. Jangan lupa untuk terus berdo'a. Yakinlah bahwa Tuhan selalu ada untuk menyertai usaha-usaha kita, maka dekatkanlah terus diri kita padaNya. Pasrah tetapi juga tetap ikhtiar. Mintakan juga do'a orang-orang terdekat, terutama orang tua. Ada yang mengatakan bahwa do'a orang tua dapat membuka pintu rejeki seseorang. Tak lupa, do'akan juga teman-teman kita yang sedang berjuang sama seperti kita. Jika teman-teman tulus, insya Allah ada malaikat yang akan mendengarnya dan mendo'akan hal yang sama untuk teman-teman (baca dari hadist). :)
Bagaimana tipsnya? Mudah-mudahan bisa membantu ya. Kembali lagi bahwa yang apa saya sampaikan di sini adalah sebagian besar hasil pengalaman saya dan orang lain, bukan juga 100% yang saya lakukan. Karena tidak 100% makanya saya berikan tips ini biar hasil yang teman-teman dapat lebih baik dari saya. Aamiin. Oh ya, tips ini juga bisa teman-teman dapatkan dengan lebih jelas di beberapa website beasiswa, seperti miliknya Pak Made Andi, madeandi.com. Kenal kan siapa dia? Kalau tidak kenal, bisa kenalan sekilas di sini. Atau teman-teman bisa juga baca bukunya yang baru terbit berjudul "Berguru ke Negeri Kangguru". Saya juga masukkan ulasannya sedikit di sini. Ini bukan dalam rangka promosi, tapi beliau adalah salah satu guru saya, yang tentunya telah memberikan info tentang beasiswa ADS/AAS lebih banyak dari ini.
So, selamat berjuang ya!!! Semoga bisa menginspirasi. :)
author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

164 comments

  1. Replies
    1. makasih ya udah mampir.. btw, melamar AAS juga tahun ini?

      Delete
  2. wah....sanagt inspiratif yaa mbk...terimakasih infonya mbk....saya juga sering lihat blognya pak made andi.........

    mbkkk..boleh minta contoh formulirnya mbk>>??saya juga sudah download contoh formulirnya pak made dan mbk asti/...........sekarang sy sedang persiapan belajar formulirnya....mbkkk kalau boleh sy minta contoh form nya mbkk hehe ini email sy mbk mencapai.mimpi@gmail.com terima kasih ya mbkkkkkk semoga jadi amal jariyaah aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai, salam kenal.

      hmm, saya harus manggil apa ini? soalnya nggak keliatan namanya siapa... :)
      oke nanti saya coba kirimkan. semoga sukses!

      Delete
    2. Salam kenal mbak :-), mbak karena masih menanti hasil toefl saya belum bisa download form AAS, bagaimana ya mbak? maksih mbak

      Delete
    3. Halo Yunia.

      Salam kenal juga :) kira-kira kapan ya hasil toeflnya keluar? coba dihubungi pihak penyelenggara tes toeflnya.

      Maaf, saya krg tau apakah utk download form harus memasukkan data nilai tes yg sama dg yg akan digunakan untuk apply. Kalau memang tidak, mbak bisa pakai nilai tes toefl terdahulu jika memang pernah hanya untuk data pada saat mendownload formnya saja. Tapi tolong dicari tahu ke sumber lain. Saya pun tdk yakin, semoga sukses! :)

      Delete
  3. Tulisannya sangat memotivasi saya mbak untuk mencoba tahun ini!
    Kalau boleh mbak tolong dikirimkan contoh formulirnya mbak waktu melamar ini...
    Makasih banyak mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo mbak kasih. Sama2, terima kasih banyak sudah berkunjung. Maaf baru sempat merespon.

      Saya bisa kirimkan contoh formnya. Email mbak apa ya?

      Semoga sukses! :)

      Delete
  4. Assalamu'alaikum, mba nisa.. wah terima kasih sekali, tulisannya menginspirasi. kebetulan saya fresh graduate dari univ di bandung mbak.. saya mau melanjutkan studi s2 mengikuti jejak mbak.. saya tertarik dengan program ADS ini, tapi kendala saya adalah saya masih belum terlalu menguasai bhs inggris terutama skor IELTS. bisa minta tolong rekomendasikan kursus atau tempat belajar ielts baik lembaga atau online.. makasih sebelumnya mbak.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Halo mbak risna, salam kenal juga. Saya jg senang mbak sdh bisa mampir ke blog saya. Saya senang bs membantu.

      Kalau bisa mbak persiapkan dulu kemampuan bahasa Inggrisnya. Saran saya langsung mengambil program persiapan tes bhs Inggris (toefl atau ielts). Jadi mbak bisa sekaligus latihan mengerjakan soal-soal ujiannya. Saya rasa banyak kursus bahasa Inggris yang menyediakan program tersebut. Apakah mbak tinggal di Jakarta? LBI UI Salemba/Depok, IALF, IDP adalah beberapa pilihan tempat kursus yang baik untuk mempersiapkan IELTS.

      Kalau untuk online, banyak sekali website yang menyediakan contoh soal ielts sekaligus penjelasannya yang komprehensif dan mudah dipahami. Mbak bisa cari via google. Tapi saya dulu belajar dari dcielts.com. Menurut saya website ini sangat bagus. Kita bisa belajar mengenal tipe soal dan bagaimana tips mengerjakannya.

      Oke segitu dulu. Semoga bermanfaat. Sukses ya! :)

      Delete
  5. Jadi pengen nyoba,, menginspirasi sekali,, saya masih berusaha dapetin logic reason pada saat pengisiian formnya,, mungkin bisa minta tolong dikirimkan formnya mba nisa dulu,, buat dapet tambahan inspirasi? Terima kasih sebelumnya mba,, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Sidik, terima kasih sudah berkunjung.

      Saya juga senang bisa berbagi pengalaman.

      Mohon maaf saya baru sempat reply karena beberapa minggu lalu saya mengikuti Summer School program. Saya rasa pendaftaran terakhir 18 Juli 2014 kemarin ya? Tapi akan tetap saya coba kirimkan formnya. Bisa minta alamat email?

      Good luck!

      Delete
  6. Assalamualaikum mba, makasih sekali postingannya bikin tambah semangat jd scholarshiphunter :) mau nanya mba, apakah mba alumni FKM? kalau iya jurusan apa dan univ apa yg mba ambil waktu S2 di Aus? krn yg saya tau ada kerja sama dg kampus saya Griffith Uni. apakah ada univ lain selain Griffith yg bagus buat SKM? dan apakah peluang diterima dari divisi kesehatan seperti FKM masih berpeluang banyak utk lolos AAS? terima kasih banyak infonyaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam,

      Hai Putri, sama2. Terima kasih juga ya sudah mampir :)

      Yup, saya lulusan FKM UI angkatan 2005, lulus 2009, dari jurusan Epidemiologi. Sekarang saya kuliah Master of International Public Health di The University of Sydney. Putri btw masih kuliah atau sudah lulus? Ambil jurusan apa?

      Iya yang saya tahu memang UI dan Griffith Uni memiliki kerjasama pendidikan, tapi mungkin mostly jurusan environmental health dan geografi. Sesuai dengan tulisan saya di atas, menurut saya, pemilihan universitas dan jurusan perlu disesuaikan dengan study background atau work background. Bisa juga dengan future career. Maksudnya jadi seringkali background pendidikan S1 dan S2 tidak berkaitan atau bahkan tidak sejalan. Tapi justru dibutuhkan untuk kualifikasi pekerjaan.

      Kebanyakan lulusan FKM akan mengambil jurusan MPH atau MIPH yang memang jurusan yang disediakan hampir di seluruh univ di Australia. Kamu bisa research univ yang tergabung dalam Group 8, yg memang sudah terkenal dengan kualitas pendidikannya. Biasanya pelamar yang memiliki background SKM akan mengincar Uni Melb, USYD, UNSW, ANU atau Uni of Adelaide. Tapi ada juga yang memilih Curtin Uni di Perth. Tergantung stream yang ditawarkan tiap uni.

      Peluang untuk diterima? Tentu saja banyak!! Karena health sector layaknya education adalah investment suatu negara. Jadi tidak akan habis kebutuhan lulusan kita di bidang health sector, terutama public health. So jangan patah semangat! FYI, banyak lho lulusan FKM UI yang memperoleh beasiswa AAS ini seperti saya.

      Good luck ya! ;)

      Delete
  7. Mb anisa... saya senang sekali akhirnya menemukan blog mb annisa... saya berencana ingin mencoba beasiswa AAS tahun 2015. Saya lulusan FKM Unair tahun 2002, dan sekarang saya menjadi PNS di DInas Kesehatan. Saya Ingin mengambil S2 yang berhubungan dengan Health program atau Health management. menurut mb annisa di Universitas mana saja yg memiliki kualitas terbaik pada program itu. Dan bisakah saya minta juga contoh pengisian form aplly mb annisa, untuk tambahan informasi buat saya (email saya : ramdhonizuhro@gmail.com).

    Terima kasih tips nya... sangat awesome :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas Ramdhoni. Salam kenal. Terima kasih ya sudah mampir.

      Mohon maaf saya br sempat bls komennya. Sebenarnya saya tdk terlalu paham universitas mana yg memiliki kualitas terbaik di program kesehatan. Menurut saya tiap universitas punya kapasitas dan kompetensi berbeda.

      Mungkin saya kasih gambaran saja. Kalau di Unversity of Sydney tidak ada jurusan khusus Health Management, hanya saja jika mau, bisa melalui program Master of Public Health (MPH) kemudian nanti pada saat semester 2, jurusannya lebih dikhususkan pada health economics. Setau saya di UNSW ada program khusus (stream) untuk health management. Silahkan dicek ke websitenya.

      Oya, contoh aplikasi AASnya juga sudah kirim ke email. Mohon dicek ya.

      Semoga bermanfaat dan good luck!! :)

      Delete
  8. Halo Mbak,
    Terima kasih banyak karna Mbak sudah mau menuliskan dan berbagi pengetahuan dan pengalamannya untuk kami para pemburu beasiswa ^_^
    Saya ingin bertanya tentang PDA (priority development areas) yang terdapat di form AAS, untuk bagian priority fields of study, apakah itu sudah merupakan jurusan atau hanya gambaran secara umum saja? mohon penjelasannya..
    dan bila Mbak berkenan mengirimkan saya contoh pengisian aplikasi AASnya, saya sangat berterima kasih sekali.
    Semoga sukses terus ya Mbak

    rachmawati.dinny@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dinny, salam kenal!

      Sama2, terima kasih juga ya sudah mampir!

      Untuk Priority Development Areas dalam form AAS, itu gambaran jurusan yang akan diambil secara umum. Misalnya, di sini saya mengambil jurusan Master of International Public Health, maka saya memilih kategori 'Investing People' karena Public Health berada di bawah kategori tsb. Untuk Priority Field of Study, diisi spesifik sesuai dengan jurusan, atau topik penelitian (khusus pelamar S3).

      Formnya akan saya coba kirim. Ditunggu ya!

      Semoga sukses! :)

      Delete
  9. Salam kenal mbak...saya ance, mw jadi pejuang ads juga neh buat 2015, sy minta form aplikasi mbak juga yaaa....buat sy pelajari...hehe...thank lot mbak....(yens.zahra@gmail.com)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nanti saya coba kirimkan. Salam kenal Ance. Ditunggu ya..

      Delete
  10. Assalamu'alaikum...Mbak Nissa.. :-)
    'Moga tetap sehat dan mendapatkan kebaikan...
    Saya mau minta juga contoh form aplikasi yang Mbak punya...
    Lewat email ya.. saifulrahin33@gmail.com
    Makasi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang email di atas salah ketik..
      saifulrahim33@gmail.com

      Delete
    2. Wa'alaikumussalam. Aamiin, semoga kesehatan selalu tercurah untuk mas Saiful. Ya, nanti saya coba kirimkan. Ditunggu ya!

      Delete
    3. Boleh saya juga di kirim aplikasinya mbak
      Dianapurwati1801@gmail.com
      Terimakasih
      Mudah2n di balas surga mbak

      Delete
  11. Assalamu alaikum...
    Mbak,,, boleh tidak saya minta contoh aplikasinya ???
    andisopian.unm@gmail.com

    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam..

      Sudah saya kirim ya. semoga bermanfaat

      Delete
  12. Assalamu alaikum..
    terima kasih mbak sudah menulis postingan yang inspiring.
    boleh saya minta contoh pengisian aplikasi form AAS mbak?
    mohon dikirim ke email saya : rhamadhanasultan@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Sama2, terima kasih juga sudah berkunjung. Contoh aplikasinya sudah saya kirim ya. Tks

      Delete
  13. Valisneria Utami02 March, 2015 22:28

    Assalamulaikum mbak,..ceritanya sangat menginspirasi. Mbak, kalau berkenan bolehkah saya minta saran dan masukan mbak atas supporting statement yang saya buat? Saya ingin ikut mendaftar tahun ini mbak dan ini kali pertama buat saya. hehehe. Jika mbak berkenan, bolehkah saya minta alamat email mbak untuk saya kirim essaynya sekaligus sharing juga berdikusi seputar beasiswa AAS?terimakasih banyak mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam..

      Sama2, mbak Utami. Mohon maaf baru sempat saya balas. Boleh saja dikirimkan ke email saya: anissa.rizkianti@yahoo.com

      Insyaa Allah nanti saya bantu. Kalau ingin diskusi, silahkan melalui email. Tkb. Semoga sukses ya!!

      Delete
  14. assalamualaikum mbak... thanks for sharing mbak. Klo boleh saya minta dikirimin jg y mbak saya sudah mengisi formulirnya tp masih raguu . ini email saya rahmi_affuani@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Sama2.. sudah saya kirim ya. Semoga bermanfaat!

      Delete
  15. assalamu'alaikum mbak,
    terima kasih atas tips-tips nya, keren. semoga saya bs lulus juga kayak mbak.
    mbak, saya sedang dalam proses pengisian aplikasi AAS, saya boleh minta contoh aplikasi punya mbak ?
    ini email saya : yuliaannisa.stp@gmail.com.
    terima kasih mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam..

      Sama2.. aamiin, insyaa Allah. Semoga sukses. Contoh aplikasinya sudah saya kirim ya. Tks

      Delete
  16. wahh beruntung bisa sempat baca tulisan di blognya mba Annisa, saya juga sdg dftr AAS tp msh dlm penyelesaian penulisan supporting statementnya, berhubung thn ini apply nya lwt OASIS jd bs agak renggang nyicil isian formnya, btw bs minta tlg dikirimkan contoh suporting statementnya nda mba buat tambah" inspirasi nulis soalnya lg stuck di point 3 pertanyaannya..klo boleh ini email saya mba anti.darmi@yahoo.com

    terimaksih mba Annisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal. Sudah saya kirimkan ya. Mohon maaf sekali jika baru sempat.

      Semoga berhasil ya! :)

      Delete
  17. Halo kak nissa, salam kenal saya juga dari FKMUI ini :) saya boleh minta tlg dikirimkan contoh aplikasinya? Email saya: bungacecillia@gmail.com thanks kak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga! Wah kita satu almamater. Contoh aplikasinya sudah saya kirimkan.

      Good luck ya! ;)

      Delete
  18. Hallow mba nisa.. trima kasih ats infonya... sangat membantu.. saya jg berencana daftar beasiswa Ass th bsok.. skrg lg prepare Bhs inggris yg pas pasan :), mhn bantuannya mba untk email conth aplikasinya pas daftar beasiswa AAS kmaren ke oliviasandraerika@gmail.com, trima kasih mba :)

    ReplyDelete
  19. Hallow mba nisa.. trima kasih ats infonya... sangat membantu.. saya jg berencana daftar beasiswa Ass th bsok.. skrg lg prepare Bhs inggris yg pas pasan :), mhn bantuannya mba untk email conth aplikasinya pas daftar beasiswa AAS kmaren ke oliviasandraerika@gmail.com, trima kasih mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal.

      Contoh aplikasinya sudah saya kirimkan via email ya. Maaf baru sempat.

      Semoga sukses! ;)

      Delete
  20. Assalamualaikum mba nisa..
    Bermanfaat sekali sharingnya mengenai perjuangan mendapat beasiswa ADS..
    Saya jg berencana untuk mendaftar beasiswa ADS tqhun depan, skrg sdg giat2nya mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai beasiswa ini, trmasuk bagaimana cara mengisi form aplikasinya.. Kalau boleh berbagi, saya juga ingin dishare form aplikasinya mba nisa ke canimiranti@gmail.com.. Trimakasih sblmya mba..
    Wassalam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Halo, salam kenal. Terima kasih sudah membaca.

      Contoh aplikasinya sudah saya kirimkan via email ya. Maaf baru sempat.

      Semoga sukses! ;)

      Delete
  21. Assalamualaikum mba Anisa
    bermanfaat sekali infonya... mba mau tanya, dari uraian di atas, berarti kita dimungkinkan melamar dengan sertifikat toefl itp dari institusi yang di sebutkan di website AAS ya?
    Kalau boleh tanya dulu mba Anisa mendaftar menggunakan hasil ielts atau apa ya?
    Terimakasih.
    Wass

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Iya betul pada tahun 2012/2013 masih bisa mendaftar menggunakan hasil TOEFL ITP dari salah satu institusi yang disebutkan di dalam website AAS. Sepertinya sampai sekarang masih bisa menggunakan TOEFL ITP.

      Ayo coba dipersiapkan! Sudah mulai pendaftaran Feb tahun depan.

      Good luck! ;)

      Delete
  22. Terimakasih mba anissa atas balasannya. semoga segera bisa nulis yg beginian mengikuti jejak mba anisa :). oiya mbak, boleh nggak saya minta dikirimi contoh aplikasi mba anissa?
    Email saya anninurlaili@gmail.com. terimakasih banyak mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga berhasil ya! Contoh aplikasinya sudah saya kirim.

      Good luck! ;)

      Delete
  23. assalamualaikum mb nisa, salam kenal. saya widya. saya terinspirasi sekali dengan pengalaman mb nisa untuk beasiswa AAS. boleh tidak kita ngobrol lebih dekat dan sharing pengalaman mb nisa saat berjuang beasiswa AAS. saya bermaksud untuk berjuang awal tahun depan. saya butuh sekali bantuan seseorang yang pernah memiliki pengalaman ini. ini alamat email saya widyasoemarno@gmail.com . saya harap mb nisa berkenan untuk sharing dengan saya. terimakasih banyak :)... dan salam kenal Widya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Halo, salam kenal juga Widya. Terima kasih sudah mampir :)

      Kalau ada yang ingin ditanyakan seputar beasiswa AAS/ADS, bisa ditanyakan dulu ke saya melalui email ke alamat: anissarizkianti@gmail.com. Panjang lebar silahkan. InshaAllah nanti saya coba bantu jawab ya.

      Domisilinya di mana? Jika ada kesempatan, bisa diatur waktu untuk ngobrol langsung.

      Delete
  24. dek,, mbak boleh minta kirimin applikasi nisa yang kemarin jg? ismiayie@yahoo.com alamat email mbak. sekalian mbak boleh tanya2 yah nantinya. terakhir daftar tahun 2013, pas mau daftar lagi sekarang koq jadi kagok yah,, banyak yang agak berubah. mohon banget pencerahannya,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya kirimkan via email ya mbak. Semoga masih bisa dijadikan acuan.

      Good luck!

      Delete
  25. Dear mbak Annisa, saya berencana ingin mendaftar AAS tahun ini, saya ingin mengambil jurusan science (kimia) tapi berhubung tidak ada dalam list PDA / PFS apakah saya masih bisa mendaftar jurusan tersebut atau?
    saya juga ingin meminta contoh form mbak ke monicaputri22@gmail.com. terima kasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Monica.

      Iya saya cek di daftar priority field of study-nya memang nggak ada ilmu murni science termasuk kimia. Mungkin karena pada dasarnya peminatan yang dipilih tentunya harus masuk dengan prioritas kerjasama Australia dengan Indonesia. Kamu masih memungkinkan untuk mendaftar tapi tentunya dengan jurusan lain. Jangan lupa bahwa jurusan yang kamu pilih nanti pun harus tetap sejalan dengan karir atau latar belakang kamu.

      Contoh form aplikasi AAS sudah saya email. Silahkan dipelajari. Semoga sukses!

      Delete
  26. Salam kenal mbak Nissa.. Sebelumya terima kasih bnyk nih udh bagi2 ilmu yg bermanfaat.. InsyaAllah saya mw ngikutin jejak mba utk apply aas, dan cth form mbak pasti akan sangat membantu. Boleh saya mnt tlg kirim ke email fariesa91@gmail.com mbak? Makasih bnyk mbak..jazakillahu khairan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Terima kasih sudah mampir. Contoh aplikasinya sudah saya kirim. Semoga bermanfaat. Good luck ya!

      Delete
  27. Assalamu'alaikum, Mba Nisa..

    Senang membaca tulisan Mbak Nisa ini, mbak boleh saya meminta formulir dan personal statement mbak dulu sebagai bahan referensi untuk saya karena saya berniat untuk mendaftar AAS 2017. Kalau mbak berkenan ini alamat e-mail saya tantiendarw@yahoo.co.id. Saya sudah mencicil membuat PS dan CV dari setahun yang lalu dan tinggal disempurnakan sedikit lagi. Mohon do'anya mbak semoga saya bisa lolos AAS 2017 ini. Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Sama-sama mbak Thanty. Terima kasih juga sudah mampir dan membaca tulisan ini. Saya sudah kirimkan contoh aplikasinya, di dalamnya juga ada isian supporting statement, bisa dilihat.

      Aamiin, semoga bisa lolos ya. Good luck!

      Delete
  28. Assalamu'alaikum wr...wb.
    Terima kasih banyak Kak Anissa atas tulisannya yang sangat inspiring. Saya berencana untuk memasukkan lamaran AAS tahun ini Kak. Namun, saya agak kesulitan untuk melengkapi statement di form oasisnya. Bolehkah saya jadikan formnya Kak Anissa sebagai referensi saya dalam melengkapi form tersebut? email saya solihin.mohe@yahoo.com , Semoga Kak Annisa berkenan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Sama-sama ya. Form aplikasi saya tahun 2013 lalu sudah saya kirim. Bisa dicek emailnya. Semoga masih bisa dijadikan referensi. Semoga sukses!

      Delete
  29. Assalamu'alaikum wr...wb mba,

    Saya Devi, rencananya saya ingin melamar beasiswa AAS tahun ini dan apakah boleh saya minta untuk dikirimkan ke email suryaputridevi@gmail.com? Terima kasih banyak ya Mba tulisannya sangat membantu dan menginspirasi! :)

    ReplyDelete
  30. hallo Mbak Nisa,
    Saya Mutik, Tulisan Mbak Nisa menarik, apakah boleh saya minta contoh aplikasi yang Mbak Nisa kirim untuk AAS dulu? ini email saya pitajeng@gmail.com. terimakasih ya Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mutik. Form aplikasi saya sudah saya kirim. Bisa dicek emailnya. Semoga masih bisa dijadikan referensi ya. Semoga sukses!

      Delete
  31. Semoga jadi amal jariyah mbak. Tipsnya sangat membantu & boosted my spirit..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2.. semoga sukses dan bisa menyusul saya kuliah di Australia!

      Delete
  32. aslm wr wb sangat menginspirasi mbak ., kalo d ijinkan saya juga minta aplikasi mbak yang sudah di kirimkan ke AAS. Terimakasih
    email : kariyono.atrbpn@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Alhamdulillah kalau tulisan saya bermanfaat. Form aplikasinya sudah saya kirimkan. Bisa dicek emailnya. Mohon maaf jika lama br saya kirim. Semoga masih bisa dijadikan referensi. Semoga sukses!

      Delete
  33. Saya merasa beruntung bisa baca blog ini, sangat menginspriasi dan membuat saya bersemangat untuk daftar aas 2017. Saya agak bingung dengan pertanyaan di Oasis " How did you choose your proposed course and study?" , apakah maksudnya dijabarkan motivasi kita memilih jurusan tersebut? Lalu Jika berkenan, apakah saya bisa minta mbak mengirimkan aplikasinya untuk menjadi panduan saya ke tugasmatilda@gmail.com? terima kasih sebelumnya,

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Tilda! Terima kasih sudah mampir. Maksud pertanyaannya adalah bagaimana kamu memilih jurusan. Karena biasanya jawaban harus singkat dan padat, beritahukan apa yang menjadi motivasi kamu dan bagaimana kamu menemukan jurusan yang kamu pilih itu, misal apakah karena dorongan atasan di kantor, atau karena minat dan linear dengan jurusan pendidikan sebelumnya, dsb. Untuk form aplikasinya sudah saya kirimkan ya. Maaf jika saya agak lama br sempat mengirim. Semoga sukses!

      Delete
  34. Assalamualaikum Mbak Nissa, salam kenal ya ^^
    Mbak, saya juga lulusan S1 kesmas, fokus saya ke kesling. Apa mbak ada rekomendasi univ yang bagus keslingnya? (selain Griffith, untuk bahan pertimbangan mbak...)
    Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Salam kenal juga ya Agni! Maaf kalau saya baru sempat buka2 blog. Kebanyakan universitas di Australia menggabungkan K3 dan kesling dalam satu program. Menurut saya, Flinders University bisa jadi pilihan karena punya program Master of Environmental Health yang fokus pada environmental risk to public health. Univ lain bisa kamu liat QUT yang punya program lebih komprehensif Master of Health, Safety and Environment yang menurut saya akan cocok jika kamu bekerja di industri.

      Semoga membantu ya! Sukses selalu :)

      Delete
  35. Salam kenal Mbak.
    saya berencana untuk mendaftar tahun ini, namun karena saya tinggal di Papua dengan akses terbatas, saya mengalami kesulitan dalam mengisi aplikasi, apakah saya boleh meminta contoh aplikasi mbak sebagai referensi?
    terimakasih sebelumnya mbak
    email : srimartha.simanjuntak@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mbak. Terima kasih sudah mampir. Contoh aplikasinya sudah saya email mbak, maaf jika baru saya kirimkan. Sukses selalu!

      Delete
  36. Mbak nisa...boleh Minta contoh formnya mbak..? Saya masih bingung sama supporting statementnya... Thanks.. Hasan (mhasanbasri123@gmail.com)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya kirimkan mas. Sukses selalu!

      Delete
  37. Halo Mba Nisa, saya Devi rencananya juga akan apply beasiswa AAS tehun ini dengan mengambil program by coursework. Apakah chance untuk applicant by coursework lebih kecil menurut pengalaman mba? Sebenarnya banyak hal yang ingin saya tanyakan ke Mba apabila berkenan apa boleh mba kirimkan formulir serta format CV ke suryaputridevi@gmail.com terima kasih banyak mba ke depannya mungkin bisa menjalin silaturahmi via email. thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Devi! Salam kenal ya. Maaf saya baru sempat membalas. Rencananya mau ambil program Master apa? Menurut saya, chance untuk master by coursework justru lebih banyak dibandingkan master by research atau PhD. Form aplikasinya sudah saya kirim ya. Kalau ada pertanyaan lagi, bisa berkirim email ke anissarizkianti@gmail.com.

      Sukses selalu!

      Delete
  38. Assalamu'alaikum mbak, tulisannya sangat membantu n bikin makin semangat apply beasiswa nih..
    Saya minta tolong dikirimin form aplikasi nya mbak juga ya ke email raninovarianti@yahoo.co.id
    Terima kasih banyak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Sama-sama, semoga sukses ya! Contoh aplikasinya sudah saya kirimkan ke email mbak :)

      Delete
  39. Asalamulaikum mbak Nisa, saya lagi apply bea siswa AAS untuk Master by coursework, sangat senang sekali jika mba nisa mau berbagi form aplikasinya ke email saya ardianbcpriok@gmail.com.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Salam kenal mas Ardiansyah. Form aplikasinya sudah saya kirimkan. Semoga bisa menjadi referensi. Good luck ya!

      Delete
  40. Halo Mbak, perkenalkan saya Ayu. Salam Kenal. Mbak saya boleh minta contoh form aplikasi Mbak lalu tidak? Kalau boleh, minta tolong kirimkan ke adningrum@gmail.com . Insya Allah saya berencana untuk daftar intake 2017 ini Mbak.
    Mbak boleh sharing-sharing pengalamannya semisal saya lolos ke tahap selanjutnya?
    Terimakasih sebelumnya.
    Salam

    ReplyDelete
  41. assalamu'alaikum mba,, saya rufaida. saya boleh minta contoh aplikasi mb yang kemaren tidak? kalao boleh, bisa dikirim ke rufaidaanny@gmail.com. makasih mba,, jazaakillah khoir

    ReplyDelete
  42. Assalamualaikum mbak, saya bingung dg maksud preference di pengisian data oasis. Terima kasih bantuannya mbak

    ReplyDelete
  43. Assalamualaikum mbak, saya bingung dg maksud preference di pengisian data oasis. Terima kasih bantuannya mbak

    ReplyDelete
  44. Halo mbak. Nama saya ingrid, saya sedang apply beasiswa AAS intake 2017 ini. Apabila mbak nisa tidak keberatan, apakah saya boleh minta tolong juga dikirimkan form aplikasi mbak pada saat apply kemarin? Email saya ingrid.cei@gmail.com

    Terima kasih mbak nisa. Sukses selalu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo! Sudah saya kirimkan contoh aplikasinya ya. All the best! ;)

      Delete
  45. Rizki Irawan31 May, 2016 11:07

    Halo mbak Anissa. Terkait dengan AAS saya mau tanya tentang upload scan ijazah/transkrip asli dan certified copy ijazah/transkrip. Beberapa kabar menyebutkan bahwa apabila kita upload scan ijazah/transkrip asli kita langsung gagal di seleksi administrasi...Apakah mbak Annisa mempunyai beberapa teman yang lulus shortlisted dengan upload scan ijazah/transkrip asli?

    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo juga Rizki. Maaf baru saya balas. Sepertinya kabar itu nggak tepat ya. Saya dulu sudah serahkan copy ijazah dan transkrip saat seleksi administrasi dan dua hal itu pun masuk ke dalam essential document untuk pengajuan administrasi.

      Kecuali yang English translation, itu optional. Bisa dibawa saat sdh jadi shortlisted. Tapi saya serahkan pada seleksi administrasi pun nggak apa-apa.

      Gud luck ya!

      Delete
    2. Assalamu'alaikum Mbak Nissa, mbak Saya Endar mau tanya kalau yang dikirim scan ijazah asli dan bukan copy ijazah yang dilegalisir bagaimana ya, untuk transkrip saya mengirim scan ijazah asli dan copy yang sudah dilegalisir tapi yang ijazah saya malah hanya mengirim scan asli dan tidak menyertakan copian yang dilegalisir tapi saya sudah menyertakan ijazah yang diterjemahkan tersumpah. Apakah ini akan bermasalah saat seleksi administrasi ya? Apa mengirim scan ijazah asli saja akan membuat aplikasi langsung ditolak?

      Terima kasih sebelumnya.

      Delete
  46. Assalamualaikum mbak Anissa, mbak saya mau tanya saat mbak sedang menempuh S2 di The University of Sydney di jurusan Master of Public Health apakah semua teman mbak Nisa backgroud S1nya juga S1 Kesehatan Masyarakat? apa ada teman mbak Nissa dulu yg background S1nya kedokteran atau S1 Keperawatan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Kebetulan saya ambil Master of International Public Health, dan tidak semua memiliki background S1 Kesmas lho. Ada yang S1 kedokteran, keperawatan, farmasi bahkan ilmu sosial seperti psikologi. Mau lanjut ambil MIPH? Kamu bisa ngobrol lebih banyak via email ya anissarizkianti@gmail.com.

      Cheers ;)

      Delete
  47. assalamualaikum kak nisa
    saya betul betul terinspirasi sama tulisan kakak, saya baru lulus S1 tahun ini kak, dan rencana mau nyoba AAS tahun depan kak untuk S2, cuman saya masih byk bingung tentang AAS kak, kalau boleh saya mau ngobrol byk kak ttg beasiswa AAS via email kak dan kebetulan univ yang saya incar sama dengan univ tempat kakak study kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Hai salam kenal juga ya. Saya senang sekali tulisan saya bisa memberikan suntikan semangat.
      Silahkan beremail ke saya ya, anissarizkianti@gmail.com.

      Insya Allah saya upayakan merespon email kamu segera.

      Sukses selalu :)

      Delete
  48. Halo mbak Nissa
    Luar biasa ya sharing nya mbak ttg AAS. Saya boleh minta dikirim contoh essay nya mbak? Kalo berkenan bs dikirim ke eunikelopians@gmail.com. Thank you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, salam kenal juga ya! Sudah saya kirimkan contoh essay nya dan form aplikasi ADS nya. Semoga bermanfaat ya! Good luck :)

      Delete
  49. Selamat pagi mba.

    Perkenalkan nama saya Bintang. Saya berniat mendaftar AAS untuk periode tahun depan 2017. Terimakasih sekali atas sharingnya. Saya ingin mulai mencicil menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam application dan mengerjakan formulir pendaftaran. Apakah boleh dishare ke saya? Terimakasih sekali jika berkenan. Email saya: starandsky.9999@gmail.com

    Semoga menjadi amal pahala untuk mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Bintang, terima kasih sudah mampir ke blog ini ya. Aamiin saya doakan lolos ya. Saya sudah kirimkan form aplikasi saya tahun 2013 lalu. Maaf saya baru baca notifnya, jadi baru dikirim.

      Semoga bermanfaat! :)

      Delete
  50. Salam kenal mbk nisa, saya ayat. Beruntung sekali menemukan blog mbk nisa yg sgt inspiratif & membarakan semangat. Jika berkenan mhn bntuan mbk nisa mengirimkan cth CV, PS & aplikasi mbk nisa sbg bahan referensi. Tmksh byk mbk.. Sukses sllu yaa.. ayat88csrpku@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Ayat. Sukses ya.

      Semoga kiriman saya bermanfaat ya! :)

      Delete
  51. Assalamualaikum mba nisa,
    salam kenal, saya fitri. Alhamdulillah bisa ketemu blog mba yang sangat menginspirasi. saya berniat untuk mendaftar AAS tahun 2017. Jika mba nisa tak keberatan saya boleh minta dikirimkan form applikasinya ke fitrimini90@gmail.com untuk bahan belajar saya dan untuk panduan. Terimakasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Salam kenal juga Fitri!

      Sama2. Semoga bermanfaat ya. Saya sudah kirim contoh aplikasinya ke email. Semoga sukses dan bisa segera menyusul saya ya! ;)

      Delete
  52. Luar biasa ya Mba Nisa, terimakasih untuk tips-tipsnya. Saya berencana mencoba apply AAS tahun 2017, sekarang sedang mempersiapkan segala2nya mulai dari IELTS dan rencana studi kedepan. Saya ingin sekali memiliki beberapa refrensi form aplikasi, semoga Mba Nisa tidak berkeberatan mengshare form mba, jika berkenan tolong kirimkan ke email yaniarfebrina@gmail.com
    Terimakasih banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Mudah-mudahan bermanfaat ya contoh form aplikasinya. Saya sudah kirim via email. Mohon dicek. Good luck! Semoga persiapannya lancar :)

      Delete
  53. Assalamualaikum Mba Nisa.
    Tulisannya menginspirasi, jadi makin termotivasi. Pendidikan S1 saya juga kesehatan masyarakat mbak dan berencana daftar AAS untuk 2017 ini untuk lanjut S2 juga di bidang kesehatan masyarakat. :)
    Saya juga ingin melihat CV dan form aplikasi mbak Nisa kalau berkenan bisa dikirim ke nf.meuthika@gmail.com.
    Terimakasih mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Sama-sama. Makasih sudah mampir ke blog saya. Kita lanjut diemail saja ya! :)

      Delete
  54. Assalamualaikum Mb Annisa (nama kita sama,hehe).
    Ulasan yang sangat bermanfaat dan menginspirasi mb.
    Apabila berkenan mohon untuk dikirimkan CV dan form aplikasi Mb ke email saya mb annisa.rizkaa@gmail.com :)
    Semoga menjadi ladang amal dan ibadah untuk Mb Nisa.
    Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

    Terimakasih mb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Hai Annisa, yg namanya sama dengan saya, :)

      Sudah saya kirim contoh CV dan form aplikasinya. Aamiin. Semoga bermanfaat jg buat kamu.

      Delete
  55. Assalamualaikum mba anissa, tulisan nya sangat menginspirasi, sebelumnya salam kenal ya mba, saya juga dari lulusan s1 kesmas :) o ya mba kalo boleh mohon dikirimkan contoh cv dan aplikasi mba ke enipuspitasari35@gmail.com, terima kasih mba sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Hai Puspita. CV dan application form-nya sudah saya kirim ya.

      Good luck! :)

      Delete
  56. Assalamu'alaikum.

    Perkenalkan nama saya Dynar Anjani, cukup panggil saya Dynar.

    Terima kasih banyak mba Nissa sudah membagikan pengalamannya, sangat informatif.
    Mba Nissa, apakah saya boleh meminta form aplikasi dan CV yang kemarin dibuat untuk mendaftar beasiswa ini? Bisa dikirim melalui email saya, dynaranjani17@gmail.com

    Selain itu, saya juga ada pertanyaan lain mengenai research proposal dan pencarian supervisor. Untuk program master degree by coursework apakah nantinya juga harus mengajukan research proposal dan mencari supervisor? Bagaimana jika nanti topic thesisnya diambil dari real life study case?
    Berhubung mba Nissa master degreenya mix antara research dan coursework, mungkin bisa dishare lebih lanjut bagaimana pengalaman mba Nissa kemarin berkenaan dengan thesis dan supervisor.

    Terima kasih atas waktu dan bantuannya.

    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Sama2. Semoga bermanfaat ya infonya.

      Sudah saya kirim cv dan aplikasinya. Sukses ya Dynar! :)

      Delete
  57. halo mba,

    terimakasih utk postingnyaaa hehehe, saya juga minta formulirnya mba kalau boleh sbg referensi, ke megsafira@gmail.com
    terimakasih banyak mba, mohon doa restuuu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Safira!

      Formulirnya sdh saya kirim ya! Aamiin, semoga sukses :)

      Delete
  58. Haloo mba Annisa... sangat membantu sekali postingannya.
    Saya berencana juga akan mencoba apply beasiswa AAS tahun ini.
    Kalau memungkinkan bolehkah saya meminta form dan CV mba Annisa sebagai panduan apply.
    Email saya: silvianaoemar@gmail.com
    Terima kasih banyak mba sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Silviana,

      Form dan CV-nya sudah saya kirimkan ya. Mohon dicek. Maaf br sempat.
      Semoga sukses ya!

      Cheers :)

      Delete
  59. Assalamualaikum, Mba Anisa
    Apa kabar? semoga dalam keadaan sehat selalu. Kebetulan sekali sekarang saya sedang apply beasiswa AAS. Sedang googling info beasiswa ini ketemulah blognya mba anisa. Terimakasih telah berbagi info yang sangat bermanfaat. Saya sedang mencoba menulis personal statement, boleh tidak saya minta contoh aplikasi sebagai panduan? dan kalau boleh tahu buku IELTS apa yang mba anisa pakai untuk berlatih? karena sy sedang mencari bahan untuk berlatih IELTS mandiri.
    email saya : cepiherdiyan@gmail.com
    Terimakasih..

    ReplyDelete
  60. Assalamualaikum Mba Anissa

    Terimakasih postingannya bagus sekali
    Saya sedang mencoba apply AAS tahun 2017. Kalau boleh saya ingin meminta contoh CV dan pengisian form AAS milik Mba Anissa sebagai referensi.
    Terimakasih sebelumnya Mba

    fadhinaufal@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam

      Sama2 Mas. Form aplikasinya sudah saya kirimkan ya. Mohon dicek.

      Best,
      Nisa

      Delete
  61. Menginspirasi sekali..maaf saya ingin tanya sebelum mba anissa belajar ielts.. dulunya (mungkin sd, smp, atau sma) pernah kursus jg atau tidak dan sampai level berapa. Hal ini sya tanyakan untuk mengukur berapa lama saya untuk mempelajari bahasa inggris krna melihat bahwa mba anissa dapat mmbuat peneltian sh bhsa inggirs dgn baik. Terimakaaih

    ReplyDelete
    Replies
    1. SD saya kursus sampai lulus, SMP sampai SMA saya kursus sampai advanced level. Pas kuliah saya cuma kursus persiapan toefl dan ambil conversation class. Yang bagus mungkin belajar lalu dipraktekkan. Good luck!

      Delete
  62. Halo Mbak Anissa, senang sekali saya bisa 'nyasar' di blog-nya mba ini. Saya sedang mempersiapkan berkas untuk melamar AAS 2017. Saya sudah mendaftar online dan lumayan bingung dengan beberapa pertanyaan, format CV, dan persyaratan yang ada di website oasis.
    Apakah saya bisa memperoleh contoh CV dan formulir aplikasi mba Anissa? Selanjutnya buku IELTS yang mbak bisa referensikan untuk saya apa ya? Saya baru akan ikut test IELTS. Terima kasih sebelumnya.
    ini email saya: jeansoniapl@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Jean, saya sudah kirim via email terkait contoh CV, form aplikasi dan contoh buku IELTS. Semoga bermanfaat ya! Good luck ;)

      Delete
  63. Assalamualaikum. Mba Annisa salam kenal,saya Adinda. InsyaAllah tahun ini saya apply AAS dan sedang dalam proses pengisian Form nya. Kalau boleh,saya mau minta dikirimkan form aplikasi dan CV punya mba sebagai referensi boleh ? Terima kasih.

    adindakurp@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Hai Adinda. Sudah saya kirimkan form dan CV-nya. Semoga bisa membantu. Sukses ya!

      Cheers

      Delete
    2. Terima kasih banyak Mba. Mba maaf mau tanya, kalau untuk dokumen2 yang harus di upload, bisa dilihat dimana ya mba ? Terima kasih

      Delete
  64. Hallo mbak nisa, salam kenal ya ^^
    Saya fresh graduate dari salah satu uni di Jogja dan saya tinggal di jogja. Yang saya ingin tanyakan adalah saya ini posisinya kan masuk kategori open untuk daftar ads, kuotanya berarti hanya 30%, apalagi saya juga kan bukan pekerja dari institusi pemerintah. Apa masih mungkin saya lolos ads ya ? Kemungkinan nya kecil sekali :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Nadya! Salam kenal juga.
      Ya memang kuota untuk applicant dari category open itu cuma 30%, karena yg saya tahu beasiswa ini sudah lama jadi bagian dari kerjasama bilateral Indonesia-Australia. Dan esensinya ada kerjasama dg institusi Kementerian/Lembaga. Tp ga menutup kemungkinan kok kalo Private dan Open category jg diterima. Mereka ttp melihat dr berbagai kualifikasi, ga cuma dr background. Jadi jangan putus asa! Teman saya byk kok yg dari open category. Tp mgkn freshgraduate itu yg jadi salah satu pertimbangan mrk.

      Semoga bisa membantu :)

      Delete
  65. Assalamu'alaikum mbak Nisa, salam kenal saya Amel.. Saat ini saya sedang dalam proses pengisian for aplikasi.. Kalau mbak berkenan saya juga mau blejar dari contoh form aplikasi mbak Nisa boleh, mbak? email saya amaliarosaline@gmail.com

    Oia, mbak, saya mau bertanya barangkali mbak ada saran.. untuk university preferences kan kita diperbolehkan memilih 2 universitas yang berbeda ya mbak, nah itu ada strateginya nggak mbak, misal preferensi 2 gradenya lebih rendah dari preferensi satu atau bagaimana?
    Sebelumnya maaf ya mbak kalau saya banyak tanya, terima kasih sebelumnya semoga amal mbak dibalas dengan berkali2 lipat oleh Allah SWT, aamiin..

    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Halo Amel salam kenal!

      Terkait university preference, sebenarnya nggak ada pakemnya. Tp emg saya rasa biasanya preferensi pertama lbh tinggi gradenya dr yg kedua. Begitu jg wktu memilih jurusan kuliah S1. Namun justru beberapa org memilih uni preference dg grade yg sama. Menurut saya, uni di Australia sama2 excellent hanya saja gradenya diukur dr kebutuhan ielts yg dimintakan oleh uni. Preference 1 biasanya ieltsnya lbh tinggi ke preference 2. Atau preference 1 sedikit beda jurusan dg preference 2. Klo pengalaman sy dulu bgtu, beda jurusan tp grade ieltsnya sama2 min 6.5.

      Jadi balik lg, ga ada pakem. Asal memang klo km merasa kemampuanmu ga bisa mencapai 7, meskipun nanti sbnrnya sdh PDT (pre departure training), km mgkn mempertimbangkan uni tsb utk tdk km pilih. Pilih yg dibawahnya sedikit 6.5 misalnya.

      Semoga bisa membantu! Good luck ya!

      Cheers

      Delete
  66. Assalamualaikum mbak Nisa,

    Salam kenal, saya Silvi. Saya sedang persiapkan pendaftaran AAS tahun ini mbak. Yang mau saya tanyakan, saya ada Toefl ITP apakah AAS masih menerima TOefl ITP? Karena di lembar persyaratan 2017, tertulis yang diminta adalah Toefl PBT atau IBT, atau Ielts. Saya sudah email ke pihak AAS-Indonesia tapi sudah 3 hari belum ada jawaban. Saya pun sudah baca2 bahwa PBT ternyata sedikit berbeda dari ITP walaupun sama2 paper based. Jadi saya masih ragu, apakah toefl ITP saya bisa saya ikutsertakan. karna jika tidak, saya perlu segera mengambil test Ielts saja.
    Bagaimana menurut mbak Nisa?
    Untuk reference letter, apakah boleh bentuk bebas tanpa menggunakan template yang disediakan kah?

    Jika mbak berkenan, saya juga belajar dari contoh form aplikasi mbak Nisa. email saya silvi.ai.carolina@gmail.com

    I appreciate your response, mbak. Thank you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Oke saya coba jawab lebih detil di email ya. Tetap semangat Silvi! :)

      Delete
    2. Mbak, saya Amel, saya juga punya permasalahan yg sama dg Silvi, kalau berkenan mbak menjawab disini? saya kjuga pakainya TOEFL ITP.. Terima kasih sebelumnya mbak :)

      Delete
    3. Ok, sy coba jawab di sini. Kalau saya lihat di website AAS dan AAS Faq, applicant diperbolehkan menggunakan TOEFL Institutional (atau disebut TOEFL ITP). jadi nggak harus pake PBT atau CBT (TOEFL Internasional).

      Ini sy kasih link penjelasannya, mohon dibaca bagian toefl.
      http://www.australiaawardsindonesia.org/content/38/12/application-faqs?sub=true

      Kalo dr penjelasan di situ, disebutkan bahwa toefl institutional (ITP) diperbolehkan.

      Delete
  67. Assalamualaikum Kak,

    salam kenals, saya Risca mahasiswi semester 3 disalah satau pergutuan tinggi ilmu kesehatan. saya memiliki impian untuk menlanjutkan study di Australia, sebenarnya memiliki impian ini mulai dari kelas 2 SMK namun orang tua belum memberikan izin saat itu, maka dari itu saya ingin melanjutukan study S2 saya di Australia. terimakasih sudah menulis artikel ini sangat bermaanfaat untuk saya. kak apakah kaka memiliki formulir application AAS? karena saya telah googling tpi tidak menemukannya huhu :(. jika kak Nisa berkenan, saya ingin belajar dari contoh form aplikasi kak Nisa? alamat email saya riscanov@yahoo.com. terimakasih kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Halo Risca salam kenal juga! Saya senang jika kamu punya mimpi yg sama dengan saya. Insyaa Allah nanti orang tua mengizinkan. Sambil menunggu dpt izin, bagaimana kalo dipersiapkan diri dulu. Ga cuma berkas aplikasi tetapi juga persiapan bahasa.

      Maksudnya form aplikasi AAS yg skrg? Kebetulan skrg apply AAS via online melalui OASIS. Coba deh cek website AAS: http://www.australiaawardsindonesia.org/content/12/long-term-awards

      Kalau ingin melihat contoh punya saya, nanti akan saya kirimkan ya!
      Semoga sukses!

      Delete
  68. Assalamualaikum Mbak Anissa

    Mbak saya juga mau minta contoh format CV Mbak Anissa. Ini email saya thantiwati@gmail.com

    Thanks in advance

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.

      Halo Mbak Thanti, sudah saya kirim ya. Semoga sukses!

      Delete
    2. Iya mbak Anissa sudah saya lihat. Terima kasih mbak karena sudah mau berbagi.....^.^

      Delete
  69. Assalamualaikum mbak anissa,
    apakah saya boleh minta contoh pengisisan form AAS punya mba nisa?
    ini alamat email saya, noermajuliazhari@gmail.com
    terimakasih banyak mbak
    salam Hormat
    Noerma,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam, sudah saya kirimkan ya Noerma. Good luck! :)

      Delete
  70. assalamualaikum
    salam kenal mbak Anissa, nama sy Putri. Saat ini saya masih fresh graduate, tp sy masih mau mencoba mendaftar beasiswa ini. Mohon doanya ya Mbak ^^. Artikelnya cukup informatif, tapi krn yg lain minta dikirimkan formulir dan CV nya mbak Anissa, saya jadi mau lihat aplikasinya mbak Anissa jg sbg referensi, kalau bisa proposal risetnya juga. Terima kasih sebelumnya Mbak. :)
    putriayumaharani.mail[et]gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Aamiin smg lolos ya. Contoh CV dan form aplikasi sdh saya kirimkan. Silahkan dicek ya! Good luck :)

      Delete
  71. Assalamualaikum mbak nisa,,

    Kalau diperkenankan saya juga mau tolong dikirimi contoh application ny mbak nisa ketika mendaftar AAS ke ernayulianingsih@gmail.com, pasti akan jadi referensi yang berguna untuk saya,

    oh ya mau nanya untuk bagian certified copy degree certificate apa harus ada info alamat dan no telp yang melegalisir, karena dari pihak kampus sudh melegalisir tp tidak ada keterangan tersebut.?

    Terima kasih.
    Wassalamualaikum



    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamualaikum
      Halo Mba Nisa, salam kenal
      nama saya Mulia, tahun ini saya coba apply AAS.
      Terima kasih Mba krn blognya sangan informatif dan jika Mba berkenan boleh saya minta kirimkan application form dan CV Mba Nisa untuk referensi.
      ke: g.ghaisani@gmail.com

      Terima kasih banyak

      Delete
    2. Wa'alaikumussalam. Hai Erna, udah saya kirim aplikasi dan CVnya. Penjelasan soal certified copy of degree juga ada di email. Cek ya. Good luck!

      Delete
    3. Wa'alaikumussalam. Halo salam kenal Mulia. Alhamdulillah jika informatif, sudah saya kirim ya form aplikasi dan CVnya ke email. Smg membantu :)

      Delete
  72. Hallo mbak, tulisannya sangat menginspirasi sekali. Saya berniat untuk daftar beasisiwa AAS tahun ini. Tapi masih bingung dengan konsep essay yang akan dibuat. Boleh tidak liat essay dan form beasiswanya mbak ? email saya deb.stevani@gmail.com terima kasih banyak sebelumnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello Debby, sudah saya email ya. Maaf baru sempat. Mohon dicek. Semoga sukses! :)

      Delete
  73. Hi Mbak Nisa.. salam kenal saya Erna.
    Membaca tulisan Mbak membuat saya lebih termotivasi untuk melanjutkan proses aplikasi saya untuk AAS tahun ini.
    Jika Mba berkenan, bolehkah juga saya meminta referensi dari application form dan CV Mba Nisa? Boleh di email ke naernawati@gmail.com.
    Semoga ini bisa menjadi amal baik Mbak Nisa. Terima kasih, Mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi salam kenal juga ya Erna. Alhamdulillah kalau tulisan saya menginspirasi.
      Form aplikasi dan CV saya email ya. Maaf baru sempat. Mohon dicek.
      Aamiin. Semoga sukses! :)

      Delete
  74. Sama sprti temen2 sebelumnya kak, sy pernah gagal di aas sebelumnya. huhu, tp ingin mencoba lagi untuk tahun ini. Apakah kakak berkenan mengirimkan contoh essaynya ke email saya ishmatika@gmail.com? Terima kasih kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Enka, sudah saya emailkan ya essay-nya. Mohon maaf saya baru sempat. Semoga kali ini kamu berhasil ya! Aamiin :)

      Delete
  75. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  76. Assalamualaikum mbak Nisa, alhamdulillah ketemu blog ini. saya juga baru nyoba AAS tahun ini mbak. Dengan modal diri pas-pasan, saya banyak bingung isi formnya. boleh saya referensi dari application form dan CV Mba Nisa?
    kalau boleh lanjut via email, nanti ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan, terima kasih banyak mbaaak

    ReplyDelete
  77. Halo mbak Anissa, saya joshua sudah coba AAS tahun lalu dan belum berhasil. Blog nya mbak sangat menginspirasi. Bolehkah jika berkenan saya dikirimkan juga via email contoh aplikasi essay dan CV nya? sebagai gambaran saja, soalnya saya bingung mau menulis apa di bagian essaynya. Email saya : joshuatoendan@gmail.com.
    Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Joshua, sudah saya kirimkan contoh aplikasi beserta essay dan CV ke email ya. Maaf ya baru sempat kirim. Semoga berhasil :)

      Delete
  78. Halo mbak Annisa, blognya sangat bermanfaat dan menginspirasi, kalau mbak Annisa berkenan bolehkah saya minta contoh aplikasi esai mbak annisa, sebagai bahan belajar saya. Terima kasih mbak Annisa :)
    berikut email saya : rindchi@gmail.com
    Terima kasih mbak Annisa, semoga mbak Annisa sukses selalu ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Rindang, sama2 makasih ya sdh mampir ke sini. Sudah saya emailkan contohnya. Semoga berhasil! :)

      Delete
  79. Assalamualaikum mbak nisa, saya arfa mungkin agak sedikit terlambat untuk menengok blog mbak nisa dan saya sedikit menyesal. Saya berencana untuk apply AAS tahun ini, kalau mbak nisa berkenan mungkin bisa mengirimkan contoh CV dan aplikasi esai mba nisa sebagai bahan research ke email saya : marfaanni@gmail.com
    Terima kasih mbak nisa, semoga selalu dimudahkan jalannya oleh Allah
    sukses terus mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam. Hai Arfa, nggak ada yg terlambat kalo untuk mencari ilmu. Filenya sudah saya kirimkan ya. Aamiin, semoga berhasil ya! :)

      Delete
  80. Dear Mba Nisa,

    Saya juga baru menemukan blog ini andainya dari kemarin2 :(. Inspiratif sekali Mba Nisa dan saya salut Mba masih secara aktif membalas komen dari pembaca. Mba, apakah Mba berkenan membagikan kepada saya juga CV dan aplikasi esai Mba Nisa sebagai bahan referensi? email saya hannaringo0503@gmail.com. Saya berencana mendaftar tahun ini Mba deadline 2 hari lagi Mba huhu. Mohon sekali bantuan Mba Nisa :). Terima kasih Mba sebelumnya, sukses slalu buat Mba Nisa. smoga smua rencana dimudahkan Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dear Hanna,

      Sudah saya kirimkan ya. Mohon maaf baru sempat ada waktu membalas. Semoga berkenan. Sukses ya! :)

      Delete
  81. Hallo mbak Nissa
    Sharing nya sangat menginspirasi untuk saya mengenai AAS. Saya boleh minta dikirim contoh essay nya mbak? Kalo berkenan bisa dikirim ke Retnowati383@gmail.com. Terima kasih sebelumnya:)

    ReplyDelete

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.