CUEK BEBEK

Sunday, May 13, 2012

Kubuka saku celana
Terdengar ponsel berdering memekakkan telinga
Pesan yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga
Senyum kecil membekas tiba-tiba

Kupandangi layar depan seketika
Satu pesan terlihat di depan mata
Aku kaget, satu kalimat terbaca
"Alhamdulillah, baik"
Ha, hanya itu saja?

Kuberpikir panjang setelahnya
Tak adakah kau tanyakan kabarku?
Tak inginkah kau tahu sedang apa aku saat ini?
Menyesal aku dibuatnya
Kumatikan saja ponselku
Berharap tak ada lagi inginku menghubungi

...........................

Sampai rumah kuberpikir lagi
Apa memang kau tidak peduli?
Apa memang kau tak mengasihi?

...........................

Aku berpikir lagi
Lagi, lagi, dan lagi

...........................

Sudah cukup aku peduli!
Kalau kamunya cuek bebek!
Sudah puas aku kasihi!
Kalau kamunya cuek bebek!
Ah tak lagi aku sms-i
Toh kamunya pun cuek bebek!!

MELATI YANG TAK PERNAH LAYU

Wednesday, May 02, 2012

Selasa, 2 Mei 2012. Tepat perayaan Hari Pendidikan Nasional, Indonesia telah kehilangan puteri bangsa yang namanya sungguh harum di kancah dunia kesehatan. Mendengar kabar Beliau yang sejak dua hari yang lalu dikabarkan kritis telah membuat para warga Kementerian Kesehatan, khususnya Badan Litbang Kesehatan merasakan kesedihan yang mendalam. 

Beliau adalah Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH. Seorang peneliti terbaik dan pengabdiannya sungguh membuat saya terpukau. Beliau begitu berdedikasi pada dunia kesehatan, khususnya dunia penelitian yang beliau tekuni sebelum menjabat menjadi Menteri Kesehatan.

Saya tidak terlalu mengenali Beliau, tetapi sudah beberapa kali bertatap muka langsung dengan Beliau di beberapa kesempatan dan acara. Ketika pertama kali melihat secara langsung, saya sungguh mengagumi kesederhanaannya. Apalagi jika Beliau sudah menyampaikan pidato atau kata sambutan, rasanya saya ikut terhanyut. Satu hal yang saya salut dari Beliau, Beliau merupakan salah satu peneliti favorit saya dan menjadi idola saya sebagai salah satu calon peneliti di Badan Litbangkes. Beliau yang sangat concern terhadap HIV/AIDS dan Avian Influenza memotivasi saya bahwa peneliti pun bisa jadi Menteri. Beliau bisa berkarir sebagus itu pasti bukti dari kerja keras. Kerja kerasnya salah satunya Beliau utarakan dalam sebuah buku berjudul "Perempuan Keramat Tunggak" yang merupakan hasil penelitian Beliau tentang penyakit IMS pada wanita pekerja seks komersial (PSK).


Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.