SEMANGKUK BASO TAHU

Tuesday, March 27, 2012

Brak....!!
Terdengar suara pintu dibanting. Aku yang mendengarnya kaget setengah mati. Tak berapa lama terdengar suara tangisan anak kecil. Sudah pasti itu suara Obi, adik laki-lakiku.
 ”Kak Lisa jahat!!” 
Kulihat buku sekolah Matematika dan Bahasa Indonesia kelas 4 SD, bertebaran di sepanjang tangga. Di depan pintu, terlihat sosok Lisa, adik perempuanku, yang tampak lusuh dan berkeringat. Wangi tubuhnya tercium wangi matahari. Wajahnya cemberut dan kacamatanya miring sebelah.
”Ada apa?”, tanyaku padanya. Aku melihat keheranan.
Lisa menghela napas panjang, kemudian berlalu begitu saja ke arah dapur. Dia diam seribu bahasa.
”Hei, ada apa? Kau mau cerita padaku, kan?”, tanyaku kembali. 

Lisa masih diam. Dia menengok ke dalam kulkas, berusaha mencari sesuatu. Diambilnya sebotol minuman soda dingin dan diminumnya terburu-buru.
”Haahhh... segar sekali. Nikmat...”, ucapnya. 
Aku tetap menunggu di depannya. Kutunggu dia menghabiskan minumannya itu lalu kutanyakan kembali. Sebelum aku bertanya, dia sudah berbicara lebih dulu. Minuman itu dia habiskan lebih cepat dari dugaanku.
”Kalau kakak ingin tahu apa yang terjadi dengan Obi, kakak tanya sendiri padanya. Aku malas.”, ujar Lisa padaku. Wajahnya lesu dan tak bersemangat. Dia menyeka keringatnya. Tak berapa lama dia meninggalkan aku, menuju ke arah kamarnya di lantai dua. 
Aku berpikir tak perlu lagi aku tanyakan padanya tentang apa yang terjadi pada dia dan Obi. Lisa tampak sedang kesal dan tidak ingin berbicara. Akhirnya aku memutuskan untuk menyambangi kamar Obi. Kurapikan buku-buku miliknya yang dibiarkan berserakan oleh Lisa. Aku mengembalikannya ke dalam tas. Sesaat sampai di depan pintu kamar Obi, pintunya tidak dikunci. Aku membukanya pelan-pelan. Kulihat dia sedang terbaring di tempat tidur. Kamarnya hening, dia diam tak menangis.
”Aduh adikku yang tampan, ada apa kok pulang sekolah marah-marah?”, tanyaku sambil berbisik di belakang telinganya sambil mengusap rambutnya. Dia diam saja. 
”Hmm... kakak janji deh nggak akan memarahi kamu. Tapi kamu harus cerita dulu, ada apa denganmu Obi?”, tanyaku kembali.
Usahaku tak berhasil. Aku bertanya dua kali, dia tetap tak bergeming. Aku sempat berpikir apa dia sedang tertidur, tapi kuperhatikan kakinya sesekali bergerak.

Aku tak kehilangan akal. Kuambil boneka Angry Birds berwarna merah kesukaannya. Kudekatkan di lehernya, lalu kugerakkan sambil menggelitiknya. Dia tetap diam dan mengacuhkanku. Aku mulai kesal. Dari tadi tidak ada yang mau menjawab pertanyaanku, baik Lisa maupun Obi. Tapi aku tak gentar. Aku coba dekatkan lagi boneka itu hampir ke arah wajahnya yang membelakangi tubuhku. Dia merasa terganggu dan dia berteriak kencang.
”Aahhhhhhh kakak......”
Usahaku gagal total. Aku menyerah membujuknya untuk bicara. Akhirnya kuputuskan meninggalkan Obi sendiri di kamar.
”Ya sudah. Kakak keluar kalau begitu. Kak Titi nggak akan ganggu kamu dan juga Kak Lisa. Kakak mau makan dulu ya.”, ucapku seraya berjalan keluar kamar.
Belum sampai aku di pintu, tiba-tiba Obi memanggilku.
”Kakak mau makan apa?”
Obi membalikkan badannya dan menoleh ke arahku.
”Hmm, kebetulan kakak masak sesuatu yang enak, tetapi kalian sepertinya tidak lapar.”, jawab aku.
Tak berapa lama, dia membalikkan badannya kembali.
 ”Aku tidak lapar!!”, ucap Obi tegas. 
”Oh ya sudah, kalau begitu kakak habiskan bakso tahunya.” 
Aku pergi meninggalkannya dan menuruni tangga. Hanya beberapa langkah aku turun, Obi berlari dari arah pintu mengejarku.
”Aku mau bakso tahu!! Aku mau.... Jangan dihabisin!”
Dia berteriak sambil berlari kemudian memelukku. Dia memegangi perutnya, dan wajahnya tampak sedikit memelas.
”Aku lapar... 
Aku tersenyum padanya lalu kurangkul dia menuruni tangga menuju dapur. Aku juga mengajak Lisa untuk turun ikut makan bersama, jadi kupanggil dia.
”Lisa, ayo makan! Kakak masak bakso tahu ini. Lisa..... Li –"
Teriakanku terhenti saat melihat seseorang sedang asyik menyantap semangkuk bakso kuah buatanku. Ternyata Lisa sedang makan.
”Hei, kemana saja kalian? Tadinya mau aku habiskan saja bakso tahu ini. Hmm, enak....!”, ujarnya.
Obi yang iri melihat kakaknya sudah duduk menikmati bakso buatanku merasa tersaingi. Dia berteriak dan mendekati mangkuk Lisa.
”Ih, Kak Lisa curang!! Aku nggak dibagi. Aku mau cicip... mau...” 
Obi menarik-narik sendok yang dipegangi Lisa. Aku yang melihatnya keheranan, tapi aku sebenarnya tak tahan ingin tertawa. Untuk menyudahi pertengkaran itu, kuputuskan menyiapkan dua mangkuk lagi untukku dan Obi. Kutaruh di atas meja.
”Hei sudah-sudah berhenti. Kalian masing-masing dapat satu mangkuk kok, jadi jangan bertengkar.”, teriakku.
Mereka pun berhenti berebut sendok dan memandangiku. Akhirnya Obi tak lagi menarik-narik sendok Lisa, dan mulai menyantap semangkuk bakso tahu ditambah sepiring nasi yang sudah aku siapkan. Dia menyantapnya dengan lahap. Kami pun makan bersama-sama. Di tengah-tengah santapan, aku kembali berusaha menanyakan apa yang terjadi pada mereka saat pulang sekolah tadi. Menurutku suasana hati mereka sudah cukup baik untuk kutanyakan tentang itu.
”Jadi, adakah yang mau cerita ke kakak, apa yang terjadi dengan kalian tadi?”, ucapku.
Dan mereka kembali ribut. Usahaku benar-benar gagal untuk membuat mereka bicara dan berterus terang atau mungkin bakso tahunya yang terlalu enak.. Huuhhh...

This story is dedicated for #FFHore, day 5
author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

7 comments

  1. mawu bakso tahuuu .... sluurpp

    ReplyDelete
    Replies
    1. bakso tahumu sdh jadi kan? mari makan brsama *slurrrpp

      Delete
  2. hahaha.. jadi inget adek2 di rumah yang ga pernah berhenti berantem...
    jangan dihabisin dong, aku juga mau

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, iya sama suka rebutan makanan sm adek.
      tenang, masih ada 1 mangkuk buat amela.. :D

      Delete
  3. Hihi ini pengalaman Nisse dengan Sari ya :)
    Tapi kan ade Nisse cuman 1...

    sangat menghibur ceritanya, dibaca sampe habis krn mikirnya pasti ada ending apaaaa gitu d akhir cerita :D

    ReplyDelete

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.