AKU SAKIT KARENAMU, GIGI

Wednesday, March 14, 2012


Aaaarrggghhh.
Aku ketinggalan kereta lagi. Padahal aku sudah di depan loket, menggenggam selembar tiket dengan wajah berkeringat.

Aku menyeka keringat yang sudah membasahi bahuku. Aku mencari tempat duduk menunggu kereta berikutnya. Aku terpaksa harus menunggu entah berapa lama – mungkin bisa sampai sekitar 20 menit.

Aku sudah bergumam memarahi diri sendiri.
 ”Kalau saja tadi aku bangun lebih cepat, mungkin aku tidak akan ketinggalan giliran mandi”
”Kalau saja tadi aku menuruti pesan Ibu untuk naik ojek ke Stasiun, mungkin aku tidak akan terlambat sampai di Stasiun”
Aaaarrggghhh.

Aku berteriak kesal dalam hati. Rasanya ingin marah. Tapi kemudian aku melamun, terpaku pada sebuah botol yang tergeletak di dekat tempat sampah.

Tak terasa lamunanku pecah. Ternyata selama menunggu aku melamun sambil menahan rasa ngilu yang tak kunjung hilang. Kereta yang kutunggu akhirnya datang. Aku menarik tasku dan bersiap naik. Kereta yang datang tidak terlalu penuh dibandingkan kereta sebelumnya. Aku masih bisa dapat tempat duduk. Sepanjang perjalanan, aku kembali melamun, lalu tak berapa lama aku tertidur.

Aku tertidur sangat pulas. Aku dibangunkan oleh seorang pria. Dia menepuk-nepuk bahuku dengan agak keras berulang kali.       
”Mbak.. mbak.. bangun. Sudah sampai. Kita sudah sampai di stasiun terakhir.”
 Dengan spontan, aku membuka mata. Aku kaget mendengar pria itu menyebutkan stasiun terakhir. 

Aaaarrggghhh.
Aku kelewatan stasiun. Seharusnya aku turun di stasiun sebelumnya. Karena pulas tertidur, aku jadi tidak dengar pengumuman dari operator. Aku berteriak dan pria itu kaget. 
”Mbak..nggak apa-apa?”
 Aku tak mengindahkannya. Aku langsung berlari keluar. Aku sudah sangat terlambat. Aku ada ujian kompetensi hari ini. Aku bergumam kesal tak karuan. Kenapa aku bisa tertidur pulas sekali? Rasa ngilunya kembali muncul.

Aku berlari ke arah jalan raya. Aku gelisah mencari taksi. Untungnya dengan cepat aku menemukan taksi. 
”Pagi Ibu. Mau kemana kita?” 
”Kampus Pak, nggak pake lama.” 
”Baik Bu. Hmm, Ibu sedang buru-buru ya?” 
”Saya telat ujian ini Pak. Tolong cepat ya!” 
”Ibu jangan marah-marah, pasti saya antar.” 
”Aduh Bapak bicara terus. Sudah nyetir aja.”
Aku kesal sang sopir terus menerus bicara.
”Maaf deh Bu, saya kan cuma tanya. Ibu jangan marah terus dong.”
”Aduh, saya lagi sakit gigi Pak!!”
Akhirnya sang sopir pun terdiam.

This story is dedicated for #FFHore, day 1 

author image

ABOUT ANISSA

Anissa is a researcher and lifestyle blogger living in Jakarta. She writes mostly about her passions, which range from travelling, blog tutorial, study tips and her favourite homemade recipes!

Post a Comment

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.