PERSEMBUNYIAN YANG MANIS

Wednesday, December 26, 2012


Aku terkurung
Terkunci dalam sebuah relung kebisuan
Tak ada lisan terucap
Tak ada deru bergetar

Aku terhempas
Terdorong dalam sebuah ruang hampa
Kering tanpa udara
Sepi tanpa bisik

Hingga tetesan embun membiaskan difusi cahaya
Memancar melewati sudut ruang berkelok
Memberi terang kepada sebuah perkamen lusuh
Untuk kembali memaksaku menguntai kata terucap

Sungguh persembunyian yang manis, tadi
Kusadari itu dirimu, sang cahaya embun di kaki langit
Menemukanku dalam kekosongan
Mendengarkanku dalam kesunyian 
Suara-suara rinduku yang lama tak kau jamah

ENAM JURUS MENULIS CERPEN

Siapa di antara teman-teman pembaca yang suka membaca cerpen? Atau yang bahkan suka menulis cerpen? Bagaimana sih cara menulis cerpen itu? Apakah cerpen sama dengan novel? 

Saya kebetulan punya tips menulis cerpen yang saya ulas dari tulisan Mbak Naning Pranoto, salah satu penulis Kumpulan Cerpen "Sebilah Pisau dari Tokyo". Berikut ulasannya.

Apa sih cerpen itu?
Cerpen atau cerita pendek merupakan cerita yang ditulis pendek, umumnya ditulis 5.000-8.000 kata, namun tema dan persoalan yang ada di dalam cerpen dibahas hingga tuntas secara utuh. Awal cerita (opening) dari sebuah cerpen ditulis secara menarik dan eye-catching, kemudian ditutup dengan akhir cerita yang memberikan sebuah kejutan bagi pembacanya.

Lalu bagaimana tips menulis cerpen?

KEJUTAN KECIL

Friday, November 30, 2012


Dag, dig, dug..

Alhamdulillahirobbil'alamin. Akhirnya kemarin sore surat cinta yang kutunggu datang juga. Sejak dikabari sahabat sekaligus teman seperjuanganku, Lulu, bahwa dia menerima surat dari ADS dan lolos seleksi, aku jadi deg-degan luar biasa. Saat itu, aku masih asyik merapikan draft laporan penelitianku di Bogor. Dia menelepon dan mengabari bahwa ayahnya di rumah menerima surat dari ADS. Spontan dia bbm, dan menanyakan keadaanku. Memang aku sudah tahu ADS akan mengirimkan hasil seleksi tahap I akhir November, tapi entah tanggal berapa. Aku yang penasaran akhirnya menelepon ayah ke rumah, tapi beliau bilang tidak ada surat masuk. Mungkin belum, pikirku. Untungnya, sore itu, aku sudah mau pulang ke Jakarta. Mudah-mudahan sesampainya di rumah, surat itu sudah ada.

Selama di bus dan kendaraan umum, aku tak henti-hentinya berdoa, bahkan sempat terharu membayangkan seandainya aku benar-benar bisa berangkat sekolah ke Aussie tahun depan. Aku terharu sampai sempat hampir meneteskan air mata. Hiks! 

HARI-HARI TANPA BLOG

Tuesday, October 23, 2012

Dear all, ternyata sebagai blogger tidak menulis sehari rasanya ada yang hambar ya. Apalagi sampai terkena "writer's block" atau kalau diterjemahkan berarti sulit menulis, rasanya bukan cuma hambar tapi nelangsa. Pasalnya sudah 2 bulan terakhir ini saya tak pernah sempat menengok kabar rumah kedua saya ini. Mungkin terkadang sempat tetapi saya yang enggan menulis karena tak sedikit pun kata yang terlintas di kepala.

Kendati demikian sebenarnya saya punya tabungan cerita yang hendak saya tulis dan bagikan kepada pembaca sekalian. Mulai dari perjalanan saya sebagai peneliti sebenarnya, merasakan bagaimana sulitnya mencari satu dua orang untuk dijadikan responden, hingga keinginan terdalam saya untuk menimba ilmu  kembali dan belajar. Bahkan saya pun sudah mempersiapkan dua buah cerita yang terinspirasi dari kehidupan pribadi saya untuk saya tuangkan di dalam blog ini. 

Yup! Sungguh hal yang memprihatinkan jika melihat perkembangan tulisan di dalam blog saya. Tetapi tak selesai jika saya hanya curhat di sini. Mudah-mudahan setelah tulisan ini ada suatu tulisan bermanfaat dan menginspirasi teman-teman para pembaca sekalian. Cheers!

ONE

Thursday, September 27, 2012

One
That I know who will never leave me alone

One,
That I know who will fill the emptiness of my side

One,
That I know who will always keep me tight with happiness and strength

One,
That I know who will bring a support when I almost feel dying on the drought of dessert

One,
That I will always sure to call His name beneath my faith

Allah,
The One.....


RED VELVET, WANNA SOME?

Sunday, June 10, 2012



Berani ngaku pecinta kuliner pastry semacam kue, roti, dan sejenisnya? Pasti tahu deh yang disebut Red Velvet Cake? Yup, kue yang booming di film "The Vow" ini sekarang ternyata jadi banyak incaran pemburu kuliner, termasuk saya. Tidak hanya penampilannya yang cantik, Red Velvet Cake juga dikatakan memiliki rasa yang menggoda. Hmm, saya pun jadi penasaran ingin mencicipinya.

CUEK BEBEK

Sunday, May 13, 2012

Kubuka saku celana
Terdengar ponsel berdering memekakkan telinga
Pesan yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga
Senyum kecil membekas tiba-tiba

Kupandangi layar depan seketika
Satu pesan terlihat di depan mata
Aku kaget, satu kalimat terbaca
"Alhamdulillah, baik"
Ha, hanya itu saja?

Kuberpikir panjang setelahnya
Tak adakah kau tanyakan kabarku?
Tak inginkah kau tahu sedang apa aku saat ini?
Menyesal aku dibuatnya
Kumatikan saja ponselku
Berharap tak ada lagi inginku menghubungi

...........................

Sampai rumah kuberpikir lagi
Apa memang kau tidak peduli?
Apa memang kau tak mengasihi?

...........................

Aku berpikir lagi
Lagi, lagi, dan lagi

...........................

Sudah cukup aku peduli!
Kalau kamunya cuek bebek!
Sudah puas aku kasihi!
Kalau kamunya cuek bebek!
Ah tak lagi aku sms-i
Toh kamunya pun cuek bebek!!

MELATI YANG TAK PERNAH LAYU

Wednesday, May 02, 2012

Selasa, 2 Mei 2012. Tepat perayaan Hari Pendidikan Nasional, Indonesia telah kehilangan puteri bangsa yang namanya sungguh harum di kancah dunia kesehatan. Mendengar kabar Beliau yang sejak dua hari yang lalu dikabarkan kritis telah membuat para warga Kementerian Kesehatan, khususnya Badan Litbang Kesehatan merasakan kesedihan yang mendalam. 

Beliau adalah Ibu dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH. Seorang peneliti terbaik dan pengabdiannya sungguh membuat saya terpukau. Beliau begitu berdedikasi pada dunia kesehatan, khususnya dunia penelitian yang beliau tekuni sebelum menjabat menjadi Menteri Kesehatan.

Saya tidak terlalu mengenali Beliau, tetapi sudah beberapa kali bertatap muka langsung dengan Beliau di beberapa kesempatan dan acara. Ketika pertama kali melihat secara langsung, saya sungguh mengagumi kesederhanaannya. Apalagi jika Beliau sudah menyampaikan pidato atau kata sambutan, rasanya saya ikut terhanyut. Satu hal yang saya salut dari Beliau, Beliau merupakan salah satu peneliti favorit saya dan menjadi idola saya sebagai salah satu calon peneliti di Badan Litbangkes. Beliau yang sangat concern terhadap HIV/AIDS dan Avian Influenza memotivasi saya bahwa peneliti pun bisa jadi Menteri. Beliau bisa berkarir sebagus itu pasti bukti dari kerja keras. Kerja kerasnya salah satunya Beliau utarakan dalam sebuah buku berjudul "Perempuan Keramat Tunggak" yang merupakan hasil penelitian Beliau tentang penyakit IMS pada wanita pekerja seks komersial (PSK).


PATAH SATU TUMBUH SERIBU

Friday, April 20, 2012

Dilihat dari judul tulisan ini "Patah Satu Tumbuh Seribu" menggambarkan bahwa jika kita gagal pasti ada kesempatan lain di luar sana. Rasanya luar biasa sedih waktu kita menghadapi kenyataan bahwa kita gagal sebelum berperang. Padahal mungkin baru mencoba mengisi amunisi senjata untuk melawan musuh, ternyata amunisinya salah atau senjatanya tidak cukup mampu menghadapi perang yang ternyata sangat sulit.

Persoalannya terkadang kita menyesal kenapa tidak jauh hari mempersiapkan segala keperluan perang yang kita tahu akan berat. Tapi ya sudah mungkin memang kita tidak mampu menghadapi perang tersebut.

Adakalanya dalam kehidupan nyata kita seringkali menemukan hal seperti ini. Saya baru saja mengalaminya. Di kala sedang semangat mempersiapkan aplikasi beasiswa S2 Research Monbukagakusho ke Jepang, justru nilai TOEFL saya anjlok. Sebenarnya saya sudah prediksi, mungkin saya belum mampu menghasilkan nilai melebihi 550, atau maksimal 550 pas. Tapi saya punya tekad kuat untuk terus mencoba meskipun saya tahu persiapan saya menghadapi tes TOEFL kemarin masih kurang. 


BASIC PANCAKE

Sunday, April 08, 2012

Dear you,

Kamu penyuka pancake? Sering makan pancake di restoran tapi nggak tahu gimana cara membuatnya? Sekarang kamu akan tahu bagaimana cara memasak Pancake seperti yang sering kamu nikmati di restoran. Aku akan berbagi resepnya untuk kalian. Siapkan bahan-bahan dan perhatikan step-stepnya ya. Yang pasti mudah dan kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.

RIKE, HAPPY BIRTHDAY YA!

Tuesday, April 03, 2012


Rika atau Rike, itulah bagaimana aku memanggilnya. Dia adalah temanku di kantor. Kami sama-sama diterima sebagai CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di tahun yang sama, tahun 2009. Tiga hari yang lalu (31 Maret 2012) adalah hari ulang tahunnya. Kalau dilihat dari usianya, dia memang tidak muda lagi :). Tapi di luar kedewasaannya, dia adalah orang yang periang dan pecinta kucing. Dia sudah seperti kakak perempuanku. Selama ini, aku tidak pernah merasakan punya kakak. Hanya kakak sepupu. Namun, jika berada di sampingnya, aku merasakan lebih dari sekedar kakak, melainkan teman terdekat. Aku ingat bagaimana dia hampir tidak bisa tertidur memikirkan kejadian buruk yang pernah menimpaku dan bagaimana usahanya membantuku. She's so kind and generous. She is full of warmthTapi, memang di luar itu semua, dia adalah gadis yang cuek. Dia tak pernah ingin memikirkan bagaimana orang berpandangan tentangnya. Namun sebagai manusia, terkadang mungkin dia juga bisa emosi. 
Yah, singkat kata itulah Rika. One of my bestfriend, my sisters, my fellows, and my someone special in my life.
HAPPY BIRTHDAY, RIKA!

MY FIRST PROJECT

Sunday, April 01, 2012

Blog sahabat saya, Najjah. Cute ya? :)
Waktu di kala liburan tiba memang paling enak dihabiskan bersama keluarga atau teman-teman dengan berjalan-jalan. Tetapi ada kalanya waktu itu kita bisa manfaatkan untuk membuat desain blog. Hitung-hitung sekaligus belajar meningkatkan kemampuan di dalam dunia desain web dan grafis. 

Baru-baru ini teman saya meminta saya memperbaiki desain blognya. Karena tidak terlalu banyak hal yang harus dilakukan, akhirnya saya bisa membuatkan desain untuk blognya. Pada prinsipnya, hal yang harus dilakukan untuk mendesain sebuah blog adalah konsep blog itu sendiri. Jika blog kita adalah blog pribadi, seringkali kita senang memasukkan berbagai unsur yang unik atau ciri khas dari diri kita. Bisa jadi gambar dengan warna favorit kita, atau foto-foto kita yang ingin ditunjukkan ke pembaca.


SELAMAT ULANG TAHUN, KAMU!

Tuesday, March 27, 2012

Surat Untukmu

Dear kamu yang menginspirasiku, 
Kupastikan kamu pasti masih berada di tempat yang memiliki keindahan dan eksotisme pantainya yang rupawan. Tempat yang tak pernah bosan untuk dikunjungi dan dijelajahi setiap jengkal sudut-sudut kota dan desanya, yang memunculkan beragam kearifan lokal nan mengagumkan. Penduduknya, tradisi dan budayanya, serta pelajaran-pelajaran penting dan berharga yang tentu saja sering kamu temukan di tempat tersebut.  
Dear kamu yang pandai merangkai kata-kata puitis,

SEMANGKUK BASO TAHU

Brak....!!
Terdengar suara pintu dibanting. Aku yang mendengarnya kaget setengah mati. Tak berapa lama terdengar suara tangisan anak kecil. Sudah pasti itu suara Obi, adik laki-lakiku.
 ”Kak Lisa jahat!!” 
Kulihat buku sekolah Matematika dan Bahasa Indonesia kelas 4 SD, bertebaran di sepanjang tangga. Di depan pintu, terlihat sosok Lisa, adik perempuanku, yang tampak lusuh dan berkeringat. Wangi tubuhnya tercium wangi matahari. Wajahnya cemberut dan kacamatanya miring sebelah.
”Ada apa?”, tanyaku padanya. Aku melihat keheranan.
Lisa menghela napas panjang, kemudian berlalu begitu saja ke arah dapur. Dia diam seribu bahasa.
”Hei, ada apa? Kau mau cerita padaku, kan?”, tanyaku kembali. 

CINTA YANG MENYEMBUHKAN

Sunday, March 18, 2012

”Ih, Kak Titi giginya penyakitan.”

Obi meledek dan menertawaiku terus menerus. Dia senang sekali menggodaku yang sedang sakit gigi. Sudah 4 hari rasa sakitku belum hilang-hilang. Rasa ngilu di gigiku muncul terus menerus, padahal kemarin aku sudah berobat.

Hari ini hari minggu. Suasana rumah selalu hangat jika akhir pekan sudah tiba. Aku sedang asyik menonton TV, sementara Ibu dan adik perempuanku sedang sibuk menyiapkan makan siang. Ayahku pergi ke bengkel dari 2 jam yang lalu dan mungkin baru kembali saat makan siang, sedangkan adik laki-lakiku, Obi, berlarian ke sana kemari, meledekku dengan sebutan ”gigi jelek” sambil memegangi mainan yang baru dibeli ayah seminggu yang lalu.

Aku berusaha menikmati acara TV yang aku tonton. Aku seakan tak mendengar lelucon yang dibuat adikku dan bagaimana Ibu dan adik perempuanku, Lisa, tertawa dan menikmati leluconnya. Hari ini dijadwalkan hasil ujian kompetensiku keluar di internet. Aku sangat khawatir akan hasil akhirnya, mengingat jumat kemarin aku terlambat tiba di kampus dan akhirnya mendapat penalti pengurangan waktu selama setengah jam, sehingga hanya diberikan waktu 1,5 jam untuk mengerjakan sekitar 120 soal. 

AKU SAKIT KARENAMU, GIGI

Wednesday, March 14, 2012


Aaaarrggghhh.
Aku ketinggalan kereta lagi. Padahal aku sudah di depan loket, menggenggam selembar tiket dengan wajah berkeringat.

Aku menyeka keringat yang sudah membasahi bahuku. Aku mencari tempat duduk menunggu kereta berikutnya. Aku terpaksa harus menunggu entah berapa lama – mungkin bisa sampai sekitar 20 menit.

Aku sudah bergumam memarahi diri sendiri.
 ”Kalau saja tadi aku bangun lebih cepat, mungkin aku tidak akan ketinggalan giliran mandi”
”Kalau saja tadi aku menuruti pesan Ibu untuk naik ojek ke Stasiun, mungkin aku tidak akan terlambat sampai di Stasiun”
Aaaarrggghhh.

UCAPAN TERAKHIR

Sunday, March 11, 2012

Hari ini ulang tahunmu. Aku mengingatnya dari semenjak seminggu yang lalu. Aku sudah berpikir akan membuatkanmu kado spesial buatmu. Aku hanya bisa merangkai beberapa gambar dan foto kemudian membuatnya menjadi sebuah kartu ucapan digital yang tidak bisa kau sentuh, namun bisa kau lihat berulang kali. Aku berencana membuatnya sebentar lagi, menunggu waktu sempatku membuka laptop dan program Photoshop di malam hari, menyelinap di dalam kamar yang hanya diterangi lampu meja, sambil mendengarkan alunan musik di playlist yang tersimpan di ponsel.

(Dua hari yang lalu)

Hari demi hari pun berlalu. Tak terasa tinggal dua hari lagi. Aku tidak hanya menunggu waktu sempatku itu datang, tetapi menunggu sampai kau memasang avatar (gambar profil) terbaik yang bisa diam-diam kuambil dan kusimpan untuk kujadikan bahan di karyaku. Kutunggu waktu itu tiba, namun dia tak pernah menjawab rasa inginku. Aku pun cemas, apa aku bisa membuatnya dan mengirimkannya tepat waktu. Aku menoleh ke ponsel, melihat setiap 10 menit ke profilmu, berharap fotomu yang baru kulihat berganti menjadi foto yang cocok untuk kurangkai menjadi kartu ucapan.

ADA DIA DI MATAMU

Wednesday, February 29, 2012

Rindu ini tak terbendung rasanya. Sudah seminggu aku tak bertemu dengannya. Masih saja kuingat kejadian malam itu di bioskop tempat dia menyatakan cintanya padaku. Rangkaian bunga yang dia berikan masih tersusun rapi di sudut kamar. Tiap kali aku merindukannya, kulihat rupa bunga itu. Bunga mawarnya sudah sedikit tidak segar dan harumnya perlahan memudar. Padahal aku tak lupa mengganti airnya setiap dua hari sekali.

Hari ini tepat hari sabtu - seminggu setelah dia menembakku. Aku terdiam di depan komputer - menyusun beberapa kata untuk dituang di dalam blogku. Sesekali kubuka jendela lain - Facebook, Twitter, dan Tumblr - berharap ada kiriman wall, tweet, atau postingan darinya yang menyebutkan dia merindukanku, dia sudah tak sabar menemuiku, dia menginginkan aku di sisinya saat ini - ahh.. kata-kata apa saja yang mengisyaratkan rasa rindunya padaku. Tapi, entah karena dia terlalu sibuk dan tak punya waktu, tak jua kudapatkan kiriman itu. Hanya sms terakhirnya yang masih kusimpan di ponselku. 
"Ta, apa kabar? Hari ini di Bandung hujan deras. Aku mungkin tiba di Jakarta minggu malam, jadi malam minggu ini kita belum bisa bertemu. Maaf. - Salam, Andra"
Aku terdiam, melamun, masih memandangi bunga mawar yang terangkai di atas meja dekat tempat tidurku itu. Sesekali aku mengingat kembali isi pesannya tadi, kenapa tidak ada kata-kata rindu untukku. Apa dia tidak merindukan aku? Aduh, aku kekanak-kanakan sekali.

JADILAH MILIKKU, MAU?

Sunday, February 05, 2012

Udara siang ini begitu terik, berbeda dengan Jumat kemarin. Aku tertidur pulas semalam. Tidur diiringi dengan iringan hujan memang sungguh nikmat. Sepanjang jumat kemarin cuaca memang tidak bersahabat. Dari pagi hingga sore hari, angin berhembus kencang, dan ditutup dengan hujan lebat di malam hari. Alhasil seperti biasa, suasana ibukota di kala jam pulang kantor kemarin sangat padat. Aku pun sampai di rumah sudah agak larut.  

Hari ini aku sudah punya rencana pergi keluar. Semenjak kejadian hari kamis lalu, Andra jadi sering sekali menghubungiku. Dia mengajakku kencan lagi hari ini. Dia terus menerus berjanji tidak akan mengulangi kejadian di kencan pertama kami. Aku tak terlalu bersemangat menanti waktu kencan kami yang kedua. Aku memulai aktivitas sehari-hariku dengan mencuci beberapa pakaian kotor dan memasak. Di kos-kosanku ini, setiap penghuni selalu mendapat jatah memasak setiap harinya secara bergantian. Kebetulan sang pemilik kosan menerapkan ini agar bisa membangun kebersamaan dan kenyamanan di antara penghuni. Bagi siapa yang tidak bisa memasak, dia dapat menyiapkan makanan dari luar secara sukarela, berapapun harganya, tidak ada batasan.

Aku yang selalu mendapat jatah hari sabtu, mengharuskanku pergi ke pasar setiap pagi dan memasak untuk teman-teman dan Ibu Atik, sang pemilik rumah beserta kedua anak perempuannya yang masih gadis. Hari ini tidak seperti biasa aku bangun pagi. Aku agak kesiangan sehingga aku sudah tak sempat pergi ke pasar. Aku memutuskan membeli bahan-bahan memasak di warung sayur dekat rumah. Sesampainya di warung sayur, tidak banyak yang dijual di warung tersebut. Hanya beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, dan sop-sopan. Bahan lauk pun tak terlalu banyak, hanya ada beberapa bungkus cumi segar, 2 ekor ayam, dan setengah kilo daging sapi has dalam. Sang pedagang mengaku karena hujan semalam, dia terlambat tiba di pasar subuh tadi. Aku tak ambil pusing. Akhirnya aku membeli 3 bungkus cumi, dan sayur sop-sopan. Rencananya akan kumasak Cumi Goreng Tepung dan Sayur Capcai. Teman-teman kosanku suka sekali dengan seafood dan aku yakin menu hari ini bisa jadi menu favorit mereka.

Tiga menu hidangan akhirnya selesai kusiapkan tepat jam 11 siang. Semua penghuni mencium aroma sedap dari dalam dapur dan mereka berlarian keluar kamar. Jam makan siang pun dimulai. Aku senang akhirnya hidanganku hari ini benar-benar jadi menu favorit mereka.

Menunggu hingga jam 3 tanpa melakukan apa-apa memang sungguh membosankan. Aku pun membuka laptopku dan mulai menuliskan beberapa tips memasak di blog pribadiku. Suara ponselku berdering kencang. Ada sms masuk.

AKU MAUNYA KAMU, TITIK!

Monday, January 30, 2012

Hari ini entah kenapa aku merasa betul-betul lelah. Pagi tadi jalanan sangat macet, padahal hari ini hari kamis. Aku berangkat seperti biasa pukul setengah tujuh pagi, tetapi baru sampai pukul sembilan lewat lima belas menit. Alhasil aku terlambat rapat lima belas menit dan dimarahi atasan seusai rapat. Seharusnya aku yang bertugas menyiapkan kopian abstrak jurnal yang akan direview saat rapat dan rencananya akan diterbitkan bulan ini. Namun, karena aku terlambat dan kusimpan berkasnya di laciku, rekan kerjaku tidak bisa menemukannya. Mereka terpaksa buru-buru mengkopinya kembali. 

Ya, aku memang salah. Kenapa kemarin sore tidak aku taruh saja berkas itu di atas mejaku, biar bisa terlihat. Aku justru menguncinya di dalam laci. Siang harinya, aku mengajak Dina keluar untuk makan siang. Aku sedang ingin menghirup udara luar karena penatnya pekerjaan. Aku mengajaknya makan di Warung Nasi Jawa di belakang gedung sebelah. Aku sangat suka makan di tempat itu, meskipun tempatnya tidak terlalu luas dan selalu ramai oleh pengunjung. Setiap kali makan di tempat itu, aku jadi teringat oleh Bunda di Semarang. Setiap hari, aku hanya sarapan dan makan seadanya. Maklum sebagai anak perantau yang tinggal di Jakarta, ukuran kepraktisan menjadi salah satu poin penting. Selain cepat dan mudah, makanan praktis juga lebih irit dan tidak menguras saku. Mengingat aku harus pintar-pintar mengelola keuangan untuk tidak lupa mengirimkan uang setiap bulannya kepada keluargaku di Semarang. 

Menu hari ini tidak terlalu menarik, pantas warungnya tidak seramai biasanya. Saat ditanya kenapa warungnya sepi pengunjung, sang pemilik warung, Bu Danu mengaku bahwa beberapa karyawannya pulang kampung. Meskipun demikian, aku tetap semangat makan di warung itu. Selama makan siang, aku sama sekali tak menyentuh ponselku. Aku tinggalkan ponselku di atas meja. Dari tadi pagi aku tak terlalu sering mengirimkan pesan pada Andra. Mungkin karena dia sibuk dan aku pun sibuk.

YOU'RE TOO SWEET FOR ME

Saturday, January 28, 2012

Bunyi nada notifikasi pesan dari ponselku tak henti berdering. Menguak kehenian suasana ruangan kantor sore itu. Aku sudah tak punya cukup pekerjaan lagi untuk diselesaikan. Biasanya aku melakukan hal yang aku suka, menulis sesuatu di dalam blog Tumblrku. Kadang hanya cukup memposting beberapa foto dan quotes yang sesuai dengan suasana hatiku saat itu. Kali ini aku hanya menyisipkan quote dari salah satu film romantis yang baru kutonton, Jerry Maguire, yang diperankan oleh salah satu aktor favoritku, Tom Cruise.
"You had me at hello..." 
Yup, quote itu benar-benar tengah aku rasakan saat ini. Aku tak menyangka setelah sekian lama aku menyendiri dan memutuskan untuk tidak memiliki hubungan dengan siapa pun, aku bertemu dengan lelaki yang mempesonaku pada kali pertama kami bertemu. Meski aku tak membayangkan begitu anehnya saat-saat kami berkenalan.

Ponselku berdering kembali. Dari 2 jam yang lalu aku tak henti-hentinya bertukar pesan dengan Andra, lelaki yang 10 hari lalu aku temui di angkot itu. Kadang hanya untuk menanyakan kabar, pekerjaan, hingga mengirimkan gambar-gambar lucu. Hari ini dia mengaku sangat senang. Selama di kantor, dia mengalami beberapa keberuntungan salah satunya berhasil lulus presentasi laporan penjualan produk jasa sepanjang tahun lalu. Dan memang penjualan produk yang dia tawarkan sepanjang tahun lalu cukup menggembirakan. Dia tak henti-hentinya mengaku senang dipuji dan dielu-elukan oleh atasan dan rekan sejawatnya.

Lain halnya denganku, hari ini aku merasa malas sekali. Belum ada pekerjaan baru yang membuatku semangat. Kerjaku hari ini hanya melihat email masuk, membalasnya, lalu membaca kumpulan jurnal yang akan direview sambil sesekali mengecek kondisi Twitter dan blogku yang kian hari tak karuan isinya.

DAG, DIG, DUG!

Thursday, January 26, 2012

Kantong belanjaanku ternyata banyak dan penuh berisi snack berbungkus warna yang mencolok mata. Tanganku sampai tak cukup memegang erat ketiga kantong belanjaan tersebut. Ketika hendak menerima uang kembalian, aku melihat kembali ke sisi parkir, dan Dina, rekan kerja sudah keluar dan melambaikan tangannya. Memberi isyarat padaku untuk lekas keluar dan kembali ke kantor. Aku mengangguk.

Suasana minimarket siang itu sungguh penuh sesak dengan pelanggan. Antrian kasir pun memanjang dan pelanggan merayap menunggu giliran membayar. Setelah aku menerima uang kembalian, aku sisipkan dompetku di pergelangan tangan sebelah kiri, sementara tangan kananku menggenggam dua kantong belanja. Kesulitanku hanya satu, ketika akan keluar, aku tak mampu membuka pintu.

Ketika aku ingin meraih gagang pintu dengan susah payah, pintu itu tiba-tiba sudah terbuka. Kuamati di depanku ada sesosok lelaki berkemaja garis vertikal, dan aku mengenali kemeja itu. Semakin kuamati ke wajahnya, aku terdiam. Lelaki itu. Aku bertemu lagi dengannya. Dia membukakan pintu untukku.
"Bisa bawanya, mbak?"

LAYANG-LAYANG IMPIAN

Tuesday, January 24, 2012

Layang-layang. Tinggi terbang di atas langit mendung. Mega menangis membasahi benang menjulang. Menembus kertas putih yang menjadi sobek. Dan tulang pun tak kuasa menahan petir yang menyentak. Layang-layang melayang ke langit mendung. Mendung dan remang dari harapan. Harapan yang kuulur dari seutas benang. Benang harapan yang kini putus ditetesi hujan. - Bumi Siliwangi Bandung, 20 November 2009

Impian dan harapan tak ubahnya seperti layang-layang yang terbang menembus awan. Ia dapat terbang tinggi bagaikan suatu khayalan yang indah bagi yang menerbangkannya. Orang yang mempunyai impian dan harapan adalah orang yang tak takut menerbangkan layang-layang setinggi apapun.

Ketika kita bermain layang-layang, kita seperti tengah berusaha mewujudkan dan menggapai impian dan harapan kita. Kita tentu ingin layang-layang kita terbang dengan gagahnya dan tinggi menyusuri langit, yaitu dengan cara menarik dan mengulur tali yang membentang dan mengikat di sisi layang-layang. Teknik dan cara kita mengendalikan layang-layang adalah kunci kesuksesan kita dalam bermain layang-layang. Angin dan kelembaban udara hanyalah penyerta yang tidak setiap saat dalam kondisi yang sama.

Follow My Instagram

© A Little Bit of Nisa. Design by Fearne.